Unggul dalam Prestasi, Terdepan dalam Inovasi,
Maju dalam Kreasi, dan Berwawasan Lingkungan.
  • Perdana, Majelis Penyejuk Hati oleh K.H. Zainal Arifin Al-Nganjuki

    Majelis Penyejuk Hati SD Islam Surya Buana perdana dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 Februari 2020.

  • Kolej Tunku Kurshiah Malaysia Berkunjung Ke Surya Buana dan Pemkot Batu

    Yayasan Bahana Cita Persada Malang Perguruan Surya Buana Malang, Jumat - Sabtu, 13-15 April 2018 menerima kunjungan dari Kolej Tunku Kurshiah Seremban Malaysia. 5 Cikgu beserta 29 murid disambut oleh Keluarga Besar Yayasan Bahana Cita Persada Malang tepatnya pada hari Jumat, 13 April 2018.

  • Hidup Sehat dimulai dari Makanan Sehat

    Salam sehat, SBLovers! Hari ini Rabu, 11 April 2018, SD Islam Surya Buana kedatangan tamu dari Dinas Kesehatan Kota Malang. Siswa-siswi kelas 4-5 SD Islam Surya Buana mendapat banyak ilmu tentang makanan sehat. Kegiatan Penyuluhan Keamanan Pangan yang dibuka oleh Pembina Yayasan Bahana Cita Persada, Ibunda Sri Istutik Mamiek ini juga bekerja sama dengan mahasiswa S2 Universitas Negeri Malang Jurusan Pendidikan Luar Sekolah.

  • Belajar Bijak Mengolah Sampah bersama Bank Sampah Kota Malan

    Jum'at, 6 April 2018, kembali siswa-siswi SD Islam Surya Buana menimba ilmu dari orang-orang yang berperan penting dalam menjaga lingkungan. Setelah beberapa hari yang lalu siswa-siswi belajar tentang ketertiban dari kepolisian, hari ini siswa-siswi kelas 4 dan 5 belajar tentang kebersihan lingkungan dan cara mengolah sampah agar bernilai guna dari Bank sampah Malang.

  • Belajar Tertib Lalu Lintas bersama Polresta Malang

    Pagi ini, Rabu 4 April 2018, siswa-siswi kelas 4 dan 5 SD Islam Surya Buana Malang belajar bersama dengan Polresta Malang tentang Etika Berlalu Lintas. Ipda M. Syaiku bersama Brigadir Polisi Nanang menyampaikan pentingnya bersikap santun dan saling menghargai dan menghormati antar sesama pengguna jalan atas dasar hak, kewajiban, dan kemanusiaan. Hal ini dilakukan demi terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalu lintas.

  • Celengan Cinta Untuk Sahabat di HUT Kota Malang ke-104

    (SbNews) - Berbeda dengan hari-hari biasanya, hari ini, Senin 2 April 2018, siswa-siswi SD Islam Surya Buana Malang berkostum batik dan membawa jajanan tradisional. Ya, kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kota Malang yang ke-104.

Tuesday, January 30, 2018

Menambah Pengalaman Berkesan di BPTP Karangploso

Pada hari Rabu, 29 Januari 2018 siswa dan guru kelas 1 melakukan Study Visual ke BPTP. Apa itu BPTP? BPTP adalah kepanjangan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, BPTP bertempat di Karangploso Malang. Study Visual ini telah disesuaikan dengan tema pembelajaran tematik tentang Pengalamanku, Subtema Pengalaman Yang Berkesan.
Jadwal keberangkatan siswa kelas 1 dimulai dari jam 08.00 sampai di BPTP pada pukul 09.00. Sesampainya disana, siswa-siswi disambut para kakak-kakak pembina BPTP yang akan menjadi tour guide pada hari itu. Tidak hanya itu saja, siswa-siswi langsung diajak ke Sawung BPTP untuk acara pembukaan dan perkenalan macam-macam tumbuhan serta membacakan kegiatan yang akan dilakukan di BPTP.
Berikut adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan siswa-siswi kelas 1 SD Islam Surya Buana selama di BPTP :
1. Membuat makanan ringan tanpa pengawet dan penguat rasa
Setelah acara pembukaan, siswa diajak untuk melihat bagaimana cara membuat makanan ringan yang sehat alami sesuai dengan kelompok kelasnya masing-masing. Kelas yang pertama masuk untuk melihat cara pembuatan makanan ringan adalah kelas 1A dan 1D, disusul kelas 1C dan 1B. Siswa-siswi sangat antusias mendengarkan kakak panitia yang menjelaskan cara membuat makanan ringan. Selama proses pembuatan makanan ringan,  siswa-siswi diberikan pertanyaan berkaitan dengan tumbuhan. Setelah kegiatan pembuatan makanan ringan selesai, siswa baris diluar ruangan untuk pembagian makanan ringan sehat gratis dari kakak panitia dan siswa-siswi pun bersiap melaksanakan kegiatan selanjutnya.
2. Menanam biji kangkung
Setelah membuat makanan ringan, siswa-siswi diarahkan menuju kebun untuk melakukan kegiatan selanjutnya yakni menanam biji kangkung. Dengan adanya arahan dari kakak panitia, siswa-siswi dapat mengetahui cara menanam biji kangkung yang benar, yakni mengambil biji kangkung secukupnya kemudian biji kangkung ditabur ke tanah yang berlubang secara merata.
3. Memanen kangkung
Selain menanam biji kangkung, siswa-siswi juga diajak untuk memanen kangkung yang sudah siap panen. Pertama, siswa-siswi diberi arahan dari kakak panitia, selanjutnya mereka langsung praktik dengan cara mengambil kangkung yang sudah siap panen. Mengambil kangkung dengan mencabut dari bagian pangkal dengan menyertakan akarnya.
4. Menanam benih dalam pollybag
Siswa-siswi diberi pollybag, kemudian masing-masing mengisinya dengan tanah yang telah dicampur dengan sekam. Siswa-siswi membuat lubang dengan jari dan benih terong dimasukkan ke dalam lubang tersebut, kemudian lubang tersebut ditutup.
5. Berkunjung ke Green House
Setelah kegiatan menanam, siswa-siswi bersama kakak panitia diajak untuk mengunjungi green house. Disana, banyak terdapat beberapa jenis tanaman hias diantaranya, anggrek, aglonema, dan masih banyak lagi yang lainnya.
6. Memberi makan hewan ternak
Tidak jauh dari Green House, disana terdapat kolam ikan, kandang kelinci, kandang kambing, dan kandang sapi. Disana siswa-siswi mendapat pengalaman memberi makan hewan ternak yang ada disana.
7. Menanam padi dan bermain lumpur di sawah
Kegiatan yang terakhir adalah menanam padi di sawah. Kegiatan ini adalah kegiatan yang paling menarik bagi siswa-siswi. Karena bisa merasakan pengalaman menanam padi dan bermain lumpur yang jarang didapatkan.

Setelah serangkaian kegiatan selesai, siswa-siswi diberikan waktu untuk membersihkan badan dan makan snack bersama. Untuk penutupan acara, dari BPTP membagikan es krim, makanan ringan, dan hasil panen dari kebun BPTP. Semoga menjadikan pengalaman yang sangat bermakna, ya! Khususnya bagi siswa kelas 1 SD Islam Surya Buana Malang. Sampai jumpa di cerita berikutnya!

Ditulis Oleh : Nurul Fakihatul Jannah, S.Pd.
Guru Kelas I-C
SD Islam Surya Buana Malang
Share:

Sunday, January 28, 2018

Melalui Gebyar Kreativitas Anak Muslim, SD Islam Surya Buana Mengajak Berkompetisi dan Berkarya

        Sabtu, 27 Januari 2018. Tidak seperti hari Sabtu biasanya, hari ini halaman SD Islam Surya Buana tampak ramai dan meriah. Mulai pukul 06.30 WIB, halaman sekolah mulai dipenuhi Ayah Bunda yang dengan sangat antusias dan semangat mengantar putra dan putrinya untuk mengikuti lomba yang diadakan oleh SD Islam Surya Buana. Ya. Hari ini ada event rutin tahunan Gebyar Kreativitas Anak Muslim 2018. Selain Ayah dan Bunda, banyak juga Bapak Ibu Guru yang tampak berbondong-bondong bersama puluhan  muridnya  yang menjadi delegasi sekolah.
         Kegiatan rutin tahunan SD Islam Surya Buana ini sebelumnya bernama Gebyar Maulid. Pada kesempatan kali ini, acara yang diketuai oleh Bapak M. Yusuf Arifin., M.Pd., salah satu guru kelas 6 SD Islam Surya Buana ini mengusung tema “Membangun Insan yang cerdas, Kreatif, Mandiri dan Berkarakter Akhlakul Karimah”. Dengan harapan, semua peserta  yang berpartisipasi dalam kegiatan ini mampu menjadi pribadi yang lebih baik. 
          Acara gebyar ini dibuka untuk seluruh siswa dan siswi KB/ TK/ RA se-Malang Raya.  Terdapat sekitar 15 lembaga yang mendaftar dengan jumlah peserta lomba sekitar 170
siswa. Peserta kegiatan ini adalah siswa kelas TK A dan TK B yang didaftarkan oleh lembaga maupun perorangan.
Terbayang bagaimana meriah dan serunya acara yang telah berlangsung di SD Islam Surya Buana pagi hingga siang tadi.
      Jenis perlombaan yang terdapat dalam kegiatan ini ada 6 lomba yang sangat seru dan juga mendidik pastinya. Lomba-lomba tersebut adalah hafalan surat pendek, hafalan doa sehari-hari, adzan, cerdas cermat, olimpiade matematika, dan mewarna. Tak ada satu pun jenis lomba yang tidak diminati. Akan tetapi, yang paling diminati oleh peserta adalah lomba mewarna, yang setiap tahunnnya selalu  mendapatkan peserta lomba terbanyak. 
           Tepat pukul 08.00, acara Gebyar dimulai oleh Ibu Fika Aprilia dan Ibu Kurniawati sebagai MC dan dibuka oleh Ibu Pembina Yayasan Bahana Cita Persada Malang Ibu Hj. Sri Istuti Mamiek, M. Ag. Setelah dibuka, peserta lomba dipersilahkan untuk menuju ke tempat lomba masing-masing. Disela-sela perlombaan, banyak tampilan-tampilan yang disuguhkan untuk mengisi waktu Ayah Bunda yang menunggu putra-putrinya lomba. Diantaranya adalah penampilan dari siswa ekstra tari, ekstra tapak suci, ekstra fashion, pencak silat, taekwondo, Ummi, dan lain sebagainya. Acara yang disuguhkan oleh siswa dan siswi ekstra SD Islam Surya Buana Malang ini mampu membuat tertarik dan kagum para audien. Selain penampilan, ada juga pembacaan undian doorprize yang hadiahnya sangat menarik.
     Acara yang dinanti-natikan oleh seluruh Ayah Bunda dan juga guru KB/TK ini selalu mendapatkan dukungan dari masyarakat. Terbukti dengan banyaknya peserta yang berpartisipasi dalam lomba. Selain itu, juga terdapat banyak pihak sponsorsip yang memeberikan dukungan secara moril maupun materil. Pihak-pihak yang menjadi spronsorsip dalam kegiatan ini diantaranya adalah air minum subuh, togamas, T
upperware, Cimory, Bank Jatim, toko kain Nelly, pecel Kane, Child Go, Nutrifood, dan lain sebagainya. Banyakya pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan ini sangat membantu dalam mensukseskan acara.
       Berikut ini adalah daftar juara dalam rangkaian Gebyar Kreativitas Anak Muslim 2018 di SD Islam Surya Buana Malang.


      Adapun Juara Umum diraih oleh RA Muslimat NU 1 dengan total juara sebanyak 8 juara. Semoga dengan terselenggaranya kegiatan ini bisa turut serta mewujudkan generasi masa depan yang berakhlaqul karimah. Sampai bertemu di Gebyar Kreativitas Anak Muslim 2019!

Ditulis Oleh : 
Ririn Nafiatin, S.Pd.I. (Guru Kelas IV-A)
Sri Winarti, S.Psi. (Guru Kelas III-C)
SD Islam Surya Buana Malang

Share:

Saturday, January 27, 2018

Pembelajaran Pendidikan Jasmani berbasis Model Permainan

Pendidikan Jasmani merupakan salah satu mata pelajaran yang selalu ada di setiap jenjang pendidikan, tanpa terkecuali di SD Islam Surya Buana. Dalam pembelajarannya pun, aspek psikomotor masih sering menjadi persentase terbesar, tapi bukan berarti aspek kognitif dan juga afektif tidak dimunculkan. Konsep pembelajaran yang bagaimana yang harus diciptakan guru agar kegiatan siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani mampu berjalan dengan porsi ketiga aspek yang merata. Kreatifitas mutlak diperlukan guru dalam penyusunan strategi pembelajaran yang dipilih. Dengan tujuan agar siswa mampu menyerap serta mendapatkan sesuatu yang berharga dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Jasmani tersebut.
Pemanfaatan media serta penggunaan sarana dan prasarana dengan maksimal dibarengi dengan strategi yang tepat akan menciptakan sebuah pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan siswa serta menyenangkan. Tentunya strategi yang dipilih oleh seorang guru akan berperan terhadap keberlangsungan pembelajaran, apakah nantinya siswa merasa bosan atau merasa bahwa pembelajaran Pendidikan Jasmani dengan metode permainan dapat membuat siswa merasa senang dalam mengikuti pembelajaran.
Salah satu contoh permainan yang dimunculkan dalam pembelajaran ialah “make a choice”. Siswa diajak bermain dengan tujuan diantaranya melatih kecepatan, koordinasi gerak, melatih daya ingat serta konsentrasi mereka terhadap perintah. Tahap pertama dalam permainan ini adalah berlari zig-zag. Berlari zig-zag dapat melatih kecepatan serta koordinasi gerak dasar siswa. Kemudian di tahap kedua, mereka melompati rintangan yang ada dengan kedua kaki yang dapat melatih kelentukan serta power. Di tahap ketiga, mereka berupaya menyusun cone  yang telah disediakan. Selanjutnya, mereka harus memilih cone yang harus diambil (ditentukan sebelum berlari di awal). Hingga nanti mereka harus kembali ke titik awal dengan melewati rintangan yang ada tanpa merubah gerakan yang telah ditentukan.
Sebagai reward and punishment, siswa yang berhasil mengambil cone dengan benar serta kembali dengan cepat dapat diberikan sebuah reward berupa bintang, dan sebagai punishment yang kalah harus mengembalikan cone yang telah diambil. Dengan adanya hadiah serta hukuman ini, diharapkan pula muncul aspek afektif siswa yaitu bertanggung jawab serta sportif dan taat terhadap peraturan permainan.
 Bentuk-bentuk permainan yang dibuat seperti ini dapat juga diterapkan dalam tahap pemansan, inti, atapun pendinginan. Tentunya dengan tingkat yang disesuaikan. Dengan adanya permainan seperti ini, guru pada akhirnya akan mampu mencapai target yang telah direncanakan sebelumnya dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
Akhir kata, jangan pernah berhenti untuk meningkatkan kompetensi sebagai seorang guru, terus berinovasi serta berkreasi.
Ditulis oleh : Moch. Ilyas Al Rochim, S.Pd., Gr
Guru Pendidikan Jasmani
SD Islam Surya Buana Malang 
Share:

Friday, January 26, 2018

Yuk, Semangat Berkarya Melalui Innopa

             Kamis, 25 Januari 2018, SD Islam Surya Buana kedatangan tamu dari Indonesia Invention and Innovation Promotion Association (Innopa). Innopa adalah asosiasi yang peduli dengan perkembangan dan promosi inovasi di Indonesia. Tujuan asosiasi ini adalah untuk membantu dan menghubungkan inovator Indonesia untuk menunjukkan gagasan atau produk inovatif mereka ke tingkat internasional.
            Kak Mega dan Kak Winda, perwakilan dari Innopa, mengenalkan secara singkat kepada siswa-siswa SD Islam Surya Buana Malang, khususnya kelas 4-6. Mereka menjelaskan bahwa untuk mendapatkan sebuah ide bisa kita temukan dari masalah-masalah yang ada di sekeliling kita. Tak hanya itu, siswa-siswi juga sangat antusias ketika melihat cuplikan film pendek yang menceritakan tentang perjuangan seorang anak perempuan yang berhasil menemukan sebuah ide dari masalah yang sedang menimpanya bersama ibunya. Pun ketika Kak Mega menunjukkan sebuah produk salah satu Inovator Indonesia yang berupa kartu bergambar planet-planet yang ketika digunakan bersama sebuah aplikasi Space 4D+, maka kita bisa melihat bentuk planet-planet tersebut dengan nyata.
            Lebih lanjut, Kak Mega menceritakan beberapa alumi Surya Buana yang telah berhasil menciptakan sebuah produk dan Go International bersama Innopa. Baik dari SDI Surya Buana, MTs Surya Buana, dan SMA Surya Buana. Terakhir, Kak Mega memberikan motivasi kepada siswa-siswi SD Islam Surya Buana agar tetap semangat dalam berkarya. Bagi yang ingin tahu lebih lanjut tentang Innopa, bisa langsung mengunjungi laman Innopa di www.innopa.org atau datang langsung ke sekolah kami di SD Islam Surya Buana.
           
Ditulis Oleh : Shellya Khabib Dirgantari, S.Pd.I
Guru Kelas IV-C
SD Islam Surya Buana Malang


Share:

Beralih dari Zona Nyaman Pasca Liburan


Hari pertama masuk sekolah pasca liburan panjang, saya selalu bersiap untuk mendapatkan oleh-oleh dari anak-anak. Kalau oleh-oleh berupa benda atau makanan khas, sih sudah biasa. Yang luar biasa adalah cerita selama liburan. Ada yang menikmati liburan dengan kegiatan positif di rumah, mengunjungi tempat wisata di dalam kota, mengunjungi sanak saudara di desa, hingga berwisata ke luar pulau.
"Bu, ini ada oleh-oleh dari Jember."
"Bu, ini ada oleh-oleh dari Tulung Agung."
"Bu, ini ada oleh-oleh dari Jakarta."
"Bu, aku sudah hafal lagu Indonesia Raya 3 Stanza, loh."
"Bu, ini aku bawa oleh-oleh dari Mataram untuk dibagikan ke teman sekelas."
"Bu, aku hanya liburan di rumah. Boleh kah aku menulis cerita seperti teman-teman yang lain?"
"Bu, aku beli mainan ketika liburan. Boleh, ya ditaruh di kelas untuk mainan ketika tidak sedang belajar?"
Dan masih banyak dialog percakapan yang begitu menggemaskan pasca libur panjang. Nah, menceritakan kegiatan selama liburan kepada teman sebangku dan menuliskannya pada buku Kisah Inspiratif Pagi, menjadi salah satu senjata yang cukup ampuh untuk membantu mereka berpindah dari zona nyaman selama liburan.
Selain itu, kegiatan yang tidak kalah serunya adalah Nonton Bareng film terbaru Disney Pixar yaitu "Coco". Tidak hanya sekedar nonton, tetapi ada pesan moral yang luar biasa yang bisa didapatkan anak-anak dalam film tersebut. Diantaranya : untuk mencapai kesuksesan dibutuhkan proses perjuangan yang begitu hebat, keluarga adalah segalanya, tanpa keluarga, cita-cita kita akan menjadi angan belaka.
Bagi para orang tua, film ini juga mengajarkan betapa pentingnya dukungan keluarga terutama orangtua dalam mewujudkan cita-cita seorang anak. Akan menjadi luar biasa apabila orangtua mendukung minat dan bakat seorang anak yang kemungkinan besar akan menjadi cita-citanya. Jangan memaksa anak untuk menjadi sama persis seperti Ayah Bunda, ya! Karena setiap anak adalah bintang.

Hampir semua kecerdasan majemuk bisa diasah melalui dua kegiatan sederhana tersebut. Dimanapun liburannya, yang penting ada proses pembelajarannya. Selamat beraktifitas kembali.

Ditulis Oleh : Shellya Khabib Dirgantari, S.Pd.I.
Guru Kelas IV-C
SD Islam Surya Buana Malang
Share:

Yuk, Menambah Pengalaman Seru dengan Belajar di Eco Green Park!

Study Visual atau yang biasa disebut SV adalah kegiatan rutin SD Islam Surya Buana Malang yang diselenggarakan setiap bulan sesuai dengan pembelajaran tematik dengan materi tema yang sedang dipelajari saat itu. Pada hari Rabu, 24 Januari 2018 siswa-siswi kelas II  SD Islam Surya Buana sedang melaksanakan Study Visual dengan tema Pengalamanku. Kali ini siswa-siswi mengunjungi Eco Green Park di Kota Wisata Batu yang merupakan salah satu tempat wisata terpopuler saat ini. Selain tempat rekreasi, tempat ini sangat sesuai untuk menunjang pembelajaran terutama untuk mengenal alam dan bagaimana menjaga kelestarian lingkungan.
Perjalanan 30 menit dengan angkot tidaklah terasa setelah sampai disana. Memasuki area Eco Green Park, kami disambut dengan kolam ikan besar yang berisi ikan koi yang beragam warna. Siswa-siswi sangat riang, apalagi diperbolehkan memberi makan ikan yang sudah disediakan oleh petugas dengan membayar Rp 5.000,00.  Setelah puas bermain dengan ikan, siswa-siswi melanjutkan adventure dengan memasuki Area Insectarium untuk melihat berbagai macam serangga. Rute selanjutnya adalah melihat berbagai unggas yang berasal dari berbagai negara, seperti burung Onta. Ada juga satwa asli Indonesia seperti burung merak besar yang berbulu indah dan burung kuntul yang imut-imut.
Sebelum melanjutkan perjalanan, siswa-siswi bisa beristirahat sejenak sambil melihat kolam yang berisi alat musik gamelan yang berbunyi dengan memanfaatkan kincir air daur ulang hasil karya Eco Green Park. Disini kita juga bisa ikut bermain dengan menembakkan air, lho!
Perjalanan selanjutnya menuju area aneka ternak seperti sapi perah, macam-macam kambing, domba, ayam, bebek dan aneka burung. Disana juga terdapat tempat budidaya tanaman dengan media hydroponik dan budidaya aneka jamur, proses pengolahan pupuk kompos dan daur ulang sampah.
Antusias anak-anak bertambah saat melihat pertunjukan burung kakak tua, pinguin dan aneka burung pemakan bangkai. Ketika memasuki waktu sholat dhuhur, anak-anak beristirahat sejenak untuk sholat di mushola yang bersih dan nyaman.

Ada lagi nih yang membuat anak-anak tambah heboh.. Science Center dan Dome 3D. Disana anak- anak belajar simulasi fenomena alam seperti Tsunami, Tornado Api, angin puting beliung, gempa bumi, dll. Hasil adventure hari ini sangat menyenangkan dan membuat siswa-siswi sangat antusias. Setelah menyelesaikan perjalanan, mereka membuat laporan dari kegiatan study visual hari ini. Semoga dengan kegiatan hari ini menambah pengalaman siswa-siswi kelas 2 SD Islam Surya Buana. 

Ditulis oleh : Vina Ratnasari, S.S.
Guru Kelas II-B
SD Islam Surya Buana Malang

Share:

Thursday, January 25, 2018

Belajar Tentang Perubahan Alam di BMKG Karangploso

Study Visual merupakan salah satu program sekolah untuk mewujudkan misi dan visi sekolah. Suasana pembelajaran diciptakan agar tidak ada penekanan psikologi bagi kedua belah pihak, guru dan siswa.  Pembelajaran Study Visual (pembelajaran di luar kelas) merupakan salah satu upaya terciptanya pembelajaran agar terhindar dari kejenuhan, kebosanan, dan persepsi belajar hanya di luar kelas.
Kegiatan Study Visual seluruh  kelas 3 SD Islam Surya Buana yang dilaksanakan hari Selasa, tanggal 14 November 2017 ke BMKG Karangploso merupakan pembelajaran di tema 3 yaitu tentang perubahan di Alam. Pemilihan lokasi ini sangat tepat karena di BMKG Karangploso (Badan Meteologi Klimatologi dan Geofisika), semua siswa secara langsung dapat melihat dan mengetahui bermacam- macam alat yang berhubungan dengan alam.

Disana, siswa-siswa di dampingi oleh lima orang pemandu. Berbagai macam pengetahuan yang mereka dapat antara lain : 1) Mengetahui Sangkar Meteorologi yang berfungsi untuk meletakkan alat-alat klimatologi.  2) Panci penguapan terbuka untuk mengukur penguapan secara langsung. 3)Penakar hujan otomatis yang berfungsi untuk mengukur curah hujan secara otomatis. 4 ) Esimeter fungsinya untuk mengukur penguapan air pada sebidang tanah yang ada didalamnya, dan masih banyak yang lainnya. aBanyak sekali wawasan yang didapat seluruh siswa kelas 3 SD Islam Surya Buana dalam kegiatan study visual ini. Semoga dengan dilaksanakannya kegiatan ini menambah wawasan dan pengalaman siswa-siswi.

Ditulis Oleh : Titik Nur Rohmah, S.Pd.
Guru Kelas III-B
SD Islam Surya Buana Malang
Share:

Study Visual Tema Cita-Citaku : “Yuk, Bersiap Meraih Mimpi”

Kamis, 18 Januari 2018, siswa-siswi SD Islam Surya Buana Malang melaksanakan Study Visual Tema Cita-Citaku. Dengan konsep memakai kostum sesuai dengan cita-citanya masing-masing, siswa-siswi tampak sangat antusias. Ada yang berkostum koki, dokter, pemain sepak bola, polisi, tentara, guru, pemadam kebakaran, dan masih banyak lagi.
Tujuan dari kegiatan ini adalah mengenalkan kepada siswa-siswi pengertian dari cita-cita, beragam cita-cita, kiat sukses meraih cita-cita, hingga sikap menghargai keberagaman cita-cita. Harapan setelah dilaksanakan kegiatan ini adalah siswa-siswi akan terbuka wawasan berfikirnya tentang rencana masa depan.
Sesaat sebelum kegiatan di mulai, siswa-siswi menuliskan segala sesuatu tentang cita-citanya pada secarik kertas. Mulai dari ingin menjadi apa, alasannya, kiat-kiat yang akan mereka lakukan, manfaat untuk oranglain, hingga kegiatan apa yang akan mereka lakukan nantinya.
Tak hanya itu saja, mereka kemudian mengikat tulisan tersebut pada tali balon yang akan mereka terbangkan. Menerbangkan balon cita-cita ini mempunyai makna bahwa kita semua harus berani bermimpi setinggi balon yang terbang ke angkasa. Balon-balon tersebut akan membawa mimpi-mimpi siswa-siswi pemilik masa depan Indonesia. Mereka harus bersiap mulai sekarang agar bisa menjemput mimpi yang telah mereka terbangkan. Hingga kemudian akan menjadi kenyataan belasan tahun ke depan.

Usai kegiatan menerbangkan balon cita-cita, siswa-siswi secara bergiliran foto pada photobooth bertema Cita-citaku yang telah didesain dan disediakan oleh Ibu Guru kelas 4. Akhir kegiatan ini ditutup dengan mengerjakan Lembar Kerja Study Visual yang telah disediakan. Suksesnya kegiatan ini tentunya tidak terlepas dari dukungan Ayah Bunda di rumah. Mereka ikut serta menyiapkan kostum Ananda. Ada yang menyewa kostum, membeli kostum, bahkan sampai membuat kostum sendiri. Semoga dengan terlaksananya kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dan bermakna bagi siswa-siswi. Serta kelak mereka bisa meraih apa yang telah dicita-citakannya.

Ditulis Oleh : Shellya Khabib Dirgantari, S.Pd.I.
Guru Kelas IV-C
SD Islam Surya Buana Malang
Share:

Saturday, January 20, 2018

Belajar Tematik dengan Shopping Around


            Untuk menciptakan pembelajaran yang tidak membosankan, pasti seorang guru sebagai sutradara di kelas harus mempunyai cara jitu. Cara jitu itu bermacam-macam bentuknya. Bisa berupa metode pembelajaran, model pembelajaran, strategi pembelajaran, media pembelajaran, dan lain sebagainya. Semuanya itu harus melibatkan peran aktif siswa. Dengan demikian, tentunya siswa tidak akan bosan dan akan tercipta pembelajaran yang bermakna.
            Di kelas 4C, (Rabu, 18 Oktober 2017), siswa-siswi belajar tematik dengan cara yang berbeda dari hari biasanya. Mereka belajar dengan metode Shopping Around. Di dalam metode ini, siswa-siswi berperan sebagai penjual dan pembeli. Sebelum bermain peran, tentunya Guru harus menjelaskan urutan langkah-langkah yang akan mereka lakukan. Hal ini sangat penting untuk dilakukan agar pembelajaran berjalan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Setelah memastikan bahwa siswa-siswi memahami peraturan dan langkah-langkahnya, Guru pun mulai beraksi menjalankan perannya sebagai seorang sutradara.

Terlebih dahulu Guru membagikan gambar hewan-hewan langka sesuai dengan nama kelompok masing-masing. Ada Burung Cenderawasih, Jalak Bali, Orangutan, Harimau Sumatra, dan Komodo. Mengapa nama kelompoknya adalah hewan-hewan langka? Karena mereka sedang belajar tentang Tema Peduli Terhadap Makhluk Hidup. Langkah selanjutnya guru membagikan kertas asturo dengan warna yang berbeda-beda. Ini adalah salah satu hal untuk menarik konsentrasi siswa.
Sebelum menjadi penjual dan pembeli, masing-masing kelompok harus menempelkan gambar hewan yang dibagikan oleh guru pada kertas asturo yang telah disediakan. Kemudian siswa bersama kelompoknya akan menuliskan pertanyaan 5W+1H dan melakukan wawancara kepada teman sekelompoknya untuk mendapatkan jawaban. Pertanyaan-pertanyaan tersebut harus berkaitan dengan Peduli Terhadap Hewan Langka sesuai dengan nama kelompok dan gambar hewan yang telah dibagikan. Antara gambar, pertanyaan, dan jawaban tersebut ditata sedimikian rupa sehingga seperti membentuk mindmap.
 Setelah selesai, masing-masing kelompok yang terdiri dari 6 orang ini, akan dibagi menjadi dua kelompok lagi. Ada tiga siswa yang berperan menjadi pembeli. Dan tiga siswa lainnya berperan menjadi penjual. Siswa yang berperan menjadi penjual akan menunggu mindmap mereka dan melayani pembeli yang datang ke kelompok mereka. Sementara siswa yang berperan menjadi pembeli, akan berkeliling ke kelompok lain untuk membeli. Inilah yang disebut Shopping Around atau dalam Bahasa Indonesianya adalah berbelanja keliling. Menjual berarti mereka sedang menunggu mindmap mereka, serta harus menjelaskan kepada pembeli ketika ada pertanyaan tentang hasil diskusi mereka. Membeli berarti mereka sedang berkunjung ke mindmap kelompok lain dan mereka boleh bertanya dan bahkan boleh memberi saran.
Dengan kegiatan pembelajaran seperti ini, siswa merasa seperti bermain. Mereka bebas berkreasi menempel pertanyaan dan jawaban mereka. Mereka juga diberikan kesempatan untuk berkomunikasi secara langsung dengan teman mereka. Aktifitas berjalan berkeliling juga menambah semangat mereka, apalagi bagi siswa yang cenderung sangat aktif dan suka bergerak.  Selain itu, mereka juga telah belajar banyak hal dalam sekali permainan. Mereka telah belajar cara menulis pertanyaan yang baik, melakukan wawancara, menambah pengetahuan tentang cara peduli terhadap makhluk hidup, serta mempresentasikan hasil diskusi mereka.
Oleh : Shellya Khabib Dirgantari, S.Pd.I
Guru Kelas IV-C
SD Islam Surya Buana Malang


Share:

Monday, January 8, 2018

Kereeen! Siswi-Siswi Kelas 6-C SD Islam Surya Buana Mampu Taklukkan Drama Rengasdengklok Dalam Waktu 7 Hari!


     Rengasdengklok merupakan salah satu materi yang terdapat dalam Tema 2 Kelas 6. Rengasdengklok adalah sebuah kecamatan di Karawang, Provinsi Jawa Barat lokasi dimana Presiden Soekarno dan Moch. Hatta diamankan oleh para kaum muda dengan tujuan mendesak agar proklamasi segera diplokamirkan. Tidak mudah mengajarkan materi tersebut karena guru dituntut harus menguasai sejarah. Sedangkan sejarah memiliki alur yang sangat panjang sehingga guru dituntut untuk memperbanyak membaca. Akan tetapi, di era yang serba dimanjakan dengan teknologi ini, tidak ada permasalahan yang tidak ada solusinya asalkan guru mau dan mampu memanfaatkan teknologi tersebut yang diawali dengan menggali ide-ide cemerlang terlebih dahulu.
Langkah efektif  yang perlu dilakukan guru untuk mengajarkan materi Peristiwa Rengasdengklok adalah sebagai berikut :
1.      Siswa membaca LKS dan memberi tanda pada bagian-bagian yang penting;
2.      Guru menyampaikan materi  Peristiwa Rengasdengklok dari sumber lain sebagai pembanding dan guna mempercepat pemahaman siswa;
3.      Guru browsing minimal 2 video Peristiwa Rengasdengklok;
4.      Siswa ditunjukkan video pertama tanpa ada penjelasan videonya;
5.      Siswa ditunjukkan video kedua dengan ada penjelasan videonya;
6.      Siswa diminta membandingkan kedua jenis video terbut;
7.      Guru browsing skenario drama Peristiwa Rengasdengklok;
8.      Masing-masing siswa memiliki peran yang karakternya cocok dengan karakter aslinya (lembut, tegas, wibawa, ambisius, bijaksana, tenang, dsb);
9.      Masing-masing tokoh  diberi label untuk membantu daya ingat siswa jangka panjang (long therm memory);
10.  Bermain peran dengan membaca naskah drama;
11.  Siswa diberi waktu 3-7 hari untuk menguasai dan menghafalka naskah drama sesuai bagiannya masing-masing;
12.  Gladi bersih drama tanpa teks;
13.  Pementasan drama.
Maskipun drama Peristiwa Rengasdengklok tersebut dibintangi oleh para srikandi kelas 6-C karena semua muridnya perempuan, akan tetapi penampilan mereka cukup memukau. Dengan didukung kostum ala pejuang kemerdekaan, mereka mampu menampilkan drama dengan penuh penjiwaan. Karena bermain peran dimaksudkan agar siswa memiliki longterm memory, maka setiap anak diberi name tag sesuai nama tokoh yang dibintanginya. Disamping itu, kaum tua mengenakan jilbab putih sedangkan kaum muda mengenakan jilbab hitam.
Dengan bermain peran tersebut, siswa tampak antusias dan lebih mudah mempelajari alur serta tokoh-tokoh yang terlibat dalam Peristiwa Rengasdengklok. Setelah diberikan soal evaluasi ternyata hasil belajar siswa juga bagus. Jadi, kesimpulannya drama perdana Peristiwa Rengasdengklok tersebut efektif dan bisa dilaksanakan kembali pada tahun pelajaran mendatang yang tentunya dilakukan penyempurnaan lagi pada beberapa bagian yang masih kurang.

Ditulis Oleh : Kurniawati, S.Si., S.Pd.
Waka Kurikulum dan Wali Kelas 6-C
SD Islam Surya Buana Malang
Share:

Tags

SD Islam Surya Buana Malang Surya Buana Malang SDI Surya Buana Jawa Pos Radar Malang Pembelajaran Tematik GSF 2017 Green School Festival 2017 Full Day School Pembelajaran Tematik Asyik dan Menarik Study Visual Pembelajaran Tematik yang Menarik Event Radar Malang Green School Media Pembelajaran Kreatif Media Pembelajaran Tematik Business Day PPDB SD Kota Malang Penerimaan Peserta Didik Baru SD Islam Surya Buana Malang dinas pendidikan kota malang Entrepreneur Pembelajaran Berbasis Proyek Green School Festival 2018 Penguatan Pendidikan Karakter Budaya Literasi Business Event Ngalam MTs Surya Buana Perguruan Surya Buana Malang SMA Surya Buana Eco Green Park Energi Alternatif Kincir Angin GSF 2018 Gebyar Kreativitas Anak Muslim Kantin Sehat Kemdikbud PPK Peduli Terhadap Makhluk Hidup Penerimaan Peserta Didik Baru SD Kota Malang Tematik YDSF visit malang BMKG Karangploso BMKG Karangploso Malang Buletin Mini Sekolah KBTK Surya Buana Kolej Tunku Kurshiah Malaysia Literasi Sekolah Makanan Sehat Nasionalisme Pengelolaan Kelas SDI Surya Buana Bebas Narkoba Sekolah Hijau Seputar Malang Wisuda Tahfidz Yayasan Dana Sosial Al Falah petik jeruk visit batu Anti Narkoba BNN Kota Malang BPTP BPTP Karangploso BSM Babinsa Dinoyo Badan Narkotika Nasional Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bank Sampah Kota Malang Batik Indonesia Batik Nasional Beautiful Lombok Biofilter Anaerob Buletin Mini Daur Ulang Sampah Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Malang Dinoyo Malang Display Kelas Ekstrakurikuler Membatik FRSIS FRSIS 2018 Festival 2017 Gerakan Literasi HUT Kota Malang 104 HUTRI HUTRI73 Humas Pemkot Batu Industri Keramik Innopa Innopa Indonesia Inobel Jatim Park 1 Jumat untuk Lombok Kantin Sehat Surya Buana Keamanan Pangan Kemerdekaan Keramik Dinoyo Koramil Koramil Lowokwaru Lalu Lintas Literasi Literasi Teknologi Informasi Lomba Agustusan Lomba Pengelolaan Kelas Lombok Mading 3D Mading Tiga Dimensi Malang Unik Mengetuk Pintu Surga Muharram 1439 H NKRI Ngalam Olahan Jagung Manis PJOK Parade Muharram 1439 H Parents Day Peduli Lombok Peduli Sampah Pelopor Keselamatan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Pemkot Batu Pendidikan Jasmani Peristiwa Rengasdengklok Polresta Kota Malang Potpourri Pray For Lombok Prestasi Yes Narkoba No Reuse Reduce Recycle Sampah Ekonomis Simposium Snake And Ladder Tahun Baru Hijriyah 1440 H Warisan Nenek Moyang YBCPM