Outdoor Learning dengan Kincir Angin




Senin, 18 September 2017, hari ini siswa-siswi  kelas 4A SD Islam Surya Buana  akan  bermain di luar. Selain bermain, pastinya tidak lupa untuk tetap belajar. Ya, bermain sambil belajar. Siswa-siswi  bermain di lahan kosong di sebelah sekolah. Tepat jam pelajaran ke-5, yaitu jam 10.20 kami keluar kelas dengan semangatnya. Biasanya jam-jam menjelang siang seperti itu angin bertiup cukup kencang, dan benar saja angin di luar sangat kencang. Sangat cocok untuk menggerakkan kincir angin kami. Pada jam menjelang siang seperti ini pula banyak dari siswa-siswi yang mulai ngantuk dan bosan jika belajar di kelas. Tapi jika belajar di luar seperti ini, siswa-siswi lebih semangat dan antusias. Pembelajaran di luar kelas  atau outdoor learning seperti ini sudah sering di lakukan oleh SDI Surya Buana yang memang pada dasarnya berbasis Sekolah Alam.
Pada pembelajaran tematik sebelumnya, siswa-siswi kelas 4A telah membuat kincir angin kertas. Mereka mulai menyiapkan bahan-bahan dan melakukan proses pembuatannya secara mandiri. Bahan yang digunakan sangat sederhana dan harganya sangat terjangkau, yaitu kertas lipat, paku pines, sedotan balon/bambu kecil untuk pegangannya, dan lem untuk merekatkan kertas.  Semua itu telah dikerjakan oleh siswa-siswi pada hari Jumat sebelumnya. Jadi, ketika hari Senin kincir angin telah siap untuk digunakan.
Kincir angin yang di buat oleh siswa-siswi sangat beragam. Mereka berkreasi sesuka hati dan bebas mengekspresikan keinginannya. Mulai dari ukuran kertas, warna kertas dan lain-lain bisa ditentukan mereka sendiri. Dari beberapa kincir angin, ada juga yang masih belum bisa berputar. Namun mereka terus berusaha memperbaiki karyanya agar dihasilkan karya yang terbaik dan sempurna. Sampai akhirnya semua berhasil membuat kincir angin kertas. Semua berhasil membuat kincir angin dengan sangat indah.
Kegiatan pembelajaran membuat kincir angin kertas ini berkaitan dengan materi pembelajaran tentang sumber Energi, tepatnya pada tema 2 Selalu berhemat energi. Siswa-siswi diajak untuk mengamati perubahan energi yang terjadi pada kincir angin. Sumber energi yang dimanfaatkan oleh kincir angin adalah energi angin. Angin adalah salah satu sumber energi yang jumlahnya melimpah. Ketika angin bertiup maka baling-baling pada kincir akan bergerak, jadilah energi gerak. Semakin kencang angin yang bertiup, semakin banyak pula putaran kincir/baling-baling yang dihasilkan.
Kincir angin memiliki fungsi yang sangat banyak. Di beberapa negara besar, seperti Belanda, kincir angin digunakan untuk menggerakkan mesin-mesin penggiling. Misalnya pada industri keju, kincir angin digunakan untuk menggerakkan mesin penggiling keju. Selain itu, kincir angin di Belanda juga digunakan untuk menggerakkan mesin pemintal benang, mesing penggiling gandum, mesin pemompa air sungai dan masing banyak lagi. Mesin-mesin penggiling yang menggunakan kincir angin sebagai sumber energinya menjadi ramah lingkungan, karena tidak menyebabkan polusi udara. Sampai saat ini di Belanda terdapat sekitar 1000 kincir angin yang menyebar di berbagai daerah.[1] Sayangnya di Indonesia penggunaan kincir angin masih sedikit. Tidak semua daerah memanfaatkan potensi angin yang tinggi di daerahnya untuk dijadikan sumber energi disana.
Energi memang sangat penting untuk kelangsungan hidup di dunia ini. Tidak hanya manusia, hewan dan tumbuhan pun membutuhkan energi.  Energi yang dibutuhkan pun sangat beragam, energi panas matahari, energ listrik, energi kimia, dan lain sebagainya. Sumber energi yang dimanfaatkan pun beragam, mulai dari yang melimpah jumlahnya, hingga yang terbatas seperti energi fosil atau minyak bumi.  
Pada pembelajaran kali ini siswa-siswi sangat antusias belajar tentang kincir angin dan manfaatnya. Pembelajaran di luar kelas sangat diperukan untuk memberikan suasana baru untuk mereka. Pelaksaan fullday school yang mulai dilaksanaan di SD Islam Surya Buana, mengajak guru-guru untuk selalu berinovasi dalam mengolah pembelajaran, sehingga siswa-siswi tidak mudah jenuh dan bosan belajar. Salah satu caranya adalah dengan pelasaan outdoor learning.

Oleh Bu Ririn Nafi'atin, S.Pd.I.
Guru Kelas IV-A
SD Islam Surya Buana Malang




[1] Janine Helga warokka ,”Pesona Kincir Angin di Belanda nan Legendaris”, diakses darihttp://www.google.com/amp/travel.kompas.com pada tangga 21 September 2017

You may like these posts:

No comments:

Post a Comment