Isu Inovasi Teknologi : Terobosan Unik, Pembuatan Pupuk Organik


Inovasi teknologi adalah penciptaan atau pengembangan produk-produk teknologi, baik teknologi modern maupun teknologi tradisional. Pengembangan teknologi ini bisa menggunakan potensi-potensi yang ada di lingkung
an sekitar. Teknologi yang dikembangkan tersebut selanjutnya bisa dimanfaatkan untuk pengembangan lingkungan, seperti menambah energi listrik, mengurangi  mengurangi polusi yang ada, atau mengurangi limbah-limbah.
Dalam event Green School Festival (GSF) 2017, salah satu isu  yang dibahas adalah tentang Isu Inovasi Teknologi yang membahas tentang bermacam-macam teknologi hasil pengelolaan lingkungan hijau di sekolah dengan memanfaatkan bahan atau alat ramah lingkungan sekolah secara tepat guna, sehingga penggunaannya dalam pengelolaan lingkungan hijau di sekolah lebih efektif dan efisien.
Inovasi teknologi yang dilakukan di SD Islam Surya Buana meliputi pemanfaatan daun kering dan sampah organik lainnya sebagai bahan baku olahan pupuk kompos serta memanfaatkan limbah anorganik sebagai media tanam. Siswa melakukan proses pemilahan sampah berdasarkan organik dan anorganik menjadi dua wadah yang berbeda yang selanjutnya akan diolah menjadi dua produk yang akan bermanfaat untuk lingkungan sekolah.
 Pembuatan pupuk kompos dilakukan di lingkungan sekolah, salah satunya di taman halaman sekolah. Proses pengomposan bisa dilakukan secara terus menerus selama kurang lebih 3 minggu dengan cara sampah- sampah organik di campur dengan cairan EM4 di dalamnya. Selanjutnya setiap tiga hari sekali di aduk secara merata yang bertujuan untuk memasukkan oksigen ke dalam larutan kompos dan menurunkan panas yang di akibatkan proses pengomposan. Kompos yang sudah jadi ditandai dengan aroma yang tidak bau dan warna cairan kehitaman atau berwarna coklat. Keadaan suhu tidak tinggi atau kondisi dingin. Artinya jika sudah menunjukkan tanda - tanda yang disebutkan di atas, maka hasil olahan pupuk kompos tersebut sudah siap diberikan kepada tanaman. Pada dasarnya pembuatan pupuk organik sangat lama, namun jika dibandingkan dengan proses pengomposan yang lain penggunaan cairan EM4 tergolong lebih cepat.
Pemanfaatan limbah anorganik sebagai media tanam meliputi pot yang diisi dengan campuran potongan limbah plastik dan tanah. Untuk tempatnya, siswa menggunakan plastik bekas minyak goreng dan toples plastik bekas karena dianggap lebih tebal dan tahan lama  jika digunakan untuk pot atau polibek. Bekas plastik minyak tersebut dipotong bagian atasnya dan dibersihkan serta diberi beberapa lubang di bawahnya sebagai sirkulasi air. Selanjutnya plastik yang berukuran tipis dipotong kecil-kecil dan dicampur dengan tanah dengan perbandingan satu genggam potongan plastik untuk setiap polibek. Dalam proses penanaman, sebagian tanah yang menempel pada bibit tanaman tetap diikutkan.
Dari hasil pengolahan pupuk kompos bisa digunakan untuk tanaman di lingkungan sekolah, termasuk tanaman yang menggunakan media tambahan potongan plastik sehingga bisa memperindah halaman dan lingkungan sekolah serta mengurangi polusi tanah yang berasal dari sampah plastik.
Dengan adanya pengembangan inovasi teknologi di SD Islam Surya Buana ini, diharapkan warga sekolah semakin peka terhadap lingkungan sekolah. Warga sekolah dapat semakin inovatif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang ramah lingkungan dan nyaman untuk warganya. Sekolah semakin menjadi tempat favorit anak-anak, guru, tenaga kependidikan, wali siswa, dan semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan. Sehingga mampu membantu meningkatkan motivasi belajar anak-anak, dan juga meningkatkan motivasi guru untuk terus berinovasi dalam pengembangan pendidikan.
Tim Isu Inovasi TeknologI :
Vina Ratnasari, S.S.
Titik Nur Rohmah, S.Pd.
Naura Maziidah Naafi’ah  - Fathin  Syarif Asy- Syukri 

No comments:

Post a Comment