Kesan Selayang Pandang Green School Festival 2019



Setiap tahun, sejak dimulaianya event Green School Festival Kota Malang 4 tahun yang lalu, SD Islam Surya Buana selalu berpartisipasi aktif menjadi peserta. Bahkan, pada tahun pertama SD Islam Surya Buana mendapat juara Kategori Sekolah Non Adiwiyata. Kali ini, kami kembali ikut meramaikan event bergengsi Dinas Pendidikan Kota Malang yang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Malang.
Banyak hal yang berubah sejak kami mengikuti event ini. Beberapa masalah yang ada di tahun pertama, pelan-pelan pihak sekolah berusaha untuk mengatasinya secara bertahap. Masalah yang ada di SD Islam Surya Buana pada awalnya bisa dikatakan cukup kompleks. Seperti masalah pada isu sampah dan polusi, tanaman hijau, air dan limbah cair, sekolah sehat, hingga pada literasi dan publikasi media sosial sekolah.
Diantara hal-hal yang telah ditangani di beberapa isu merupakan hasil dari pemetaan tiap isu GSF. Contohnya pada isu sampah dan polusi. Dulunya, SD Islam Surya Buana memiliki masalah pada polusi kendaraan bermotor yang disebabkan oleh kendaraan wali murid. Banyak wali murid yang mengantar dan menjemput para siswa dengan membawa kendaraan bermotor masuk ke halaman sekolah. Kemudian, sejak 2 tahun yang lalu sekolah membuat peraturan baru, bahwa pengantar dan penjemput siswa dilarang masuk ke halaman, cukup sampai di gerbang sekolah saja. Hal itu mampu mengatasi masalah polusi yang sempat membuat kurang nyamannya warga sekolah. Hingga saat ini peraturan tersebut masih berlaku dan halaman sekolah terbebas dari polusi kendaraan bermotor.
Selain masalah polusi, isu tanaman hijau juga memiliki masalah pada terbatasnya lahan untuk menanam tanaman hijau. Sejak mengikuti event ini, masalah tersebut juga telah terpecahkan. Dengan adanya vertical garden, hidoponik, dan aquaponik, lingkungan sekolah mampu menjadi indah, rindang, dan nyaman karena banyak tanaman hijau.
Adanya inovasi IPAL juga telah hadir untuk menyelesaikan masalah air dan limbah cair. Tim isu air dan limbah cair berhasil menciptakan inovasi baru untuk mengolah air bekas kegiatan siswa agar dapat dimanfaatkan lagi.
Adanya beberapa terobosan baru yang terus dilakukan untuk mengurangi masalah dan mengembangkan potensi yang dimiliki sekolah mampu menjadikan lingkungan sekolah semakin nyaman untuk ditempati dan indah untuk dipandang. Namun, tidak dapat dipungkiri sekecil apapun dan sehebat apapun kita menyelesaikan masalah, akan ada masalah-masalah baru yang muncul. Adanya beberapa isu tambahan di event GSF 2019 ini juga membantu pihak sekolah untuk mengkaji ulang bagian-bagian sekolah yang perlu dibenahi dan dikembangkan.
Masalah yang kami temukan pada event GSF 2019 ini juga masih ada di beberapa titik. Namun, tidak sebanyak pada tahun pertama kami mengikuti GSF. Seperti pada isu tata kelola lingkungan sekolah yang baru ada di GSF tahun ini yang di dalamnya memaparkan tentang Sekolah Unggulan dan Transparan dalam penggunaan anggaran BOSNAS dan BOSDA. Selebihnya, SD Islam Surya Buana banyak menemukan potensi-potensi yang bisa digali untuk mewujudkan lingkungan hijau dimulai dari sekolah.
SD Islam Surya Buana juga aktif mengampanyekan pembelajaran lingkungan hijau melalui berbagai media. Ada media berupa yel-yel ataupun lagu yang bertemakan lingkungan hijau. Ada juga media kampanye yang memanfaatkan media sosial sekolah, seperti facebook, instagram, youtube, website, twitter, dan whatsapp grup di masing-masing kelas.
Pihak sekolah tentunya sangat bersyukur dan sangat antusias menyambut event tahunan ini. Karena dengan mengikuti event ini, banyak perubahan positif yang ada di lingkungan sekolah. Terlebih lagi, tujuan utama untuk menumbuhkan karakter cinta lingkungan, dan kesadaran individu untuk turut serta menjaga bumi dimulai dari diri sendiri diharapkan akan muncul melalui kegiatan semacam ini. Semoga warga sekolah senantiasa konsisten dalam menjaga bumi, dimulai dari hal yang sangat sederhana, dan dari lingkungan yang terkecil. Salam Hijau Lestari Untuk Bumi Pertiwi.

Ditulis Oleh : Ririn Nafiatin, S.Pd.I.
Koordinator GSF 2019 / SD Islam Surya Buana

2 comments: