Unggul dalam Prestasi, Terdepan dalam Inovasi,
Maju dalam Kreasi, dan Berwawasan Lingkungan.
  • Kolej Tunku Kurshiah Malaysia : Serunya Berkunjung ke Kompleks Sekolah Surya Buana

    Ada yang berbeda dengan Surya Buana di hari Minggu, 15 April 2018 ini. Sekolah yang biasanya sepi, hari ini mendadak rame.

  • Kolej Tunku Kurshiah Malaysia Berkunjung Ke Surya Buana dan Pemkot Batu

    Yayasan Bahana Cita Persada Malang Perguruan Surya Buana Malang, Jumat - Sabtu, 13-15 April 2018 menerima kunjungan dari Kolej Tunku Kurshiah Seremban Malaysia. 5 Cikgu beserta 29 murid disambut oleh Keluarga Besar Yayasan Bahana Cita Persada Malang tepatnya pada hari Jumat, 13 April 2018.

  • Hidup Sehat dimulai dari Makanan Sehat

    Salam sehat, SBLovers! Hari ini Rabu, 11 April 2018, SD Islam Surya Buana kedatangan tamu dari Dinas Kesehatan Kota Malang. Siswa-siswi kelas 4-5 SD Islam Surya Buana mendapat banyak ilmu tentang makanan sehat. Kegiatan Penyuluhan Keamanan Pangan yang dibuka oleh Pembina Yayasan Bahana Cita Persada, Ibunda Sri Istutik Mamiek ini juga bekerja sama dengan mahasiswa S2 Universitas Negeri Malang Jurusan Pendidikan Luar Sekolah.

  • Belajar Bijak Mengolah Sampah bersama Bank Sampah Kota Malan

    Jum'at, 6 April 2018, kembali siswa-siswi SD Islam Surya Buana menimba ilmu dari orang-orang yang berperan penting dalam menjaga lingkungan. Setelah beberapa hari yang lalu siswa-siswi belajar tentang ketertiban dari kepolisian, hari ini siswa-siswi kelas 4 dan 5 belajar tentang kebersihan lingkungan dan cara mengolah sampah agar bernilai guna dari Bank sampah Malang.

  • Belajar Tertib Lalu Lintas bersama Polresta Malang

    Pagi ini, Rabu 4 April 2018, siswa-siswi kelas 4 dan 5 SD Islam Surya Buana Malang belajar bersama dengan Polresta Malang tentang Etika Berlalu Lintas. Ipda M. Syaiku bersama Brigadir Polisi Nanang menyampaikan pentingnya bersikap santun dan saling menghargai dan menghormati antar sesama pengguna jalan atas dasar hak, kewajiban, dan kemanusiaan. Hal ini dilakukan demi terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalu lintas.

  • Celengan Cinta Untuk Sahabat di HUT Kota Malang ke-104

    (SbNews) - Berbeda dengan hari-hari biasanya, hari ini, Senin 2 April 2018, siswa-siswi SD Islam Surya Buana Malang berkostum batik dan membawa jajanan tradisional. Ya, kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kota Malang yang ke-104.

Saturday, October 20, 2018

Pembelajaran dan Pengalaman yang Berkesan di Wisata Bahari Lamongan


Kamis, 18 Oktober 2018, berbeda dari hari biasanya, kali ini siswa-siswi SD Islam Surya Buana tampak berbondong-bondong berkumpul di halaman parkir Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang. Tampak di sana sepuluh bus berjajar dengan dikelilingi oleh para orang tua yang mengantar siswa-siswi untuk bepergian. Semua siswa mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 tampak antusias. Ya, pada hari tersebut, keluarga besar SD Islam Surya Buana akan melaksanakan kegiatan Studi Empiris.
Studi Empiris merupakan salah satu program tahunan SD Islam Surya Buana.  Sekaligus sebagai salah satu perwujudan 3R yang merupakan  perguruan Surya Buana.  Dalam kegiatan ini, siswa-siswi diajak untuk lebih dekat dengan alam dan lingkungan sosial di sekitar. Dengan mengamati apa yang ada dan melakukan apa yang seharusnya dilakukan.
Studi Empiris ini tidak hanya menyiapkan siswa-siswi untuk cerdas dalam akademik saja. Tetapi, juga menyiapkan untuk menjadi insan yang cerdas sosial dan cerdas agama.
Tujuan SE tahun ini adalah Wisata Bahari Lamongan (WBL). Setelah menempuh perjalanan sekitar 4-5 jam, rombongan keluarga besar SD Islam Surya Buana tiba di sana sekitar pukul 11.00 WIB.
Kegiatan awal setiba di sana adalah bersiap untuk makan siang dan sholat jama' qosor dhuhur-asar. Setelah selesai, dilanjutkan dengan mengantri di loket masuk untuk masuk ke lokasi wisata.
Memasuki area wisata, banyak sekali wahana yang sangat menarik perhatian rombongan. Seperti wahana istana boneka, 3 dimensi, rumah kucing, rumah sakit hantu, paus dangdut, area ketangkasan, rumah  kaca, WBL Idol, balok apung, dan masih banyak lagi. Semua siswa-siswi didampingi oleh walikelas serta Bapak Ibu karyawan.
Puas selama kurang lebih 3-4 jam bermain di dalam wahana, rombongan SD Islam Surya Buana pun bersiap untuk kembali ke kota dingin, Malang. Tidak lupa pula, sambil bermain, siswa-siswi harus mengingat kembali semua pertanyaan dalam lembar kerja yang telah diberikan oleh sekolah.

Lembar kerja yang diberikan oleh sekolah berbeda-beda setiap tingkatan kelas. Ada yang membahas tentang jenis-jenis pekerjaan, sumber daya alam, bentuk benda-benda sekitar, hak dan kewajiban, modernisasi, dan lain sebagainya.
Tak hanya tentang aspek pengetahuan, lembar kerja tersebut juga berisi tentang aspek sosial dan spiritual.
Tepat pukul 17.00 WIB, bus pun melaju meninggalkan halaman parkir WBL. Di tengah perjalanan, rombongan melaksanakan sholat jama' qoshor Maghrib Isya' dan makan malam.
Di rancang semenarik mungkin sejak awal pemberangkatan hingga perjalanan pulang, semoga studi empiris kali ini menjadi pembelajaran dan pengalaman bermakna bagi keluarga besar SD Islam Surya Buana. Sampai ketemu di Studi Empiris tahun depan, ya!

Ditulis Oleh :
Ririn Nafi’atin, S.Pd.I. / Wali Kelas 4A
Fika Aprilia, S.Pd.I. / Wali Kelas 4B
SD Islam Surya Buana

Share:

Study Visual Kelas 1 : Naik Bus Macyto Hingga Berkunjung Ke Perpustakaan Kota


“Pagiku cerahku matahari bersinar, ku gendong tas merahku di pundak”, lagu bel pagi telah berbunyi, siswa-siswi SD Islam Surya Buana bergegas baris di depan kelas sebelum memulai aktifitas pembelajaran. Sesuai lagu bel masuk, hari itu Senin, 15 Oktober 2018 pagi terasa cerah. Suasana gembira sedang menyelimuti siswa-siswi kelas 1 SD Islam Surya Buana yang akan melaksanakan Study Visual.
Kegiatan study visual dengan tema pembelajaran “Kegiatanku” siswa-siswi kelas 1 kali ini diawali dengan berkeliling mengenal Kota Malang dengan menggunakan Bus Macyto. Rombongan siswa dan guru kelas 1 sampai di Tarekot Umum Kota Malang (Taman Rekreasi Kota Malang) Jl. Tugu No 1 Malang pukul 09.00 WIB.
Sambil menunggu giliran naik bus, siswa-siswi bermain di arena bermain. Siswa-siswi sangat senang bermain di area bermain. Selain itu, ada juga yang berjalan-jalan melihat hewan-hewan seperti kelelawar, landak, dan burung. Panas mulai terik, snack dan air minum sudah mulai habis, Bus Macyto yang kami tunggu belum datang juga. Kegiatan pun dilanjutkan dengan duduk berkelompok menulis cerita bersama Guru kelas masing-masing.
Tersiar kabar bahwa setengah jam lagi bus akan datang. Kami pun semakin semangat menunggu Bus Macyto. Tak terbayang nanti senangnya siswa-siswi yang sudah sabar menanti akan berkeliling kota naik kendaraan tersebut. Jam sudah menunjukkan pukul 11.10 WIB, kami pun solat dzuhur di masjid yang ada di situ. Setelah solat dzuhur, Bus Macyto yang kami tunggu sudah siap membawa kami berkeliling kota.
Tidak sia-sia kami menunggu, walau siang hari tapi naik Bus Macyto sangat menyenangkan dan tetap seru sekali. Bisa melihat indahnya dan hiruk pikuknya Kota Malang dari atas bus. Dengan naik Bus Macyto ini, siswa-siswi bisa melihat banyak kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar, seperti ada yang berjalan kaki di trotoar, ada yang naik becak, ada yang berjualan, melihat pengendara sepeda motor antri di lampu merah, ada polisi lalu lintas yang mengatur jalan, melihat banyak pertokoan berjajar, rumah sakit, sekolah-sekolah, kantor-kantor serta masih banyak lagi. Siswa-siswi juga bisa mengamati alam, indahnya alam ciptaan Allah yaitu pohon-pohon yang rindang di Kota Malang berwarna warni hijau, kuning, dan ungu serta pegunungan. Tak terasa 1 jam berlalu, sampailah kami kembali di Tarekot.
Siang hari kami masih semangat, rombongan pun melanjutkan perjalanan ke Perpustakaan Kota Malang.  Siswa-siswi bercerita kepada gurunya bahwa mereka sudah tidak sabar membaca buku-buku yang ada di sana dan meminjam buku cerita. Sesampainya di Perpus Kota, siswa-siswi berbaris bergegas meletakkan tas dan sepatu dengan rapi. Sebelum membaca, kami disambut oleh Bapak Ibu yang menjaga ruang baca anak. Siswa-siswi langsung menyerbu almari buku, mencari buku yang ingin mereka baca sendiri atau bersama dengan teman-teman. Mereka menambah wawasan dengan banyak membaca. Kegiatan menarik ini membuat siswa rajin membaca karena ada banyak sekali buku-buku yang bagus untuk mereka baca agar kelak menjadi anak yang pintar. Selesai membaca di perpustakaan kota, kami berpamitan dengan Bapak Ibu disana.
Selesai sudah kegiatan Study Visual kelas 1 dengan tema “Kegiatanku”. Hari ini dilalui dengan sabar dan menyenangkan. Terimakasih tak lupa kami sampaikan kepada Dinas Pariwisata dan Perpustakaan Umum Kota Malang untuk semua kegiatan yang menyenangkan.

Ditulis Oleh : Fitria Rohima Atika, S.Si. / Guru Kelas 1B
SD Islam Surya Buana

Share:

Belajar mengisi LJK bersama Faber Castell


Jumat, 12 Oktober 2018 siswa-siswi kelas 6 mendapatkan arahan dan bimbingan cara pengisian LJK bekerjasama dengan Faber Castell. Hal ini dilakukan karena masih banyak siswa yang belum memahami cara mengisi LJK. Kesalahan mengisi LJK dapat berakibat fatal pada hasil ujian. Bisa jadi pengisian LJK kurang tebal atau terlalu tebal. Jika sudah demikian, hasilnya tidak bisa terbaca komputer.
Dalam kesempatan tersebut, Faber Castell juga membagikan beberapa tips lulus ujian. Ada dua faktor, yaitu akademis dan teknis. Faktor akademis diantaranya, mempelajari dan memahami seluruh materi ujian sesuai kisi-kisi yang ditetapkan, berlatih dengan variasi soal yang ada di www.latihanujian.com, membahas materi yang kurang dipahami, serta membuat catatan ringkas yang mempermudah proses belajar. Sementara faktor teknis adalah pemilihan alat tulis. Alat tulis tersebut meliputi, pensil 2B harus ada tulisan for computer scanning, penghapus, alas papan dada, penggaris, dan rautan).
Faber castell juga berbagi tips cara mengisi LJK yang baik dan benar, diantaranya pensilnya diusahakan sedikit tumpul jika LJK berbentuk kotak, tetapi jika LJK berbentuk bulat, maka pensil diusahakan runcing. Kemudian menghapus jawaban salah harus bersih karena jika tidak bersih maka tidak terbaca komputer. Selama ujiang berlangsung, LJK tidak boleh basah, terlipat, robek, dan kotor. Menulis nama harus memakai huruf kapital, ketika menyilang jawaban tidak boleh keluar garis, serta mengerjakan soal yang mudah dahulu. Sementara faktor yang lainnya adalah kondisi mental, psikologis, dan lain-lain
Setelah memberikan tips dan faktor-faktor penentu lulus ujian, siswa-siswi kelas 6 melakukan praktik pengisian LJK dengan menggunakan pensil Faber Castell. Kemudian hasil pengisian LJK dikumpulkan dan dilakukan scanning menggunakan DMR (Digital Mark Reading). Hasil pengisian LJK paling bagus milik ananda Muhammad Rafif Nararya. Di akhir acara, ada kuis berkaitan dengan materi yang sudah disampaikan. Siswa yang bisa menjawab mendapatkan hadiah pensil dari Faber Castell.
Dengan adanya bimbingan dari Faber Castell, mudah-mudahan ananda selalu mendapatkan kemudahan dan kelancaran dalam mengerjakan ujian. Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin.

Ditulis Oleh : Novi Eka Sulistiwati, S.Pd. / Wali Kelas 6B / Guru IPS dan PKn Kelas 6
Share:

Serunya ikut Perjusa


Perjusa (Perkemahan Jumat Sabtu) SD Islam Surya Buana kembali diselenggarakan pada Jumat, 5 Oktober 2018 sampai dengan Sabtu, 6 Oktober 2018. Perkemahan yang diadakan setiap tahunnya dan berjalan kali kedua itu pun kembali membuka pengalaman baru bagi siswa-siswi SD Islam Surya Buana, khususnya kelas 4 dan 5. Kegiatan yang dinanti-nanti siswa akhirnya diselenggarakan dengan penuh kegembiraan dan suka cita. Antusias mereka terlihat dari setiap kegiatan yang mereka ikuti dengan semangat, meskipun terkadang mereka masih mengeluh karena panas dan kegiatan banyak berada di luar ruangan. Tetapi mereka diajarkan untuk melatih fisik dan implementasi materi-materi yang selama ini diajarkan di kelas setiap hari Jumat.
Tujuan perjusa dilaksanakan adalah untuk menunjang proses pembelajaran dan bagaimana belajar dikelas itu bisa digantikan dengan belajar diluar ruangan yang menyenangkan. Kegiatan ini diawali dengan adanya upacara pembukaan yang berada di halaman SD Islam Surya Buana Malang. Pramuka mengajarkan kemandirian, kekompakan, kerapian, dan ketegasan. Melalui perjusa, siswa-siswi mendapatkan ilmu baris-berbaris agar setiap upacara mereka dapat menerapkan pembelajaran tersebut.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam itu dilaksanakan dengan kegiatan yang menyenangkan. Malam harinya, dilanjutkan dengan api unggun yang dilaksanakan di halaman utama SD Islam Surya Buana. Diawali dengan upacara pembukaan penyalaan api unggun yang biasanya diikuti dengan ritual memutari kayu yang sudah disiapkan ditengah lapangan dengan mengucapkan Dasa Dharma Pramuka. Hal yang ditunggu-tunggu akhirnya sampai juga, dengan ditemani nyala api unggun dan juga penampilan dari regu-regu, menambah hangat suasana malam perkemahan.
Pagi harinya, kegiatan kembali diawali dengan sholat tahajud dan dilanjutkan sholat subuh. Dengan kondisi yang masih mengantuk, siswa-siswi tetap semangat menjalankan sholat sampai pada kultum yang bisa mengalihkan rasa ngantuk yang menerjang. Kegiatan dilanjutkan dengan senam pagi agar selama kegiatan badan tetap sehat dan segar.
Kegiatan pramuka adalah salah satu kegiatan yang banyak mengasah aspek psikomotorik siswa. Dengan adanya kegiatan Perjusa, mereka dapat mengenal apa arti dari kebersamaan, berbagi, kedisiplinan, dan banyak lagi lainnya. Kegiatan dilanjutkan dengan Jelajah Alam Bersama (JAB). Tujuan diadakannya JAB ini adalah mengasah beberapa kemampuan yang telah disebutkan diatas. Terdapat beberapa pos yang harus mereka tempuh. Dari pos pemberangkatan yaitu dari SD Islam Surya Buana hingga mereka kembali lagi ke sekolah. Di setiap pos terdapat tugas-tugas yang harus mereka kerjakan.Tugas di setiap pos yang diberikan berguna untuk menunjang kemampuan mengingat dan kecerdasan emosional dari setiap anak. Ada juga pos PBB (Pelatihan Baris Berbaris). Pos tersebut mengutamakan kerapian, disiplin, dan sikap-sikap dalam berbaris. Selanjutnya ada pos Sandi, yaitu pos yang didalamnya terdapat soal yang harus mereka jawab menggunakan sandi-sandi di dalam pramuka penggalang. Dengan begitu, penerapan ilmu yang diajarkan di dalam kelas dapat mereka gunakan. Pos selanjutnya yaitu pos KIM (Kemampuan Indra Meraba). Pos ini mengutamakan indera pengraba (tangan) mereka sebagai salah satu alat untuk meraba. Meskipun di pos ini mereka lumayan kesulitan, akan tetapi dipos ini mereka diajarkan untuk mengingat, apa saja yang mereka rasakan sesuai dengan apa yang mereka sentuh. Kemudian sampailah mereka di pos outbound. Pos outbond ini paling banyak ditunggu. Mereka bisa menggunakan strategi atau cara bermain tim dan kepercayaan sesama teman. Menyusun strategi dapat terlihat melalui kekompakan mereka. Kepemimpinan juga ikut diajarkan di pos outbond ini. Dengan adanya permainan kelompok, mereka dapat menyimpulkan bagaimana kerja keras sesama kelompok itu bisa membuahkan kemenangan.

Semoga perjusa kali ini menjadi salah satu pembelajaran dan pengalaman yang berkesan bagi siswa-siswi kelas 4 dan 5 SD Islam Surya Buana. Semoga perjusa tahun depan dapat terlaksana dengan metode pembelajaran baru, game baru, dan yang tentunya lebih menyenangkan, mengasyikkan, dan mencerdaskan.

Ditulis Oleh: Titik Diniyah / Pembina kelas 5

Share:

Jumat Berwarna dan Bermakna untuk Saudara kita di Donggala

Pasca Penilaian Tengah Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019, Jumat, 5 Oktober 2018 siswa-siswi SD Islam Surya Buana mempunyai tiga kegiatan yang inspiratif. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk respon cepat lembaga terhadap bencana gempa dan tsunami yang sedang melanda Sulawesi Tengah dan sekitarnya.
Kegiatan pertama adalah penyuluhan tentang cara menyelamatkan diri dari gempa dan beberapa bencana yang disampaikan langsung oleh Bapak Sadono dan Bapak Johan dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Malang. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada siswa dalam menghadapi bencana.
Bapak Johan menyampaikan beberapa tips kepada siswa ketika di sekolah sedang terjadi bencana gempa. Tips tersebut adalah melindungi kepala menggunakan tas, jangan panik, apabila gempa tidak terlalu besar bisa berlindung di bawah meja terlebih dahulu, menjauh dari kaca, berlindung di tempat terbuka, dan jangan pulang karena membuat bingung orang tua.
Selain berbagi tips aman, Bapak Johan juga mengedukasi siswa-siswi dengan nyanyian yang mudah diingat. Ada yang mau tahu liriknya? Seperti ini, nih liriknya. Dinyanyikan dengan nada lagu Dua Mata Saya, ya!
"Kalau ada gempa lindungi kepala,
Kalau ada gempa masuk kolong meja,
Kalau ada gempa menjauh dari kaca,
Kalau ada gempa larilah ke tempat yang terbuka"
Siswa-siswi tampak antusias dalam menyimak dan mengikuti nyanyian yang dinyanyikan oleh Bapak Johan. Sesampai di kelas pun, mereka dengan lantangnya menyanyikan lagu tersebut. Wah, sangat bermakna, ya rupanya?
Kegiatan kedua adalah pengumpulan donasi untuk saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa dan tsunami di Palu serta Donggala. Seperti kegiatan donasi sebelumnya, kegiatan donasi kali ini juga bekerja sama dengan YDSF Kota Malang. Siswa-siswi menyiapkan amal terbaik mereka. Bahkan, ada yang menyumbangkan seluruh tabungannya. Kegiatan peduli gempa dan tsunami ini dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa simpati dan empati pada siswa. Data terakhir donasi yang terkumpul sebanyak Rp 16.487.500,-. Semoga bisa bermanfaat dan bisa sedikit meringankan beban saudara kita yang berada di Palu dan Donggala.
Serangkaian kegiatan donasi yang bekerjasama dengan YDSF adalah cerita ceria yang disampaikan oleh Kak Bagus. Mulai dari ice breaking, sulap, games, dan puncaknya adalah mendongeng yang dikemas dengan sangat variatif. Cerita ceria ini sungguh menarik perhatian seluruh warga SD Islam Surya Buana. Sesuai dengan judulnya, semua orang menjadi ceria karena mendengarkan cerita dari Kak Bagus ini. Di dalam ceritanya, tersisip pesan-pesan berharga untuk siswa-siswi. Dengan media "Boneka Untung", Kak Bagus berpesan kepada siswa-siswi untuk rajin sholat, mengaji, bersedekah, dan pesan-pesan yang baik lainnya yang mengedukasi siswa-siswi untuk menjadi anak yang sholih dan sholihah dengan taat menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Penyampaian yang menarik ini bisa menjadi inspirasi Bapak Ibu Guru untuk berinovasi dalam pembelajaran yang menyenangkan. Rasanya waktu 30 menit sangat kurang untuk cerita ceria dari Kak Bagus. Kami semua berharap agar bisa mendengarkan cerita ceria dari Kak Bagus di lain waktu dengan durasi yang lebih lama lagi. Jumat kali ini sungguh berwarna dan bermakna. Berwarna dan bermakna untuk kita semua, khususnya untuk saudara kita di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah.
Terimakasih banyak atas kerja sama dari berbagai pihak. Semoga dicatat Allah sebagai amal sholih. Aamiin aamiin aamiin.
Dari Abu Hurairah  dia berkata: Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang membantu seorang muslim (dalam) suatu kesusahan di dunia maka Allah akan menolongnya dalam kesusahan pada hari kiamat, dan barangsiapa yang meringankan (beban) seorang muslim yang sedang kesulitan maka Allah akan meringankan (bebannya) di dunia dan akhirat” - HSR Muslim (no. 2699).

Ditulis Oleh :
Mega Jasinta, S.Pd. / Wali Kelas 1B – Guru Bahasa Inggris Kelas Atas
Kurniawati, S.Si., S.Pd. / Waka Kurikulum - Wali Kelas 6C – Guru Matematika Kelas 6

Foto Oleh :
M. Ilyas Al-Rochim, S.Pd. Gr. / Guru PJOK Kelas Bawah
Share:

Menumbuhkan Kecerdasan Intrapersonal melalui Kegiatan Membatik


Kegiatan studi visual atau studi lapang merupakan suatu kegiatan yang sudah diterapkan di SD Islam Surya Buana Malang untuk dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan kualitas siswa. Studi visual yang dilaksanakan oleh siswa kelas VI kali ini adalah untuk mengenalkan budaya dan hasil karya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yaitu Batik. Tujuan studi visual yang dilaksanakan oleh siswa kelas VI bertujuan untuk melatih sikap Persatuan dalam Perbedaan (Tema 2), menumbuhkan kreativitas dalam membuat suatu kerajinan batik, dan menumbuhkan kecerdasan intrapersonal dalam diri siswa kelas 6. Bagaimana bisa batik dapat menciptakan sikap persatuan dan menumbuhkan kecerdasan intrapersonal? Jawabannya sangat BISA. Ketiga tujuan tersebut telah dibuktikan oleh siswa kelas VI dalam kegiatan membatik yang dilaksanakan di “Gallery SoendariBatik and Art.
Galeri ini bertempat di Perum. Permata Suhat A2, Kota Malang. Menyediakan berbagai alat membatik lengkap, kain batik dengan teknik cap dan tulis, dan baju batik yang berkualitas hasil kerajinan tangan asli yang berkualitas. Kegiatan membatik dipandu oleh tim ahli Galeri Soendari yang terdiri dari 5 instruktur terdiri dari 3 orang perempuan dan 2 orang laki-laki. Menurut Mbah Sugik (Instruktur senior di Galeri Soendari), membatik itu perlu kesabaran dan ketelatenan serta kemauan dari dalam diri, kalau tidak sabar jadinya coretan bukan motif batik yang berkualitas. Berawal dari perkataan tersebut, siswa kelas VI SD Islam Surya Buana menumpahkan semangat dan usahanya dalam proses mencanting, pewarnaan, plorotan warna, sampai finishing atau pengeringan.
Kegiatan awal yang dilakukan oleh siswa adalah mencanting. Kegiatan ini dilakukan dengan menutup pola gambar yang telah dibuat sebelumnya di kelas dengan malam/lilin cair yang dipanaskan di atas kompor. Mereka melakukan dengan bekerja sama, saling berbagi, dan saling membantu untuk menyelesaikan pencantingan dengan pendampingan dan arahan dari tim Galeri Soendari. Kegiatan ini menumbuhkan kecerdasan intrapersonal yang dimiliki oleh masing-masing siswa. Siswa melakukan dengan sabar, dengan telaten, hati-hati, dan saling memberi motivasi satu sama lain. Menurut Gardner (2003), kecerdasan intrapersonal merupakan kemampuan seseorang untuk tanggap dengan perasaan yang dimiliki agar mudah introspeksi diri dan mengenal kelebihan dan kelemahan yang dimiliki dalam diri pribadi, sehingga menghasilkan perilaku yang bermanfaat bagi orang lain.
Tidak hanya kegiatan mencanting saja yang dapat menumbuhkan kecerdasan intrapersonal siswa, melainkan ada kegiatan pewarnaan hingga finising. Laki-laki dikenal sebagai manusia yang kurang sabar dan telaten. Tetapi hal tersebut tidak terbukti pada dalam diri anak tersebut. Devan melakukan proses pewarnaan dengan telaten, sabar, dan sangat hati-hati agar menghasilkan batik yang berkualitas. Bermodalkan kemampuan intrapersonal yang dimiliki oleh setiap siswa, batik-batik indah dengan corak warna yang super-super kreatif, menjadikan mereka mampu belajar untuk menghasilkan karya sederhana untuk diberikan kepada Bunda dan Ayah mereka. Selain karya batik yang dihasilkan, mereka juga mendapatkan pelajaran tentang alat-alat musik tradisional yang juga masih tersimpan rapi dan terjaga keawetannya, masih bisa dimainkan dengan baik, dan suara yang dihasilkan dari alat musik tersebut masih nyaring. Selain alat musik tradisional, juga tersedia benda-benda antik yang tersedia dulu di tahun ’90 an, sehingga selain belajar batik hingga mahir, orang yang datang ke galeri soendari akan banyak mendapatkan pembelajaran tentang kebudayaan dan warisan negeri yang tersimpan rapi.
 Kebahagiaan anak-anak kelas VI sangat terpancar dari seluruh kegiatan studi visual yang dilaksanakan di Gallery Soendari Batik and Art. Kegiatan yang sangat menyenangkan, mengasyikkan, dan mencerdaskan. Semoga Allah SWT menjadikan semua siswa SD Islam Surya Buana menjadi anak-anak yang cerdas, memiliki IMTAQ yang luar biasa, dan selalu berkarya untuk negara tercinta Indonesia.

Salam literasi demi mewujudkan kecerdasan anak bangsa…

Ditulis Oleh : Mohammad Yusuf Arifin, M.Pd
Guru Kelas VI-A
SD Islam Surya Buana Malang

Daftar Pustaka :
Gardber, H. 2003. Multiple Intelligence: Kecerdasan Majemuk dalam Teori dan Praktek. Batam: Interaksa

Share:

Menumbuhkan Minat Baca Anak Usia Dini (Kandungan)


Pada Minggu, 23 September 2018 Perguruan Surya Buana Malang mengirimkan 3 delegasi dari masing-masing lembaga mulai dari KB-TK, SDI dan MTs Surya Buana Malang dalam acara “Talkshow Menumbuhkan Minat Baca Anak Usia Dini (Kandungan)” di Pendopo Kabupaten Malang. Acara ini diselenggarakan oleh L-PSDM Titian Insan Cemerlang (TIC) bekerjasama dengan Komunitas Belajar Bengkel Kreasi serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Malang dalam rangka memperingati Pekan Buku Nasional 2018 dan Roadshow Literasi Nasional. Banyak pejabat teras yang hadir dalam acara ini mengingat pentingnya menggalakkan budaya literasi.
Narasumber pertama pada talkshow kali ini adalah Bapak Dr. Tjahjo Suparjogo, M.Si. Beliau adalah motivator minat baca nasional, reviewer buku-buku parenting Kemendikbud, dan fasilitator minat baca perpustakaan RI. Sedangkan narasumber kedua adalah Bunda Aini-Kiki. Beliau adalah Ibunda dari Aini, penulis buku KKPK (Kecil-kecil Punya Karya), penulis buku “Membaca se Asyik Bermain”, penulis buku parenting Kemendikbud, dan pembicara parenting sahabat keluarga di youtube.
Mengawali talkshow pada kesempatan itu, Pak Cahyo -sapaan akrab Bapak Dr. Tjahjo Suparjogo, M.Si. - menyampaikan bahwa menurut data  UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1000 orang di Indonesia, hanya 1 orang yang rajin membaca. Riset berbeda bertajuk “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Sedangkan data PISA (Program for International Student Assessment, red) peringkat Indonesia dalam hal minat membaca adalah 69 dari 76 negara. PISA merupakan sistem penilaian secara internasional yang menitikberatkan pada kemampuan anak usia 15 tahun dalam bidang literasi membaca, literasi matematika dan literasi dalam bidang sains. Ini adalah fakta yang sangat memprihatinkan. Ada 3 topik penting yang beliau sampaikan yaitu (1) Kiat-kiat gemar membaca, (2) Pengembangan Bahasa Saling (3) Intervensi dini dalam membaca.
Pada topik pertama beliau menyampaikan bahwa kita lah penentu anak kita memiliki minat dan gemar membaca atau tidak. Sebelum adanya sanggar baca, dan sebagainya maka minat baca pada dasarnya bisa ditumbuhkan dari keluarga. Jika minat tersebut sudah ditumbuhkan kemudian diasah maka akan menjadi kegemaran, lalu menjadi hobi, kebiasaan / habbit dan pada akhirnya budaya. Budaya membaca/literasi inilah yang kita harapkan untuk memperbaiki kondisi negara kita dari langkah kecil. Fenomena yang terjadi selama ini dan sebenarnya salah kaprah adalah para orang tua menyerahkan sepenuhnya kepada PAUD dan lepas tangan di dalam membudayakan literasi. Padahal, keluarga lah penentu segalanya. Analogi terdapat 2 kondisi pohon yaitu pohon rindang dan pohon kering, sebenarnya yang membedakan keduanya adalah seberapa besar stimulus membaca dari keluarga sehingga sel syaraf otak pada anak-anak bercabang banyak atau sedikit.
Pada topik kedua beliau menyampaikan bahwa ada keterkaitan antara mendengar→berbicara, dan menulis→membaca. Maksudnya adalah seorang anak tidak akan mampu berbicara jika tidak pernah mendengar sesuatu. Kemudian seorang anak juga tidak akan mampu membaca jika tidak pernah menulis sesuatu. Jadi, sebelum ditemukan teori membaca, mendengar adalah proses alamiah dan orang tua wajib memperdengarkan sesuatu kepada anak. Dengan kata lain, banyak sedikitnya diksi yang dimiliki oleh anak tergantung diksi yang sering diberikan dan diekspresikan orang tua.
Pada topik ketiga beliau menjelaskan bahwa intervensi dini dalam membaca bisa dimulai sejak dalam kandungan. Para ibu dan ayah diharapkan berbicara yang lembut, karena pada dasarnya janin sudah  bisa merasakan dengan hati meskipun indra pendengarannya belum sempurna. Para bunda lebih bagus lagi jika memperdengarkan suara-suara seperti musik instrumental, ayat-ayat suci Al-Qur’an, bisa melakukan monolog seperti bersholawat, bahkan bisa berdialog menggunakan media buku, atau mengajak komunikasi si janin dengan sapaan penuh kasih sayang. Jika hal ini dipatuhi inshAllah buah hati akan terlahir dengan sempurna, cerdas dan sholih/ah serta kutu buku.
Narasumber kedua, Bunda Aini mengangkat topik yang tak kalah seru dari pembicara pertama yaitu “Mendidik Anak di Era Digital”. Prolog beliau adalah hadiah terbaik adalah buku. Empat Tips Menumbuhkan Minat Baca sejak Dini, yaitu 4”Si” : 1) Stimulasi, 2). Imitasi, 3). Fasilitasi, 4). Apresiasi.
Stimulasi bisa dilakukan dengan cara memberikan hadiah / reward yang dicapai anak berupa buku, tampakkan gesture berbinar-binar saat melihat judul buku yang bagus (Wah, bagusnya buku itu!!), menjadi role model yang mencintai buku, jika orang tua selalu bermain gadget, dapat dipastikan si anak juga suka gadget, serta memberi contoh membaca buku setiap saat.
Imitasi/ peniru ulung. Seperti Semboyan Ki Hajar Dewantoro”Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.” Anak lebih suka meniru tingkah laku orang tua daripada ucapan. Anak lebih mudah meniru apa yang kita lakukan daripada yang kita perintahkan.
Fasilitasi, yaitu memberikan fasilitas kepada siswa. Hal itu bisa dilakukan dengan meletakkan buku tidak jauh dari arena bermain. Yang terakhir yaitu apresiasi. Apresiasi adalah memberi penghargaan kepada anak jika sudah mulai menunjukkan kegemaran membaca buku meskipun dalam prosentase yang masih sangat kecil.
Pada akhir penyajian materi, beliau menyampaikan penelitian yang menunjukkan bahwa Bill Gates (salah seorang pengusaha revolusi komputer pribadi terkenal di dunia) memberikan piranti teknologi  ke putrinya pada saat usia 14 tahun. Pemberian tersebut disertai dengan penjelasan (SOP), manfaat saat itu dan ke depannya seperti apa. Nah, bagaimana dengan kita? Selama ini para orang tua sangat bangga jika sudah memberikan gadget kepada anaknya yang masih kecil bahkan balita, yang notabene belum cukup umur dan belum bisa bijak dalam memanfaatkan media sosial, belum bisa memfilter konten mana yang baik dan tidak baik untuk dikonsumsi.
Sekian ulasan singkat artikel tentang Menumbuhkan Minat Baca Anak Usia Dini, semoga kita bisa mengaplikasikan untuk diri sendiri, keluarga, kelas, sekolah, masyarakat hingga akhirnya tercipta bangsa yang haus akan membaca kapan pun dan di manapun berada.

Oleh: Kurniawati, S.Si., S.Pd.
Guru Kelas VI-C dan Waka Kurikulum SDI Surya Buana Malang

Share:

Tags

SD Islam Surya Buana Malang Surya Buana Malang SDI Surya Buana Jawa Pos Radar Malang Pembelajaran Tematik GSF 2017 Green School Festival 2017 Full Day School Pembelajaran Tematik Asyik dan Menarik Pembelajaran Tematik yang Menarik Study Visual Event Radar Malang Green School Media Pembelajaran Kreatif Media Pembelajaran Tematik Business Day PPDB SD Kota Malang Penerimaan Peserta Didik Baru SD Islam Surya Buana Malang dinas pendidikan kota malang Entrepreneur Pembelajaran Berbasis Proyek Green School Festival 2018 Penguatan Pendidikan Karakter Budaya Literasi Business Event Ngalam MTs Surya Buana Perguruan Surya Buana Malang SMA Surya Buana Eco Green Park Energi Alternatif Kincir Angin GSF 2018 Gebyar Kreativitas Anak Muslim Kantin Sehat Kemdikbud PPK Peduli Terhadap Makhluk Hidup Penerimaan Peserta Didik Baru SD Kota Malang Pengelolaan Kelas Tematik YDSF visit malang BMKG Karangploso BMKG Karangploso Malang Buletin Mini Sekolah Display Kelas KBTK Surya Buana Kolej Tunku Kurshiah Malaysia Literasi Sekolah Makanan Sehat Nasionalisme SDI Surya Buana Bebas Narkoba Sekolah Hijau Seputar Malang Wisuda Tahfidz Yayasan Dana Sosial Al Falah petik jeruk visit batu Anti Narkoba BNN Kota Malang BPTP BPTP Karangploso BSM Babinsa Dinoyo Badan Narkotika Nasional Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bank Sampah Kota Malang Batik Indonesia Batik Nasional Beautiful Lombok Biofilter Anaerob Buletin Mini Daur Ulang Sampah Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Malang Dinoyo Malang Ekstrakurikuler Membatik FRSIS FRSIS 2018 Festival 2017 Gerakan Literasi HUT Kota Malang 104 HUTRI HUTRI73 Humas Pemkot Batu Industri Keramik Innopa Innopa Indonesia Inobel Jatim Park 1 Jumat untuk Lombok Kantin Sehat Surya Buana Keamanan Pangan Kelas Cerdas Kelas Menyenangkan Kemerdekaan Keramik Dinoyo Koramil Koramil Lowokwaru Lalu Lintas Literasi Literasi Teknologi Informasi Lomba Agustusan Lomba Pengelolaan Kelas Lombok Mading 3D Mading Tiga Dimensi Malang Unik Manajemen Kelas Mengetuk Pintu Surga Muharram 1439 H NKRI Ngalam Olahan Jagung Manis PJOK Parade Muharram 1439 H Parents Day Peduli Lombok Peduli Sampah Pelopor Keselamatan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Pemkot Batu Pendidikan Jasmani Peristiwa Rengasdengklok Polresta Kota Malang Potpourri Pray For Lombok Prestasi Yes Narkoba No Reuse Reduce Recycle Sampah Ekonomis Simposium Snake And Ladder Tahun Baru Hijriyah 1440 H Warisan Nenek Moyang YBCPM