Peringatan Tahun Baru Islam 1443 H : Memaknai Pandemi dengan Memperbaiki Diri dan Semangat Berbagi


            Rabu, 11 Agustus 2021 Wali Siswa SD Islam Surya Buana mengikuti kegiatan Lentera Penyejuk Hati (LPH) dalam rangka memperingati 1 Muharram 1443 Hijriyah melalui zoom meeting. Kegiatan yang diprakarsai oleh Dra. Hj. Sri Istuti Mamiek, M. Ag. ini bertemakan “Memaknai Pandemi dengan Memperbaiki Diri dan Semangat Berbagi”. Kegiatan LPH kali ini mengundang narasumber Muhammad Syamsun, S.T. atau yang akrab disapa Kak Acun, seorang pakar pendidikan karakter Indonesia.

            Tidak hanya Ayah/Bunda Wali Siswa saja yang hadir, ternyata beberapa siswa SD Islam Surya Buana juga turut serta dalam kegiatan ini. Kak Acun pun mencoba melatih kefokusan para siswa dengan menyuruh mengikuti pergerakan tangan yang dicontohkan dengan cepat. Namun, beberapa siswa masih terlihat belum fokus mengikuti. Kak Acun menyampaikan bahwa kondisi itu disebut dengan learning loss yaitu hilangnya konsentrasi siswa terhadap pembelajaran. 

            Di era pandemi ini, para siswa sering kali merasa bosan dan cemas terhadap pembelajaran daring. Kak Acun menyampaikan bahwa orang tua adalah salah satu kunci utama agar para siswa berhasil melalui kegiatan pembelajaran daring dengan tenang. Kerjasama antara orang tua dan anak sangat diperlukan. Orang tua sangat perlu menciptakan rasa yang aman dan nyaman bagi anak, sering berkomunikasi apa yang diinginkan anak, menggiatkan doa untuk anak, memberikan pelukan dan perhatian lebih agar anak senantiasa merasa aman dan nyaman pada suatu kondisi. 

         Sesuai dengan tema, Kak Acun juga menyampaikan tentang arti berbagi. Berbagi dapat dilakukan dengan banyak hal, salah satunya adalah berbagi antara orang tua dan anak. Agar anak menjadi tangguh dan hebat di masa pandemi, bisa dilakukan melalui quality time dan sentuhan yang baik dari orang tua. Kemudian juga dengan berbagi senyum dan energi dari orang tua untuk anak.

       Salah satu hal yang juga penting untuk dilakukan orang tua adalah memanajemen emosi ketika sang anak mulai marah, bosan, dan tidak fokus dengan yang dikerjakan. Kak Acun menyampaikan tips manajemen emosi yaitu dengan  menciptakan activity plan agar kegiatan di rumah terasa seru dan tidak membosankan bagi anak. Ajak anak belajar screening warna dengan melihat sesuatu yang membuat hati tenang. Contohnya melihat tumbuhan. Jika orang tua tetap sulit mengendalikan emosi, artinya tubuh sedang membutuhkan oksigen untuk melancarkan aliran darah agar dapat membuat tubuh merasa tenang. Bisa juga dilakukan dengan berwudhu.

      Di akhir penyampaian materi Kak Acun berpesan agar para Wali Siswa menjadi partner terbaik untuk anak-anak. Mencari solusi agar terjalin hubungan yang semakin berkualitas antara orang tua dan anak.

Ditulis Oleh : Ita Sarasvati, S.Pd.

You may like these posts:

No comments:

Post a Comment