Unggul dalam Prestasi, Terdepan dalam Inovasi,
Maju dalam Kreasi, dan Berwawasan Lingkungan.
  • Perdana, Majelis Penyejuk Hati oleh K.H. Zainal Arifin Al-Nganjuki

    Majelis Penyejuk Hati SD Islam Surya Buana perdana dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 Februari 2020.

  • Kolej Tunku Kurshiah Malaysia Berkunjung Ke Surya Buana dan Pemkot Batu

    Yayasan Bahana Cita Persada Malang Perguruan Surya Buana Malang, Jumat - Sabtu, 13-15 April 2018 menerima kunjungan dari Kolej Tunku Kurshiah Seremban Malaysia. 5 Cikgu beserta 29 murid disambut oleh Keluarga Besar Yayasan Bahana Cita Persada Malang tepatnya pada hari Jumat, 13 April 2018.

  • Hidup Sehat dimulai dari Makanan Sehat

    Salam sehat, SBLovers! Hari ini Rabu, 11 April 2018, SD Islam Surya Buana kedatangan tamu dari Dinas Kesehatan Kota Malang. Siswa-siswi kelas 4-5 SD Islam Surya Buana mendapat banyak ilmu tentang makanan sehat. Kegiatan Penyuluhan Keamanan Pangan yang dibuka oleh Pembina Yayasan Bahana Cita Persada, Ibunda Sri Istutik Mamiek ini juga bekerja sama dengan mahasiswa S2 Universitas Negeri Malang Jurusan Pendidikan Luar Sekolah.

  • Belajar Bijak Mengolah Sampah bersama Bank Sampah Kota Malan

    Jum'at, 6 April 2018, kembali siswa-siswi SD Islam Surya Buana menimba ilmu dari orang-orang yang berperan penting dalam menjaga lingkungan. Setelah beberapa hari yang lalu siswa-siswi belajar tentang ketertiban dari kepolisian, hari ini siswa-siswi kelas 4 dan 5 belajar tentang kebersihan lingkungan dan cara mengolah sampah agar bernilai guna dari Bank sampah Malang.

  • Belajar Tertib Lalu Lintas bersama Polresta Malang

    Pagi ini, Rabu 4 April 2018, siswa-siswi kelas 4 dan 5 SD Islam Surya Buana Malang belajar bersama dengan Polresta Malang tentang Etika Berlalu Lintas. Ipda M. Syaiku bersama Brigadir Polisi Nanang menyampaikan pentingnya bersikap santun dan saling menghargai dan menghormati antar sesama pengguna jalan atas dasar hak, kewajiban, dan kemanusiaan. Hal ini dilakukan demi terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalu lintas.

  • Celengan Cinta Untuk Sahabat di HUT Kota Malang ke-104

    (SbNews) - Berbeda dengan hari-hari biasanya, hari ini, Senin 2 April 2018, siswa-siswi SD Islam Surya Buana Malang berkostum batik dan membawa jajanan tradisional. Ya, kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kota Malang yang ke-104.

Thursday, October 10, 2019

Rumah Kedua, Keamanan dan Kenyamanannya Terjaga


Berbeda dengan GSF tahun sebelumnya, GSF tahun ini terdapat isu terbaru salah satunya adalah sekolah ramah anak (SRA). Hal ini merupakan tantangan baru dalam mengikuti GSF. Sekolah Ramah Anak merupakan suatu program yang mewujudkan kondisi aman, bersih, sehat, peduli, dan berbudaya lingkungan hidup, yang mampu menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya, selama anak berada di sekolah serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, dan pengawasan. Sekolah Ramah Anak mengondisikan sebuah sekolah menjadi nyaman bagi anak serta memastikan hak anak dan melindunginya, karena sekolah menjadi rumah kedua bagi anak, setelah rumahnya sendiri.
            Penerapan Sekolah Ramah Anak (SRA) dilaksanakan merujuk 6 (enam) komponen penting diantaranya adalah : (1) Adanya komitmen tertulis yang dapat dianggap kebijakan tentang SRA; (2) Pelaksanaan Proses Pembelajaran yang ramah anak; (3) Pendidik dan Tenaga Kependidikan Terlatih Hak-Hak Anak; (4) Sarana dan Prasarana yang ramah anak; (5) Partisipasi anak; (6) Partisipasi Orang Tua, Lembaga Masyarakat, Dunia Usaha, Pemangku Kepentingan Lainnya, dan Alumni.
            Kondisi yang dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan siswa di sekolah antara lain, lantai di kelas 3C dan 3D rusak. Penyebab dari lantai tersebut antara lain karena semen perekat lantai tidak berfungsi dengan baik sehingga memerlukan penggantian lantai yang baru. Dalam hal ini, sekolah bekerjasama dengan komite untuk memperbaiki lantai yang rusak. Nilai-nilai PPK yang diterapkan dalam kegiatan ini antara lain yaitu gotong royong dan integritas.
Selain itu, kantin sekolah masih menjual makanan dan minuman yang mengandung bahan pengawet dan zat adiktif lainnya, dikarenakan kurangnya sosialisasi antara pihak sekolah dengan penjual kantin tentang makanan dan minuman sehat yang harus dijual. Untuk mengatasi hal tersebut, pihak sekolah mengundang dari tim UKS untuk mengadakan sosialisasi tentang makanan dan minuman sehat kepada penjual di kantin. Selain mengadakan sosialisasi juga membuat slogan tentang makanan dan minuman sehat serta melakukan pengecekan makanan dan minuman sehat secara berkala oleh tim pengelola kesehatan kantin.
Masalah lain yang sering muncul adalah sering terjadi aliran listrik yang yang tidak stabil, sehingga mengganggu kenyamanan siswa yang sedang belajar. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sekolah perlu pengadaan genset. Hasil yang diharapkan dengan adanya solusi isu Sekolah Ramah Anak ini antara lain terwujudnya sekolah yang aman dan menyenangkan bagi peserta didik. 

Tim Isu Sekolah Ramah Anak:
Novi Eka Sulistiawati, S.Pd.
Nurul Fakhihatul Jannah Attamimi, S.Pd.
Agus Rubianto
Carissa Widya Rianti
Rafiffah Dahabiyah Ahmad

Share:

Sayangi Bumi dengan Hemat Energi


Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja. Dalam segala aspek kehidupan, energi merupakan fasilitas meningkatkan kemampuan manusia untuk melakukan kerja dan manusia menggunakannya untuk tujuan konstruktif secara ekonomi dalam menjalankan kegiatan yang tidak mungkin dihadapi oleh manusia sebelum adanya teknologi energi (Liun, 2011: 312).
Energi secara umum dibagi menjadi dua, yaitu energi yang dapat diperbarui dan energi yang tidak dapat diperbarui. Sumber energi yang tidak dapat diperbarui merupakan sumber energi yang tidak dapat diisi atau dibuat kembali oleh alam dalam waktu yang singkat, seperti minyak bumi, batubara, dan sebagainya. Sedangkan energi yang dapat diperbarui adalah sumber energi yang dapat dengan cepat diisi kembali oleh alam, contohnya matahari, air, dan angin.
Hampir semua energi yang kita gunakan sehari-hari baik itu listrik, bensin, bahkan gas untuk memasak semuanya berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Untuk itu perlu kita mulai memikirkan sumber energi alternatif sebagai salah satu langkah awal dalam memperbaiki dan mempersiapkan diri saat terjadinya krisis energi, selain itu kebutuhan energi semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai upaya dilakukan oleh berbagai masyarakat untuk menghemat penggunaan energi yang ada. Diantara upaya yang dilakukan adalah dengan membuat berbagai gerakan hemat energi.
Gerakan hemat sebagai salah satu upaya yang dilakukan untuk menyadarkan masyarakat luas akan pentingnya energi bagi kehidupan manusia. Diantara contoh gerakan yang dilakukan adalah gerakan mematikan lampu jika sudah tidak diperlukan atau saat siang hari, lebih memilih lampu hemat energi daripada lampu pijar, dan lain sebagainya.
Upaya lain yang dilakukan sebagai wujud menghemat energi adalah dengan terobosan-terobosan baru untuk menghemat energi. Misalnya membuat gagasan tentang energi alternatif. Sumber energi alternatif yang digunakan khususnya pada pembangkit listrik semakin menarik perhatian. Meskipun masih hanya sebagian kecil dari permintaan energi global sumber energi alternatif yang berkembang pesat dan berpotensi peluang jangka panjang yang menarik.
Energi baru dan terbarukan telah menjadi harapan masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan energi masa depan. Energi ini dianggap berlimpah lestari dan ramah lingkungan sehingga pengembangannya sangat dinantikan agar kelak berperan menjadi andalan utama pasokan energi nasional. Energi baru sering diasosiasikan dengan energi alternatif. Segmen energi alternatif dalam industri energi mencakup berbagai sumber dari sejumlah teknologi yang dinyatakan cukup potensial, seperti pembangkit listrik tenaga air, energi angin, dan energi surya. 


Tantangan bagi masyarakat masa kini tidak hanya pada masalah keterbatasan ketersediaan energi yang ada di alam, akan tetapi juga masalah kebiasaan-kebiasaan tidak baik masyarakat terkait penggunaan energi. Hal yang paling sederhana yang perlu segera diatasi dalam penggunaan energi adalah perilaku boros energi, termasuk dalam hal ini kebiasaan-kebiasaan lupa mematikan alat-alat elektronik setelah tidak digunakan.
Pokok permasalahan energi yang ada di SD Islam Surya Buana Malang diantaranya adalah kebiasaan lupa mematikan lampu di siang hari, kebiasaan ini harus segera diubah, karena dampaknya sangat merugikan, adapun solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah tersebut adalah melalui pemasangan stiker ajakan untuk menghemat energi dengan cara mematikan lampu jika sudah tidak diperlukan, melakukan sosialisasi pentingnya menghemat energi, serta membuat jadwal piket mematikan lampu di tiap kelas.
Permasalahan lain yang sering terjadi adalah tidak mematikan kipas angin ketika udara tidak panas, lupa mematikan AC ketika tidak digunakan, lupa mematikan komputer setelah digunakan di laboratorium komputer, hingga lupa mematikan printer kelas. Permasalahan tersebut diatasi dengan membuat tata tertib penggunaan AC dan ditempel di tempat yang strategis dan penempelan stiker yang berisi ajakan maupun pengingat untuk hemat energi di dekat kipas angina, komputer, dan printer.
Dengan kegiatan penempelan stiker dan sosialisasi diharapkan dapat mengurangi kebiasaan-kebiasaan warga sekolah yang terkesan “boros” terhadap penggunaan energi. Solusi lain yang ditawarkan oleh SD Islam Surya Buana untuk menghemat energi adalah melalui penggunaan energi alternatif berupa Sel Surya dan kincir angin tenaga bayu.
Dengan lokasi bangunan yang strategis yaitu berlantai 3, hal ini berpotensi angin di atap lumayan besar begitu pula sinar matahari yang melimpah. Sel Surya dan kincir angin dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan energi yang dihasilkan harapannya dapat menghidupkan lampu taman dan teras di malam hari. Hal ini tentunya dapat dikembangkan sehingga kedepannya penggunaan dari energi alternatif ini dapat mengurangi ketergantungan dari energi listrik.

           
Ditulis Oleh Tim Isu Energi :
Hartutik Nurul K., S.Pd.
Elisatul Evi Zuliana, S.Pd.I.
Yavie Ali Firdaus, S.S.
Almaz Laiqa Putri Petir
Nagiza Fortuna Az-zahra
Ihya Haedar Rosyadi
Dafa Akbar Maulidanor

Share:

TATA KELOLA LINGKUNGAN SEKOLAH



            Isu Tata Kelola Lingkungan Sekolah merupakan salah satu bentuk tanggung jawab dalam pengelolaan program dan penggunaan dana BOS melalui prioritas pada program kegiatan pengembangan lingkungan hijau. Hal ini didasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2019 tentang Teknis Bantuan Operasional Sekolah yang nantinya harus ada bentuk laporan dalam penggunaan tersebut. Salah satu bentuk transpransi penggunaan bantuan operasional sekolah berbasis lingkungan adalah melalui pemetaan lingkungan sekolah yang diantara tujuannya yaitu memberikan gambaran capaian keberhasilan pengelolaan anggaran operasional sekolah dalam meningkatkan mutu standar nasional pendidikan.
      
      Untuk mengembangkan lingkungan sekolah yang hijau, tim isu Tata Kelola Lingkungan Sekolah menemukan kondisi baru yang berada di lapangan samping sekolah yaitu adanya sebuah taman sekolah yang baru. Dalam perencanaan di awal tahun ajaran baru, pengadaan taman hijau ini belum masuk di dalam perencanaan tersebut,  akan tetapai taman ini bisa terealisasi pengadaannya. Hal ini disebabkan oleh kondisi darurat kemacetan lalu lintas untuk arus mobilitas kendaraan para orang tua yang menjemput para siswa saat pulang sekolah dan optimisme pihak sekolah di dalam memutuskan penyediaan lahan parkir yaitu adanya dukungan kuat dari komite sekolah. Dari penyebab tersebut, bisa didapatkan  solusi yakni dengan dibuatkan laporan anggaran sekolah untuk program lingkungan sekolah hijau dan menerapkan program 1 siswa 1 tanaman apabila ada siswa yang datang terlambat.

            Selain itu, tim Isu Tata Kelola Lingkungan Sekolah juga menemukan sebuah potensi yang berkaitan dengan pengelolaan hubungan sekolah dengan masyarakat yaitu dengan melibatkan kerjasama para stakeholder dalam penerimaan, penyusunan rencana, penggunaan, pelaksanaan, dan laporan penggunaan dana bantuan operasional sekolah. Stakeholder yang dimaksud adalah komite paguyuban, guru, siswa, dan pemerhati pendidikan khususnya yang terkait dengan lingkungan. Sehingga munculah sebuah ide untuk mengangkat potensi ini yaitu dengan cara pembuatan taman sekolah bersama komite. Taman tersebut bisa diadakan di lingkungan sekitar sekolah baik dalam bentuk taman horizontal ataupun taman vertical (vertical garden) di masing-masing kelas.

                                                            Ditulis Oleh Tim Isu Tata Kelola Lingkungan Sekolah :
                                                                                    Titik Nur rohmah, S.Pd .
                                                                                    Ma’ratus Sholihah, S.Pd.

Share:

Sunday, October 6, 2019

Kesan Selayang Pandang Green School Festival 2019


Setiap tahun, sejak dimulaianya event Green School Festival Kota Malang 4 tahun yang lalu, SD Islam Surya Buana selalu berpartisipasi aktif menjadi peserta. Bahkan, pada tahun pertama SD Islam Surya Buana mendapat juara Kategori Sekolah Non Adiwiyata. Kali ini, kami kembali ikut meramaikan event bergengsi Dinas Pendidikan Kota Malang yang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Malang.
Banyak hal yang berubah sejak kami mengikuti event ini. Beberapa masalah yang ada di tahun pertama, pelan-pelan pihak sekolah berusaha untuk mengatasinya secara bertahap. Masalah yang ada di SD Islam Surya Buana pada awalnya bisa dikatakan cukup kompleks. Seperti masalah pada isu sampah dan polusi, tanaman hijau, air dan limbah cair, sekolah sehat, hingga pada literasi dan publikasi media sosial sekolah.
Diantara hal-hal yang telah ditangani di beberapa isu merupakan hasil dari pemetaan tiap isu GSF. Contohnya pada isu sampah dan polusi. Dulunya, SD Islam Surya Buana memiliki masalah pada polusi kendaraan bermotor yang disebabkan oleh kendaraan wali murid. Banyak wali murid yang mengantar dan menjemput para siswa dengan membawa kendaraan bermotor masuk ke halaman sekolah. Kemudian, sejak 2 tahun yang lalu sekolah membuat peraturan baru, bahwa pengantar dan penjemput siswa dilarang masuk ke halaman, cukup sampai di gerbang sekolah saja. Hal itu mampu mengatasi masalah polusi yang sempat membuat kurang nyamannya warga sekolah. Hingga saat ini peraturan tersebut masih berlaku dan halaman sekolah terbebas dari polusi kendaraan bermotor.
Selain masalah polusi, isu tanaman hijau juga memiliki masalah pada terbatasnya lahan untuk menanam tanaman hijau. Sejak mengikuti event ini, masalah tersebut juga telah terpecahkan. Dengan adanya vertical garden, hidoponik, dan aquaponik, lingkungan sekolah mampu menjadi indah, rindang, dan nyaman karena banyak tanaman hijau.
Adanya inovasi IPAL juga telah hadir untuk menyelesaikan masalah air dan limbah cair. Tim isu air dan limbah cair berhasil menciptakan inovasi baru untuk mengolah air bekas kegiatan siswa agar dapat dimanfaatkan lagi.
Adanya beberapa terobosan baru yang terus dilakukan untuk mengurangi masalah dan mengembangkan potensi yang dimiliki sekolah mampu menjadikan lingkungan sekolah semakin nyaman untuk ditempati dan indah untuk dipandang. Namun, tidak dapat dipungkiri sekecil apapun dan sehebat apapun kita menyelesaikan masalah, akan ada masalah-masalah baru yang muncul. Adanya beberapa isu tambahan di event GSF 2019 ini juga membantu pihak sekolah untuk mengkaji ulang bagian-bagian sekolah yang perlu dibenahi dan dikembangkan.
Masalah yang kami temukan pada event GSF 2019 ini juga masih ada di beberapa titik. Namun, tidak sebanyak pada tahun pertama kami mengikuti GSF. Seperti pada isu tata kelola lingkungan sekolah yang baru ada di GSF tahun ini yang di dalamnya memaparkan tentang Sekolah Unggulan dan Transparan dalam penggunaan anggaran BOSNAS dan BOSDA. Selebihnya, SD Islam Surya Buana banyak menemukan potensi-potensi yang bisa digali untuk mewujudkan lingkungan hijau dimulai dari sekolah.
SD Islam Surya Buana juga aktif mengampanyekan pembelajaran lingkungan hijau melalui berbagai media. Ada media berupa yel-yel ataupun lagu yang bertemakan lingkungan hijau. Ada juga media kampanye yang memanfaatkan media sosial sekolah, seperti facebook, instagram, youtube, website, twitter, dan whatsapp grup di masing-masing kelas.
Pihak sekolah tentunya sangat bersyukur dan sangat antusias menyambut event tahunan ini. Karena dengan mengikuti event ini, banyak perubahan positif yang ada di lingkungan sekolah. Terlebih lagi, tujuan utama untuk menumbuhkan karakter cinta lingkungan, dan kesadaran individu untuk turut serta menjaga bumi dimulai dari diri sendiri diharapkan akan muncul melalui kegiatan semacam ini. Semoga warga sekolah senantiasa konsisten dalam menjaga bumi, dimulai dari hal yang sangat sederhana, dan dari lingkungan yang terkecil. Salam Hijau Lestari Untuk Bumi Pertiwi.

Ditulis Oleh : Ririn Nafiatin, S.Pd.I.
Koordinator GSF 2019 / SD Islam Surya Buana

Share:

Membuat Bumi Kembali Tersenyum Ala SBLovers


Senin pagi hari ini (30/9), para peserta upacara bendera SD Islam Surya Buana dari kelas 1-3 menyimak kampanye singkat tentang tips membuat bumi tersenyum kembali. Ibu guru yang bertugas menjadi pembina pun menyampaikan alasan mengapa kita semua perlu membuat bumi tersenyum kembali. Alasannya tak lain adalah karena bumi sebagai tempat tinggal kita. Tak hanya manusia, tetapi juga makhluk hidup lainnya. Mereka harus hidup secara berdampingan, agar bisa saling memberi manfaat. 
Ada empat siswa yang ikut serta memberikan tips dalam kesempatan pagi hari itu. Mereka adalah para siswa yang tergabung dalam tim Isu Literasi dan Publikasi Media Sosial pada event Green School Festival 2019. Mereka adalah Muhammad Yusuf Naghi, Banyu Bening Ikmal A., Aldrichia Acmelaya W., dan Fina Zahrotul Warda.
Nah, beberapa tips yang disampaikan adalah tips yang sangat sederhana dan bisa dimulai dari lingkungan sekolah. Apa saja tips tersebut?
1.      Stop plastic pollution. Yaitu dengan menghentikan polusi plastik. Termasuk kemasan minuman dan makanan. Nah, alangkah lebih baik lagi apabila SBLovers semua membawa kotak bekal makan dan botol minum pribadi, ya! Dengan demikian, SBLovers sudah berperan aktif dalam mengurangi polusi plastik.
2.      Menanam tumbuhan di lingkungan sekolah. Tak cukup menanam saja, SBLovers. Tanaman yang sudah kalian tanam di sekolah, harus dirawat agar tetap bisa lestari. Mulai dari toga, tanaman yang di taman, bahkan sampai vertical garden di kelas SBLovers. Dengan demikian, SBLovers sudah membantu lingkungan sekolah semakin sejuk karena produksi oksigen dari tanaman tersebut.
3.      Menghemat penggunaan air bersih. Nah, pasti banyak dari SBLovers yang masih suka boros air, kan? Mulai sekarang, yuk dihentikan. Pakai air secukupnya. Untuk wudlu, ke kamar mandi, atau bahkan mencuci peralatan makan. Jangan mainan air bersih, ya SBLovers! Ingat, masih banyak saudara kita yang kekurangan air bersih di daerah lainnya. SBLovers harus banyak bersyukur, ya!
4.      Membuang sampah sesuai dengan tempatnya. Nah, ini hal yang sangat kecil, sih! Tapi banyak dari SBLovers yang masih suka meremehkan. Padahal, dengan kita membuang sampah sesuai dengan tempatnya, kita berperan besar dalam mengurangi pencemaran lingkungan, loh. Yuk, mulai buang sampah sesuai jenisnya, ya! Termasuk organik atau anorganik.
5.      Melakukan 3R. Reduce, Reuse, and Recycle. Nah, kalau ini SBLovers sudah sering mendengar, nih! Tinggal penerapannya aja, ya SBLovers yang perlu ditingkatkan.
Sekian dulu, ya SBLovers tips nya. InsyaAllah lain kali kita akan sharing lebih banyak tips lagi. Terimakasih yang sudah ikut serta menjaga bumi kita agar senantiasa tersenyum. Kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi?

Ditulis Oleh : Shellya Khabib Dirgantari, S.Pd.I.
Wali Kelas 6D / SD Islam Surya Buana

Share:

WORKSHOP GREEN SCHOOL FESTIVAL (GSF) KOTA MALANG 2019 : BUMI – HIJAU – LESTARI


Selasa, 24 September 2019, perwakilan SD Islam Surya Buana mengikuti workshop persiapan GSF Kota Malang 2019 di Hotel Aria Gajayana. Di hari kedua workshop ini, peserta berasal dari seluruh koordinator GSF SD baik Negeri maupaun Swasta Se-Kota Malang. Di hari sebelumnya, telah berlangsung juga workshop GSF yang pesertanya berasal dari tingkat SMP Se-Kota Malang.
GSF merupakan agenda tahunan yang telah memasuki tahun ke-4 dalam penyelenggaraannya. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Dinas Pendidikan Kota Malang, DLH Kota Malang, dan Jawa Pos Radar Malang. Jadi, baik SD atau SMP Se-Kota Malang sudah tidak asing lagi dengan event ini.
Workhop kali ini tidak jauh berbeda dengan workshop sebelumnya. Panitia memaparkan apa saja yang harus disiapkan dan kriteria apa saja yang tahun ini akan dinilai. Ada sembilan isu yang harus dipetakan di masing-masing sekolah untuk dicari potensi ataupun masalah yang dimilikinya. Isu-isu tersebut adalah; 1) Tata Kelola Lingkungan; 2) Sampah dan Polusi; 3) Energi; 4) Air dan Limbah Cair; 5) Tanaman Hijau; 6) Sekolah Ramah Anak; 7) Lingkungan Sekolah Sehat; 8) Inovasi Teknologi; 9) Publikasi dan Literasi Media Sosial. Sembilan isu itulah yang akan dipresentasikan saat dewan juri mengunjungi sekolah.
Selain kesembilan isu yang menjadi sorotan utama dalam event ini, ada juga sub lomba yang tak kalah bergensi. Lomba tersebut adalah lomba Mading 3 Dimensi. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini loma Mading 3D ada tema-tema yang telah ditentukan oleh panitia. Dari tema tersebut peserta boleh memilih satu tema untuk dituangkan dan dikembangkan dalam mading kreasinya. Tema Mading kali ini adalah Pendidikan Anti Korupsi, Lingkungan Sekolah Sehat, dan Sekolah Ramah Anak. Ketiganya adalah topik yang saat ini sedang santer diperbincangkan di dunia pendidikan.
Setelah pihak panitia memaparkan semua tentang GSF 2019, kegiatan dilanjutkan dengan kumpul per kelompok untuk membuat maping dan pengamatan lingkungan sekitar. Hal ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman para siswa yang menjadi delegasi sekolah untuk praktik memetakan lingkungan berdasarkan kesembilan isu GSF. Setelah berkumpul dengan kelompok, masing-masing anak mulai mengamati lingkungan sekitar hotel. Perwakilan dari SD Islam Surya Buana adalah Ananda Azkiya Anatasya atau yang akrab dipanggil Tasya dari kelas 5A. Dalam praktik ini, Tasya tergabung di peta kesimpulan bersama dengan teman-teman yang berasal dari sekolah lain.
Sebelum dipresentasikan di depan panggung, para siswa di masing-masing isu melakukan sharing gagasan. Setelah itu, perwakilan dari peta kesimpulan mempresentasikan hasil mappingnya di depan  panggung. Di penghujung acara, masing – masing kelompok memekikkan yel-yelnya, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama icon GSF 2019. Semangat mengikuti GSF 2019, semangat menghijaukan bumi, salam bumi hijau lestari.

Ditulis oleh : Ririn Nafiatin, S.Pd.I.
Wali Kelas 6C / SD Islam Surya Buana

Share:

Serunya Membatik di Soendari Batik and Art Gallery


Senin dan Selasa, 30 September - 1 Oktober 2019, siswa-siswi kelas 6 SD Islam Surya Buana melaksanakan study visual membatik yang terdapat dalam muatan pembelajaran tema 4 yaitu Globalisasi. Kali ini adalah kali kedua kami bekerjasama dengan Soendari Batik and Art Gallery yang beralamatkan di Jl.Permata Soehat A-2 Kota Malang. 

Sebelum hari pelaksanaan kunjungan, para siswa kelas 6 diberi kain mori berukuran kurang lebih 30 cm x 30 cm untuk membuat sketsa batik yang telah dipilih sebelumnya. Sketsa tersebut akan diproses lebih lanjut pada saat kunjungan study visual.
Sesampai di LKP Soendari Batik, para siswa mendapat materi singkat dari para instruktur tentang proses membatik. Proses membatik melalui beberapa tahap, yaitu pembuatan sketsa, pencantingan, pewarnaan, pengeringan, penguncian dengan waterglass, pengeringan lagi, pelorotan, dan sampailah pada pengeringan terakhir, sebelum akhirnya menjadi batik tulis. Dengan telaten, para instruktur membimbing siswa siswi kelas 6 dalam proses membatik.
Dalam kegiatan ini, nilai-nilai PPK yang diterapkan antara lain nilai religius, nasionalis, gotong royong, mandiri, dan integritas. Nilai religius tampak ketika sebelum berangkat study visual, para siswa melaksanakan ibadah harian yaitu shalat dhuha, membaca Asmaul Husna, hafalan surat pendek, dan doa bersama. Selain itu, mereka juga belajar untuk bersyukur atas kekayaan budaya Indonesia berupa batik.
Di tempat kunjungan, instruktur membentuk kelompok kecil untuk memudahkan proses membatik. Pembentukan kelompok ini bertujuan untuk menumbuhkan karakter saling bekerjasama dalam mencapai tujuan.
Kegiatan study visual ini juga bertujuan melestarikan warisan budaya bangsa Indonesia sehingga akan tumbuh rasa cinta tanah air atau nasionalisme.
Nilai karakter mandiri juga tampak ketika para siswa merapikan secara mandiri peralatan yang sudah digunakan dan mengecek barang bawaan agar tidak ada yang tertinggal.
Kecintaan para siswa terhadap batik juga menjadi bagian dari karakter integritas yang patut diteladani. Mereka menghasilkan karya yang kreatif dan inovatif dengan hasil usaha mereka sendiri, yang mungkin ini adalah kali pertama mereka mendapatkan pembelajaran membatik. 


So, bagaimana SBLovers? Apakah kalian juga ingin belajar membatik? Ayo, menjadi bagian anak bangsa yang ikut berperan dalam melestarikan budaya bangsa. Jika bukan kita, siapa lagi? Sampai jumpa di kegiatan kami berikutnya ♥
Ditulis Oleh : Novi Eka Sulistiawati, S.Pd.
Guru Kelas 6B / SD Islam Surya Buana

Share:

Tags

SD Islam Surya Buana Malang Surya Buana Malang SDI Surya Buana Jawa Pos Radar Malang Pembelajaran Tematik GSF 2017 Green School Festival 2017 Full Day School Pembelajaran Tematik Asyik dan Menarik Study Visual Pembelajaran Tematik yang Menarik Event Radar Malang Green School Media Pembelajaran Kreatif Media Pembelajaran Tematik Business Day PPDB SD Kota Malang Penerimaan Peserta Didik Baru SD Islam Surya Buana Malang dinas pendidikan kota malang Entrepreneur Pembelajaran Berbasis Proyek Green School Festival 2018 Penguatan Pendidikan Karakter Budaya Literasi Business Event Ngalam MTs Surya Buana Perguruan Surya Buana Malang SMA Surya Buana Eco Green Park Energi Alternatif Kincir Angin GSF 2018 Gebyar Kreativitas Anak Muslim Kantin Sehat Kemdikbud PPK Peduli Terhadap Makhluk Hidup Penerimaan Peserta Didik Baru SD Kota Malang Tematik YDSF visit malang BMKG Karangploso BMKG Karangploso Malang Buletin Mini Sekolah KBTK Surya Buana Kolej Tunku Kurshiah Malaysia Literasi Sekolah Makanan Sehat Nasionalisme Pengelolaan Kelas SDI Surya Buana Bebas Narkoba Sekolah Hijau Seputar Malang Wisuda Tahfidz Yayasan Dana Sosial Al Falah petik jeruk visit batu Anti Narkoba BNN Kota Malang BPTP BPTP Karangploso BSM Babinsa Dinoyo Badan Narkotika Nasional Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bank Sampah Kota Malang Batik Indonesia Batik Nasional Beautiful Lombok Biofilter Anaerob Buletin Mini Daur Ulang Sampah Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Malang Dinoyo Malang Display Kelas Ekstrakurikuler Membatik FRSIS FRSIS 2018 Festival 2017 Gerakan Literasi HUT Kota Malang 104 HUTRI HUTRI73 Humas Pemkot Batu Industri Keramik Innopa Innopa Indonesia Inobel Jatim Park 1 Jumat untuk Lombok Kantin Sehat Surya Buana Keamanan Pangan Kemerdekaan Keramik Dinoyo Koramil Koramil Lowokwaru Lalu Lintas Literasi Literasi Teknologi Informasi Lomba Agustusan Lomba Pengelolaan Kelas Lombok Mading 3D Mading Tiga Dimensi Malang Unik Mengetuk Pintu Surga Muharram 1439 H NKRI Ngalam Olahan Jagung Manis PJOK Parade Muharram 1439 H Parents Day Peduli Lombok Peduli Sampah Pelopor Keselamatan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Pemkot Batu Pendidikan Jasmani Peristiwa Rengasdengklok Polresta Kota Malang Potpourri Pray For Lombok Prestasi Yes Narkoba No Reuse Reduce Recycle Sampah Ekonomis Simposium Snake And Ladder Tahun Baru Hijriyah 1440 H Warisan Nenek Moyang YBCPM