Unggul dalam Prestasi, Terdepan dalam Inovasi,
Maju dalam Kreasi, dan Berwawasan Lingkungan.
  • Kolej Tunku Kurshiah Malaysia : Serunya Berkunjung ke Kompleks Sekolah Surya Buana

    Ada yang berbeda dengan Surya Buana di hari Minggu, 15 April 2018 ini. Sekolah yang biasanya sepi, hari ini mendadak rame.

  • Kolej Tunku Kurshiah Malaysia Berkunjung Ke Surya Buana dan Pemkot Batu

    Yayasan Bahana Cita Persada Malang Perguruan Surya Buana Malang, Jumat - Sabtu, 13-15 April 2018 menerima kunjungan dari Kolej Tunku Kurshiah Seremban Malaysia. 5 Cikgu beserta 29 murid disambut oleh Keluarga Besar Yayasan Bahana Cita Persada Malang tepatnya pada hari Jumat, 13 April 2018.

  • Hidup Sehat dimulai dari Makanan Sehat

    Salam sehat, SBLovers! Hari ini Rabu, 11 April 2018, SD Islam Surya Buana kedatangan tamu dari Dinas Kesehatan Kota Malang. Siswa-siswi kelas 4-5 SD Islam Surya Buana mendapat banyak ilmu tentang makanan sehat. Kegiatan Penyuluhan Keamanan Pangan yang dibuka oleh Pembina Yayasan Bahana Cita Persada, Ibunda Sri Istutik Mamiek ini juga bekerja sama dengan mahasiswa S2 Universitas Negeri Malang Jurusan Pendidikan Luar Sekolah.

  • Belajar Bijak Mengolah Sampah bersama Bank Sampah Kota Malan

    Jum'at, 6 April 2018, kembali siswa-siswi SD Islam Surya Buana menimba ilmu dari orang-orang yang berperan penting dalam menjaga lingkungan. Setelah beberapa hari yang lalu siswa-siswi belajar tentang ketertiban dari kepolisian, hari ini siswa-siswi kelas 4 dan 5 belajar tentang kebersihan lingkungan dan cara mengolah sampah agar bernilai guna dari Bank sampah Malang.

  • Belajar Tertib Lalu Lintas bersama Polresta Malang

    Pagi ini, Rabu 4 April 2018, siswa-siswi kelas 4 dan 5 SD Islam Surya Buana Malang belajar bersama dengan Polresta Malang tentang Etika Berlalu Lintas. Ipda M. Syaiku bersama Brigadir Polisi Nanang menyampaikan pentingnya bersikap santun dan saling menghargai dan menghormati antar sesama pengguna jalan atas dasar hak, kewajiban, dan kemanusiaan. Hal ini dilakukan demi terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalu lintas.

  • Celengan Cinta Untuk Sahabat di HUT Kota Malang ke-104

    (SbNews) - Berbeda dengan hari-hari biasanya, hari ini, Senin 2 April 2018, siswa-siswi SD Islam Surya Buana Malang berkostum batik dan membawa jajanan tradisional. Ya, kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kota Malang yang ke-104.

Tuesday, October 24, 2017

Belajar Bernalar Tentang Tumbuhan Dan Hewan Dengan Buku Pop-Up Tumbuhan Dan Hewan



Alhamdulillah...segala puji hanya untuk Allah SWT yang telah memberikan kenikmatan berupa akal dan pikiran yang membuat manusia jauh lebih sempurna dibandingkan makhluk ciptaan lainnya. Tumbuhan dan hewan merupakan makhluk ciptaan Nya yang dapat menjadikan manusia bisa hidup, karena di dalam kehidupan selalu ada keterkaitan antara manusia, tumbuhan, dan hewan. Tidaklah Allah menciptakan tumbuhan dan hewan hanya untuk kesejahteraan manusia di bumi, seperti yang tertulis pada QS. Qaaf: 9-11 yaitu :
“Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah, lalu Kami tumbuhkan dengan (air) itu pepohonan yang rindang dan biji-bijian yang dapat dipanen, dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang memiliki pelepah yang bersusun-susun, sebagai rezeki bagi hamba-hamba Kami . . . .”.
Berdasarkan ayat tersebut, seorang manusia perlu memahami bagaimana cara melindungi dan merawat serta mengembangbiakkan tumbuhan dan hewan untuk dapat terus dimanfaatkan dalam kehidupan.
Pembelajaran tentang merawat dan melindungi tumbuhan dan hewan sudah dimulai sejak anak-anak berada di Taman Kanak-kanak (TK), sedangkan pemahaman tentang perkembangbiakan tumbuhan dan hewan dimulai sejak anak-anak masuk sekolah dasar (SD). Pembelajaran tentang perkembangbiakan tumbuhan dan hewan dilakukan dengan mengamati bagian-bagian tubuh tumbuhan ataupun hewan, alat-alat perkembangbiakan tumbuhan dan hewan, cara perkembangbiakan, dan tempat hidup tumbuhan dan hewan. Pembelajaran IPA akan lebih mudah dipahami siswa, jika siswa melakukan sendiri sebuah pengamatan dan penyelidikan serta menyelesaikan berbagai permasalahan yang ditemukan tentang perkembangbiakan tumbuhan dan hewan. Cara pengajaran yang dilakukan oleh guru secara konvensional atau tradisional dengan segalanya berpusat pada guru akan lebih memperpuruk kemampuan siswa dan siswa akan lebih lama untuk memahami setiap materi yang diajarkan. Tetapi dengan sistem pembelajaran yang berpusat pada siswa khususnya pada pembelajaran IPA, akan dapat melatih kemampuan siswa terutama dalam hal bernalar yang dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran IPA.
Salah satu media yang dapat digunakan untuk melatih bernalar siswa dalam kegiatan pembelajaran adalah dengan media buku Pop-Up (Gambar 1). Media buku pop up merupakan buku yang menampilkan gambar yang muncul dan berdiri ketika buku dibuka dan akan kembali mendatar dan tidak tampak dari luar ketika buku ditutup (Benyamin, et al. 2013:119-133). Gambar yang berdiri tersebut merupakan objek yang akan dipelajari dan diselidiki oleh siswa. Gambar tersebut akan dibuat sedemikian rupa untuk dapat menunjukkan cara perkembangbiakan yang dilakukan oleh tumbuhan dan hewan.

Gambar 1. Bentuk Buku Pop-Up Tumbuhan dan Hewan

Buku tersebut merupakan hasil karya sendiri yang di dalamnya terdapat gambar tumbuhan dan hewan serta cara perkembangbiakannya baik secara ovipar, vivipar, maupun ovovivipar (Gambar 2).

Gambar 2. Bagian dalam Buku Pop-Up
Buku tersebut memberikan bantuan berupa gambar-gambar imajinatif yang membantu siswa untuk bernalar dalam menjelaskan proses perkembangbiakan tumbuhan ataupun hewan (Gambar 3). Misalnya yang terdapat pada gambar 3, bawang merupakan tumbuhan yang berkembangbiak dengan umbi lapis, sehingga gambar dibuat dalam bentuk lapisan-lapisan bawang dengan daun pada bagian atasnya. Hal tersebut menandakan bahwa umbi lapis merupakan perkembangan dari bagian daun yang berkembang semakin besar sampai membentuk lapisan.
 Gambar 3. Umbi lapis bawang
Sedangkan pada bagian yang bertuliskan 7a, merupakan halaman yang dapat dibuka, dan di dalamnya menunjukkan lebih jelas bagaimana bawang berkembangbiak. Selain itu pada Gambar 4, menunjukkan cara perkembangbiakan tumbuhan arbei dengan vegetatif alami yaitu geragih. Siswa bernalar untuk menjelaskan arti geragih pada perkembangbiakan arbei. Buku ini tidak memberikan penjelasan atau informasi selengkap-lengkapnya dari tumbuhan, melainkan hanya informasi singkat tentang tempat hidup dan kegunaan dari tumbuhan tersebut.
Gambar 4. Perkembangbiakan arbei dengan geragih

Cara perkembangbiakan hewan yang terdapat di dalam buku pop-up seperti yang terdapat pada Gambar 2. Terdapat gambar ikan betina yang mengeluarkan telur dan tersimpan di batu-batu karang. Kemudian ikan jantan menghampiri telur-telur tersebut dan mengeluarkan sel kelamin jantannya, sehingga akan terjadi pembuahan di luar tubuh induknya. Proses bertemunya telur betina dan proses perkembangbiakannya tidak dijelaskan dalam buku, melainkan siswa menjelaskan dengan kemampuan bernalarnya dengan bantuan gambar yang terdapat dalam buku pop-up. Pembelajaran tentang perkembangbiakan tumbuhan dan hewan dengan melatih kemampuan bernalar siswa, sudah pernah dilaksanakan di SDI Surya Buana Malang dengan sasaran siswa kelas VI (Gambar 5).
Gambar 5. Penerapan Media Buku Pop-Up di SDI Surya Buana Malang

Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan siswa dapat memahami materi pembelajaran tentang perkembangbiakan tumbuhan dan hewan dengan bernalar dan dapat menjelaskan secara terperinci cara proses perkembangbiakan tumbuhan dan hewan.

Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa (students center) dengan melibatkan siswa dalam kegiatan penelitian atau pengamatan serta memecahkan suatu permasalahan. Guru bertindak sebagai fasilitator dan sutradara dalam kegiatan pembelajaran di kelas.

Ayo bersama mewujudkan siswa yang inovatif, kreatif, berprestasi , berwawasan lingkungan, dan berakhlakul karimah....

Oleh : Muhammad Yusuf Arifin, M.Pd
Guru Kelas VI-A
SD Islam Surya Buana Malang

Share:

Monday, October 23, 2017

Parents Day : Serunya Belajar Bersama Orangtua

Lembaga pendidikan lahir dan berkembang secara efektif dan efisien dari masyarakat (orang tua) oleh dan untuk masyarakat (orang tua). Maka dari itu sekolah harus mengadakan kerja sama dengan masyarakat (orang tua). Hal itu penting agar sekolah bisa dimiliki bersama baik oleh lembaga sendiri maupun masyarakat (orang tua).
Pendidikan bukan hanya tanggungjawab sekelompok orang atau instansi saja, namun hal itu merupakan tanggungjawab seluruh elemen yang ada. Baik pemerintah maupun masyarakat. Maka dari itu pelaksanaan pendidikan yang ada di lembaga, baik lembaga swasta maupun negeri membutuhkan kerjasama. Karena kehidupan ini adalah kehidupan sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Apalagi dalam pelaksanaan pendidikan sangat membutuhkan bantuan maupun dukungan dari orang lain untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam pendidikan.
Di SD Islam Surya Buana telah melaksanakan kerjasama dengan Masyarakat (orang tua) melaui sebuah kegiatan. Kegiatan tersebut diberi nama Parents Day. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat untuk kelas bawah ini, telah berjalan selama bertahun-tahun dan berkembang secara efektif dan efesien. Salah satunya terbukti di kelas 2 B yang selalu menanti kegitan yang dilaksanakan oleh sekolah melalui kerjasama dengan orang tua itu.
Dengan adanya kegiatan tersebut, hari Jumat menjadi hari yang paling menyenangkan bagi anak kelas bawah. Kira-kira apa, ya yang membuat berbeda? Padahal kegiatannya sama-sama belajar dan mendapatkan ilmu. Ternyata yang berbeda adalah kehadiran orang tua untuk belajar bersama anak-anak di kelas. Saat Parents Day, orang tua lah yang memimpin berbagai kegiatan untuk anak-anak sesuai dengan kemampuannya. Bahkan dengan antusias mereka yang sangat tinggi, mereka selalu bertanya-tanya sehari sebelum pelaksanaan Parents Day.
            Dengan kegiatan Parents Day, anak-anak bisa belajar bersama orangtua dan mendapatkan berbagai macam ilmu yang belum tentu mereka dapatkan dari guru. Walaupun kegiatan Parents Day di SD Islam Surya Buana memiliki alokasi waktu yang cukup singkat, tetapi akan sangat berkesan untuk anak-anak karena dikemas dengan kegiatan yang bermakna. Manfaat dari kegiatan ini selain mendapatkan ilmu dan pengalaman yang baru, anak-anak juga bisa mengenal orangtua  masing-masing teman.

            Kegiatan Parents Day di SD Islam Surya Buana kebanyakan berupa kegiatan membuat prakarya unik. Seperti membuat topi wisuda, membuat papan nama lucu, hingga membuat prakarya dari barang bekas. Prakarya dari barang bekas ini pernah dilakukan di kelas 2B, yaitu membuat pesawat mainan dari botol bekas. Selain mendapatkan mainan baru, anak-anak secara tidak langsung juga telah belajar mendaur ulang sampah. Sampah bekas air mineral ternyata bisa menjadi barang yang lebih berguna. Dengan adanya kegiatan ini, semoga menjadi jembatan untuk menghasilkan generasi pembaharu bangsa yang lebih kreatif dan peduli terhadap kelestarian alam.

Oleh : Zainatul Hasna, M.A.
Guru Kelas 2-B
SD Islam Surya Buana Malang
Share:

Saturday, October 21, 2017

Tips Mempertahankan Suasana Kelas Tetap Nyaman Pasca Lomba Pengelolaan Kelas

       Pada setiap awal tahun pelajaran baru, SD Islam Surya Buana Malang selalu berpartisipasi dalam mengikuti Lomba Pengelolaan Kelas yang diadakan oleh gugus 2 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Ada beberapa aspek yang dinilai dalam lomba tersebut, diantaranya: 1).Data Kelas, 2).Kelengkapan Kelas, 3).Hasil Karya Siswa, 4). Alat Pelajaran, 5). Alat Kebersihan, 6). Keindahan, 7). Administrasi Kelas, 8). Inovasi, 9). Suasana Kelas. Pada tahun ini, lomba tingkat sekolah digelar pada hari Sabtu, 26 Agustus 2017 dan tingkat gugus pada hari Kamis, 07 September 2017. Lomba ini diikuti oleh seluruh kelas mulai kelas I sampai kelas 6 yang totalnya 20 kelas.
   Pada tahun ini, tampaknya antusiasme para guru dan siswa semakin meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Besar kemungkinan hal itu disebabkan oleh faktor indikator lomba yang dibuat sama dari tahun ke tahun sehingga guru-guru sudah berpengalaman dalam memenuhi seluruh indikator yang ditetapkan. Seluruh kelas didesain sedemikian rupa karena keindahan, inovasi dan suasana kelas (rapi, indah, bersih) juga memiliki bobot nilai yang cukup tinggi. Banyak keuntungan dari adanya lomba tersebut. Diantaranya suasana kelas menjadi nyaman karena rapi, indah dan bersih. Guru dan siswa tentunya betah menjalani proses belajar mengajar dengan suasana tersebut.
   Akan tetapi, seiring berjalannya waktu dengan semakin banyaknya tugas wali kelas, terkadang mempertahankan suasana kelas yang tetap bersih, rapi, indah bukan lagi menjadi perhatian utama. Pajangan yang jatuh, sampah yang menumpuk, sapu yang berserakan, dan sebagainya seperti menjadi hal yang biasa. Sangat kontradiktif dengan suasana kelas ketika menjelang penilaian lomba. Padahal, seandainya mau mengingat kembali, waktu, tenaga, ide/pikiran yang dikeluarkan ketika proses mempersiapkan lomba itu sangatlah besar. Betapa ruginya seandainya nyaman hanya dapat dinikmati dalam sekejab mata saja. Padahal jika bisa dipertahankan, akan menjadikan guru dan siswa nyaman belajar di kelas apalagi full day sehingga tetap betah belajar seperti di rumah sendiri.
   Pada dasarnya tidaklah sulit mempertahankan kelas selalu bersih, rapi, indah. Seperti di kelas 6-C, hingga hari ini suasana kelas kurang lebih sama dengan ketika lomba. Langkah yang dilakukan adalah dengan dibuatnya Detail Job Description pada pelaksanaan jadwal piket. 
   Detail Job Description pada pelaksanaan jadwal piket adalah penyusunan jadwal piket secara detail/rinci agar siswa lebih fokus menyelesaikan proses piket di kelas sehingga memperoleh hasil yang maksimal. Detail Job Description pada pelaksanaan jadwal piket di kelas 6-C adalah sebagai berikut: 1). Menyapu 2). Mengepel 3). Menghapus papan tulis 4). Membuang sampah 5). Menyiram tanaman 6). Mengisi spidol. Pihak yang andilnya sangat besar dalam mengontrol terlaksananya program ini adalah sie kebersihan. Sie kebersihan memantau terlaksannya piket selama 1 hari mulai pagi hingga sore hari. Sehingga diharapkan kelas tetap bersih.
   Untuk lebih memotivasi para kelompok piket agar menjalani tugasnya dengan baik, sie kebersihan mengumumkan hasil piket pada saat menjelang pelaksanaan Sholat Dhuha. Semua kelompok piket berhak mendapatkan reward sebagai bentuk penghargaan atas jerih payahnya dalam menyelesaikan tanggung jawab yang sudah diemban. Akan tetapi jumlah perolehan reward tergantung proses dan hasil piket pada hari tersebut. Kelompok piket yang kompak, rapi, bersih mendapatkan 2 reward, sedangkan yang kurang sempurna mendapatkan 1 reward. Konsekuensi logis bagi anggota kelompok yang tidak piket adalah membantu piket 2 hari berturut-turut.
   Pada awal pelaksanaan program tersebut memang wali kelas dituntut harus telaten dalam mengarahkan, membimbing, memantau. Akan tetapi sekitar dua minggu kemudian semuanya sudah berjalan sesuai yang diharapkan. Banyak sekali manfaat yang dirasakan dengan program tersebut, terutama dalam mengimplementasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di kelas 6-C diantaranya: 1) Melatih kemandirian 2). Menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan  3). Melatih ketelitian dan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama  4). Melatih life skill / keterampilan hidup  5). Melatih leadership   6). Melatih tanggung jawab     7). Suasana kelas tetap nyaman karena senantiasa rapi, bersih, indah.

Oleh : Kurniawati, S.Si., S.Pd.
Guru Kelas VI-C
SD Islam Surya Buana Malang
Share:

Friday, October 20, 2017

Parade Muharram 1439 H Kota Malang : Perguruan Surya Buana Sabet Juara 2 Kategori Penampilan Terunik

Kegiatan Parade Muharram 1439 H yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama Kota Malang bersama Pemerintah Kota Malang dan MUI Kota Malang kali ini diikuti oleh kurang lebih 70.000 peserta dari kalangan pendidikan, Organisasi Islam dan masyarakat Kota Malang. Jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan dari tahun lalu yang hanya mencapai kurang lebih 40.000 peserta. Kegiatan yang diadakan setiap tahun  selalu membuat antusias para peserta. Para peserta tidak hanya berjalan kaki sambil membawa slogan tetapi juga menampilkan kreativitas terbaiknya,  baik dalam bentuk kendaraan hias maupun kostum yang digunakan.
Parade Muharram tahun 1439 H ini dilaksanakan pada hari Sabtu 14 Oktober 2017, pukul 06.00 – 12.00 WIB dengan tema “Merajut Ukhuwah Islamiyah dalam Bingkai NKRI Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945”. Isu-Isu utama dalam Parade Muharaam tahun ini adalah :
Malang Kota Bermartabat
Malang Kota Cinta Damai
Malang Kota Revolusi Mental
Malang Kota Anti Radikalisme
Malang Kota Anti Aliran Sesat
Malang Kota Anti PKI
Malang Kota Pendidikan
Malang Kota Pendidikan Islam
Malang Kota Bersih nan Asri
Malang Kota Baldatun Thoyibatun Warobun Ghofur
Rute yang dilalui dalam parade Muharram kali ini dimulai dari Balai Kota - Jl. Kahuripan – Jl. Basuki Rahmat - Masjid Jami’ – Jl. Ade Irma Suryani – Jl. Pasar Besar –Jl. Kiduldalem – Jl. Arif Rahman Hakim – Jl. Majapahit - Balai Kota. Sekalipun parade, kegiatan ini juga dinilai.  Kriteria penilaian dalam parade ini yaitu kostum, penjiwaan, dan kreativitas. Ada tiga kategori penilaian yaitu kategori pendidikan, ormas, penampilan terunik. Untuk kategori Pendidikan, juara pertama diraih oleh MAN 1 Kota Malang, Juara kedua diraih oleh MTsN 2 Kota Malang, dan juara ketiga diraih MAN 3 Kota Malang.
Sementara untuk kategori Ormas, Juara kesatu diraih Aisyah, Juara kedua Muslimat NU, dan Juara ketiga diraih IGRA Kota Malang. Kategori penampilan terunik, Juara kesatu MIN 1 Malang, Juara kedua diraih oleh Perguruan Surya Buana. 

Di parade Muharram ini perguruan Surya Buana mendelegasikan semua lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Bahana Cita Persada Malang mulai dari TK – SDI – MTs – SMA – Pondok Pesantren Modern Surya Buana, seluruh guru dan karyawan dengan total 600 siswa. Dengan memakai kendaraan hias dari TK Surya Buana, kostum unik Gatotkaca VS Srikandi dari SDI Surya Buana, kostum daur ulang dari MTs Surya Buana, kostum konsep Surga dan Neraka dari SMA dan pondok pesantren mampu menyabet juara 2 kategori penampilan terunik. Hal ini tentu saja membuat kebanggaan tersendiri bagi SDI Surya Buana karena tahun ini merupakan kali pertama mengikuti kegiatan seperti ini. Semoga Perguruan Surya Buana terus maju berkarya dan berprestasi di tahun mendatang. Amiin... 

Oleh : Novi Eka Sulistyawati, S.Pd.
Guru Kelas VI-B
SD Islam Surya Buana Malang
Share:

Wednesday, October 18, 2017

Proyek Kelas Olahan Jagung Manis


Siswa siswi kelas 3 SD Islam Surya Buana melaksanakan pembelajaran berbasis proyek yaitu membuat Olahan Jagung Manis. Pembelajaran ini berkaitan dengan materi tematik yang sedang mereka pelajari yaitu tentang Hasil Teknologi Pangan dan Bukan Hasil Teknologi Pangan. 
Bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan Olahan Jagung Manis ini adalah jagung, susu, dan keju. Jagung bukan hasil teknologi pangan, sedangkan susu dan keju merupakan hasil teknologi pangan. 
Olahan jagung yang mereka buat beraneka rasa. Mereka bisa berkreasi sesuka hati. Ada yang rasa susu coklat, susu vanila, keju, ataupun gabungan keduanya. 
Jagung manis merupakan makanan tradisional yang jika diolah dengan kreatif akan bisa menjadi makanan modern yang bernilai tinggi.  Jagung manis rebus mengandung nutrisi penting bagi tubuh. Seperti vitamin C, vitamin B12, vitamin E, vitamin A, serat kalsium, dan zat besi.
Pembelajaran berbasis proyek ini bertujuan menghindari kejenuhan siswa siswi dari pembejalaran teori yang ada di kelas. Selain itu juga sebagai bentuk inovasi guru SD Islam Surya Buana dalam mendukung program Full Day School. 

Ditulis oleh : Bu Uswatun Khasanah, S.Psi.
Guru Kelas III-A
SD Islam Surya Buana Malang
Share:

Tuesday, October 17, 2017

Belajar Peduli Lingkungan melalui Workshop Green School Festival 2017


Delegasi satu Guru dan satu Siswa dari 273 SD Negeri maupun Swasta di Kota Malang menghadiri workshop Green School Festival (GSF) 2017, Selasa pagi (17/10). Bertempat di Hotel Aria Gajayana, workshop ini dibuka langsung secara simbolik oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Malang, Zubaidah. Melalui sambutan singkatnya, Zubaidah mengingatkan kepada para peserta agar benar-benar fokus mengikuti workshop ini. “Pusatkan perhatian agar faham dan jelas apa maksud kegiatan ini. Kami ingin semua lembaga pendidikan di Kota Malang menjadi baik. Minimal baik 1 isu dari 9 isu yang akan dijelaskan nanti oleh pemateri,” tuturnya.

            Usai sambutan singkat dari Kadisdik Kota Malang, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa dan demo singkat dari Jawa Timur Park Group tentang pentingnya melestarikan lingkungan. Disambung dengan materi singkat yang disampaikan langsung oleh Abdul Muntholib, Pimpinan Redaksi Jawa Pos Radar Malang. Melalui paparan singkatnya, Abdul Muntholib menjelaskan betapa pentingnya membiasakan menulis dalam kehidupan sehari-hari. Melalui hal yang terkecil, seperti menulis diary. Tak hanya itu, bagaimana cara menulis yang baik dan apa saja yang layak dijadikan berita telah dikupas tuntas dalam waktu yang singkat.
            Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh Ruben, tim Green School Festival 2017. Karena keterbatasan waktu, kesembilan isu Green School Festival dibahas secara umum. Hanya ada beberapa isu yang dibahas secara khusus, seperti Isu Inovasi Teknologi dan Isu Literasi dan Publikasi yang merupakan isu baru di ajang bergengsi ini.
Dalam workshop yang mengusung tema Ecopark School ini, peserta juga diajak untuk melakukan praktik lapangan secara langsung. Tujuannya adalah agar peserta lebih memahami secara baik, tidak hanya melalui teori saja. Peserta yang terdiri dari guru dan siswa dibagi menjadi tiga kelompok besar. Kemudian masing-masing kelompok tersebut dibagi lagi menjadi sembilan isu. Masing-masing isu mendapatkan peta Hotel Aria. Mereka melakukan pengamatan, menandai, menjelaskan, memberi skor masalah dan potensi, merencanakan solusi. Kegiatan selanjutnya adalah sharing gagasan yang dilakukan oleh para siswa tanpa didampingi oleh gurunya. Di akhir simulasi, para siswa membuat peta kesimpulan akhir.
Target Green School Festival ini adalah guru, murid, dan sekolah. Tetapi lebih dikhususkan kepada siswa karena mereka adalah generasi pembaharu bangsa yang bisa memberikan kontribusi besar terhadap kepedulian lingkungan.
            Akhir kegiatan workshop ini ditutup dengan penampilan yel-yel masing-masing kelompok, presentasi singkat Eco-School Mapping dan Planning, serta penyampaian teknis penilaian dan kategori juara oleh perwakilan juri Green School Festival 2017.

Ditulis Oleh : Shellya Khabib Dirgantari, S.Pd.I.
Guru Kelas IV-C
SD Islam Surya Buana Malang




Share:

Monday, October 16, 2017

Ekstrakurikuler Membatik Sebagai Sarana Cinta Warisan Nenek Moyang


         Ekstra kurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa di sekolah. SD Islam Surya Buana memfasilitasi bakat dan minat siswa siswinya dengan memberikan beberapa pilihan ekstrakurikuler baik yang berhubungan dengan olahraga atau kesenian. Membatik adalah salah satu ekstrakurikuler yang berhubungan dengan kesenian yang bisa dijadikan pilihan untuk mengembangkan bakat dan juga minat siswa dan siswi disini.
            Menurut beberapa ahli, Seni Batik merupakan sebuah teknik untuk menghias kain dengan melalui beberapa proses, diantaranya adalah proses pembuatan pola batik, kemudian penulisan menggunakan malam, pewarnaan dan pelorotan (perebusan) untuk membersihkan malam yang menempel pada kain. Proses penulisan batik menggunakan canting dan malam yang dipanaskan, dan proses ini dilakukan secara manual oleh tangan.
            Kegiatan ekstrakurikuler membatik masih tergolong baru di SD Islam Surya Buana karena baru dibentuk pada awal tahun pelajaran 2016/2017. Ekstrakurikuler ini diperuntukan bagi kelas 3, 4, dan 5. Hingga saat ini, ekstrakurikuler ini beranggotakan 13 siswa. Kegiatan ekstrakurikuler ini dilakukan setiap hari Jumat pukul 09.45 10.45. Jenis batik yang dipelajari para siswa adalah batik tulis. Ciri utama jenis batik ini terdapat proses pencantingan.
            Pada hari Jumat, 29 September 2017, anggota ekstrakurikuler membatik melakukan kegiatan pencantingan. Mereka sangat antusias untuk melakukan proses ini. Alat-alat yang dibutuhkan adalah kompor, wajan, malam, dan tentunya canting.  Mengaplikasikan cairan malam yang ada di dalam canting ke media kain yang sudah diberi pola merupakan proses yang sangat membutuhkan ketelatenan. Proses ini juga membutuhkan latihan untuk hasil yg rapi.
            Membatik mengajarkan ketekunan, kesabaran, keteguhan, ketangguhan dan kemandirian dalam bekerja serta berusaha. Membatik juga dapat menjadi sarana untuk wujudkan kecintaan terhadap seni dan budaya asli Indonesia. Dengan adanya ekstrakurikuler membatik, diharapkan siswa - siswi SD Islam Surya Buana bisa mengenal, mempelajari, dan melestarikan salah satu seni warisan nenek moyang. Selain itu, mereka juga akan mengetahui proses pembuatan dan juga makna dibalik motif-motif yang ada pada kain batik. Keindahan yang tercipta dari hasil kerja keras mereka dalam membatik akan membawa kebanggaan tersediri.

Oleh Bu Mega Jasinta, S.Pd.
Guru Bahasa Inggris dan Wali Kelas IB
SD Islam Surya Buana Malang




Share:

Sunday, October 15, 2017

Outdoor Learning dengan Kincir Angin



Senin, 18 September 2017, hari ini siswa-siswi  kelas 4A SD Islam Surya Buana  akan  bermain di luar. Selain bermain, pastinya tidak lupa untuk tetap belajar. Ya, bermain sambil belajar. Siswa-siswi  bermain di lahan kosong di sebelah sekolah. Tepat jam pelajaran ke-5, yaitu jam 10.20 kami keluar kelas dengan semangatnya. Biasanya jam-jam menjelang siang seperti itu angin bertiup cukup kencang, dan benar saja angin di luar sangat kencang. Sangat cocok untuk menggerakkan kincir angin kami. Pada jam menjelang siang seperti ini pula banyak dari siswa-siswi yang mulai ngantuk dan bosan jika belajar di kelas. Tapi jika belajar di luar seperti ini, siswa-siswi lebih semangat dan antusias. Pembelajaran di luar kelas  atau outdoor learning seperti ini sudah sering di lakukan oleh SDI Surya Buana yang memang pada dasarnya berbasis Sekolah Alam.
Pada pembelajaran tematik sebelumnya, siswa-siswi kelas 4A telah membuat kincir angin kertas. Mereka mulai menyiapkan bahan-bahan dan melakukan proses pembuatannya secara mandiri. Bahan yang digunakan sangat sederhana dan harganya sangat terjangkau, yaitu kertas lipat, paku pines, sedotan balon/bambu kecil untuk pegangannya, dan lem untuk merekatkan kertas.  Semua itu telah dikerjakan oleh siswa-siswi pada hari Jumat sebelumnya. Jadi, ketika hari Senin kincir angin telah siap untuk digunakan.
Kincir angin yang di buat oleh siswa-siswi sangat beragam. Mereka berkreasi sesuka hati dan bebas mengekspresikan keinginannya. Mulai dari ukuran kertas, warna kertas dan lain-lain bisa ditentukan mereka sendiri. Dari beberapa kincir angin, ada juga yang masih belum bisa berputar. Namun mereka terus berusaha memperbaiki karyanya agar dihasilkan karya yang terbaik dan sempurna. Sampai akhirnya semua berhasil membuat kincir angin kertas. Semua berhasil membuat kincir angin dengan sangat indah.
Kegiatan pembelajaran membuat kincir angin kertas ini berkaitan dengan materi pembelajaran tentang sumber Energi, tepatnya pada tema 2 Selalu berhemat energi. Siswa-siswi diajak untuk mengamati perubahan energi yang terjadi pada kincir angin. Sumber energi yang dimanfaatkan oleh kincir angin adalah energi angin. Angin adalah salah satu sumber energi yang jumlahnya melimpah. Ketika angin bertiup maka baling-baling pada kincir akan bergerak, jadilah energi gerak. Semakin kencang angin yang bertiup, semakin banyak pula putaran kincir/baling-baling yang dihasilkan.
Kincir angin memiliki fungsi yang sangat banyak. Di beberapa negara besar, seperti Belanda, kincir angin digunakan untuk menggerakkan mesin-mesin penggiling. Misalnya pada industri keju, kincir angin digunakan untuk menggerakkan mesin penggiling keju. Selain itu, kincir angin di Belanda juga digunakan untuk menggerakkan mesin pemintal benang, mesing penggiling gandum, mesin pemompa air sungai dan masing banyak lagi. Mesin-mesin penggiling yang menggunakan kincir angin sebagai sumber energinya menjadi ramah lingkungan, karena tidak menyebabkan polusi udara. Sampai saat ini di Belanda terdapat sekitar 1000 kincir angin yang menyebar di berbagai daerah.[1] Sayangnya di Indonesia penggunaan kincir angin masih sedikit. Tidak semua daerah memanfaatkan potensi angin yang tinggi di daerahnya untuk dijadikan sumber energi disana.
Energi memang sangat penting untuk kelangsungan hidup di dunia ini. Tidak hanya manusia, hewan dan tumbuhan pun membutuhkan energi.  Energi yang dibutuhkan pun sangat beragam, energi panas matahari, energ listrik, energi kimia, dan lain sebagainya. Sumber energi yang dimanfaatkan pun beragam, mulai dari yang melimpah jumlahnya, hingga yang terbatas seperti energi fosil atau minyak bumi.  
Pada pembelajaran kali ini siswa-siswi sangat antusias belajar tentang kincir angin dan manfaatnya. Pembelajaran di luar kelas sangat diperukan untuk memberikan suasana baru untuk mereka. Pelaksaan fullday school yang mulai dilaksanaan di SD Islam Surya Buana, mengajak guru-guru untuk selalu berinovasi dalam mengolah pembelajaran, sehingga siswa-siswi tidak mudah jenuh dan bosan belajar. Salah satu caranya adalah dengan pelasaan outdoor learning.

Oleh Bu Ririn Nafi'atin, S.Pd.I.
Guru Kelas IV-A
SD Islam Surya Buana Malang




[1] Janine Helga warokka ,”Pesona Kincir Angin di Belanda nan Legendaris”, diakses darihttp://www.google.com/amp/travel.kompas.com pada tangga 21 September 2017
Share:

Friday, October 13, 2017

Bermain Snake And Ladder Sambil Belajar



Full Day School menerapkan suatu konsep dasar ‘Integrated Activity’ dan ‘Integrated Curriculum’ (Azizah, 2004:11). Pada penerapan Full Day School untuk model ini yang membedakan dengan sekolah pada umumnya. Dalam Full Day School semua program dan kegiatan siswa di sekolah, baik belajar, bermain, beribadah dikemas dalam sebuah sistem pendidikan. Adapun proses inti sistem pembelajaran full day school antara lain adalah :
1.) Proses pembelajaran yang berlangsung secara aktif, kreatif, transformatif sekaligus intensif. Sistem persekolahan dengan pola full day school mengindikasikan proses pembelajaran yang aktif dalam artian mengoptimalisasikan seluruh potensi untuk mencapai tujuan pembelajaran.
2.) Proses pembelajaran yang dilakukan selama aktif sehari penuh tidak memforsir siswa pada pengkajian, penelaahan yang terlalu menjenuhkan. Akan tetapi, yang difokuskan adalah sistem relaksasinya yang santai dan lepas dari jadwal yang membosankan.
Dalam sistem penerapan fullday school ini, diterapkan juga format game (bermain), dengan tujuan agar proses pembelajaran penuh dengan kegembiraan , penuh dengan permainan-permainan yang menarik bagi siswa untuk belajar. Walaupun berlangsung selama sehari penuh, hal ini sesuai dengan teori Bloom dan Yacom, yang menyatakan bahwa metode game (bermain) dalam pembelajaran salah satunya adalah dengan menggunakan kegembiraan dalam mengajarkan dan mendorong tercapainya tujuan-tujuan instruksional.
Seperti siswa kelas VI-B SD Islam Surya Buana yang telah asyik bermain snake and ladder sambil belajar mata pelajaran tema 2 (Kerukunan dalam Perbedaan). Aturan permainannya yaitu siswa dibagi menjadi 5 kelompok. Masing-masing kelompok mendapatkan satu papan snake and ladder, dadu, gico (semacam benda yang digunakan  untuk jago). Apabila mendapatkan gambar tangga maka jago akan berjalan naik, tetapi jika mendapatkan ular maka jago akan turun ke posisi yang lebih rendah dan mengambil kartu pertanyaan yang sudah disediakan. Apabila bisa menjawab pertanyaan maka pemain boleh melanjutkan perjalanan, akan tetapi jika tidak bisa menjawab pertanyaan maka akan kehilangan kesempatan melempar dadu satu kali. Jika masing-masing kelompok sudah ada pemenang, maka pemenang di masing-masing kelompoknya akan di kompetisikan lagi dengan kelompok lain sehingga hanya akan ada juara 1,2, dan 3 saja. Pemenang juara 1,2,3 akan mendapatkan reward dari guru. Sedangkan yang kalah akan mendapatkan kartu punishment yang berisi perintah untuk melakukan sesuatu.


Dengan melakukan game ini, siswa merasa gembira karena bisa bermain sambil belajar dan bisa menghilangkan kejenuhan. Menerapkan berbagai macam game salah satunya game snake and ladder ini setelah jam makan siang bisa membantu siswa merasa fresh kembali. Semua teknik bukanlah tujuan, melainkan sekedar rencana untuk mencapai tujuan yaitu meningkatkan kualitas/mutu pendidikan.   
Oleh Bu Novi Eka Sulistyawati, S.Pd.
Guru Kelas VI B
SD Islam Surya Buana Malang

Sumber Literasi :
Azizah, Annisa Nurul. 2014.  Program Full Day School dalam Pengembangan Kemandirian Siswa. Yogyakarta.
Syah, Muhibbin. 2004. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Terpadu . Bandung : Remaja Rosdakarya.
Share:

Tags

SD Islam Surya Buana Malang Surya Buana Malang SDI Surya Buana Jawa Pos Radar Malang Pembelajaran Tematik GSF 2017 Green School Festival 2017 Full Day School Pembelajaran Tematik Asyik dan Menarik Pembelajaran Tematik yang Menarik Study Visual Event Radar Malang Green School Media Pembelajaran Kreatif Media Pembelajaran Tematik Business Day PPDB SD Kota Malang Penerimaan Peserta Didik Baru SD Islam Surya Buana Malang dinas pendidikan kota malang Entrepreneur Pembelajaran Berbasis Proyek Green School Festival 2018 Penguatan Pendidikan Karakter Budaya Literasi Business Event Ngalam MTs Surya Buana Perguruan Surya Buana Malang SMA Surya Buana Eco Green Park Energi Alternatif Kincir Angin GSF 2018 Gebyar Kreativitas Anak Muslim Kantin Sehat Kemdikbud PPK Peduli Terhadap Makhluk Hidup Penerimaan Peserta Didik Baru SD Kota Malang Pengelolaan Kelas Tematik YDSF visit malang BMKG Karangploso BMKG Karangploso Malang Buletin Mini Sekolah Display Kelas KBTK Surya Buana Kolej Tunku Kurshiah Malaysia Literasi Sekolah Makanan Sehat Nasionalisme SDI Surya Buana Bebas Narkoba Sekolah Hijau Seputar Malang Wisuda Tahfidz Yayasan Dana Sosial Al Falah petik jeruk visit batu Anti Narkoba BNN Kota Malang BPTP BPTP Karangploso BSM Babinsa Dinoyo Badan Narkotika Nasional Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bank Sampah Kota Malang Batik Indonesia Batik Nasional Beautiful Lombok Biofilter Anaerob Buletin Mini Daur Ulang Sampah Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Malang Dinoyo Malang Ekstrakurikuler Membatik FRSIS FRSIS 2018 Festival 2017 Gerakan Literasi HUT Kota Malang 104 HUTRI HUTRI73 Humas Pemkot Batu Industri Keramik Innopa Innopa Indonesia Inobel Jatim Park 1 Jumat untuk Lombok Kantin Sehat Surya Buana Keamanan Pangan Kelas Cerdas Kelas Menyenangkan Kemerdekaan Keramik Dinoyo Koramil Koramil Lowokwaru Lalu Lintas Literasi Literasi Teknologi Informasi Lomba Agustusan Lomba Pengelolaan Kelas Lombok Mading 3D Mading Tiga Dimensi Malang Unik Manajemen Kelas Mengetuk Pintu Surga Muharram 1439 H NKRI Ngalam Olahan Jagung Manis PJOK Parade Muharram 1439 H Parents Day Peduli Lombok Peduli Sampah Pelopor Keselamatan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Pemkot Batu Pendidikan Jasmani Peristiwa Rengasdengklok Polresta Kota Malang Potpourri Pray For Lombok Prestasi Yes Narkoba No Reuse Reduce Recycle Sampah Ekonomis Simposium Snake And Ladder Tahun Baru Hijriyah 1440 H Warisan Nenek Moyang YBCPM