Unggul dalam Prestasi, Terdepan dalam Inovasi,
Maju dalam Kreasi, dan Berwawasan Lingkungan.
  • Kolej Tunku Kurshiah Malaysia : Serunya Berkunjung ke Kompleks Sekolah Surya Buana

    Ada yang berbeda dengan Surya Buana di hari Minggu, 15 April 2018 ini. Sekolah yang biasanya sepi, hari ini mendadak rame.

  • Kolej Tunku Kurshiah Malaysia Berkunjung Ke Surya Buana dan Pemkot Batu

    Yayasan Bahana Cita Persada Malang Perguruan Surya Buana Malang, Jumat - Sabtu, 13-15 April 2018 menerima kunjungan dari Kolej Tunku Kurshiah Seremban Malaysia. 5 Cikgu beserta 29 murid disambut oleh Keluarga Besar Yayasan Bahana Cita Persada Malang tepatnya pada hari Jumat, 13 April 2018.

  • Hidup Sehat dimulai dari Makanan Sehat

    Salam sehat, SBLovers! Hari ini Rabu, 11 April 2018, SD Islam Surya Buana kedatangan tamu dari Dinas Kesehatan Kota Malang. Siswa-siswi kelas 4-5 SD Islam Surya Buana mendapat banyak ilmu tentang makanan sehat. Kegiatan Penyuluhan Keamanan Pangan yang dibuka oleh Pembina Yayasan Bahana Cita Persada, Ibunda Sri Istutik Mamiek ini juga bekerja sama dengan mahasiswa S2 Universitas Negeri Malang Jurusan Pendidikan Luar Sekolah.

  • Belajar Bijak Mengolah Sampah bersama Bank Sampah Kota Malan

    Jum'at, 6 April 2018, kembali siswa-siswi SD Islam Surya Buana menimba ilmu dari orang-orang yang berperan penting dalam menjaga lingkungan. Setelah beberapa hari yang lalu siswa-siswi belajar tentang ketertiban dari kepolisian, hari ini siswa-siswi kelas 4 dan 5 belajar tentang kebersihan lingkungan dan cara mengolah sampah agar bernilai guna dari Bank sampah Malang.

  • Belajar Tertib Lalu Lintas bersama Polresta Malang

    Pagi ini, Rabu 4 April 2018, siswa-siswi kelas 4 dan 5 SD Islam Surya Buana Malang belajar bersama dengan Polresta Malang tentang Etika Berlalu Lintas. Ipda M. Syaiku bersama Brigadir Polisi Nanang menyampaikan pentingnya bersikap santun dan saling menghargai dan menghormati antar sesama pengguna jalan atas dasar hak, kewajiban, dan kemanusiaan. Hal ini dilakukan demi terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalu lintas.

  • Celengan Cinta Untuk Sahabat di HUT Kota Malang ke-104

    (SbNews) - Berbeda dengan hari-hari biasanya, hari ini, Senin 2 April 2018, siswa-siswi SD Islam Surya Buana Malang berkostum batik dan membawa jajanan tradisional. Ya, kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kota Malang yang ke-104.

Friday, December 1, 2017

Study Visual Kelas VI, Go to Jatim Park 1 : Pembelajaran Menyenangkan, Mengasyikkan, dan Mencerdaskan

         Study Visual merupakan salah satu program sekolah untuk mewujudkan visi dan misi sekolah. Proses pembelajaran untuk siswa harus benar-benar menyenangkan, sehingga siswa betah untuk belajar. Suasana pembelajaran diciptakan agar tidak ada penekanan psikologis bagi kedua belah pihak, guru dan siswa. Pembelajaran di luar kelas (study visual) merupakan salah satu upaya terciptanya pembelajaran, terhindar dari kejenuhan, kebosanan, dan persepsi belajar hanya dalam kelas. Pendekatan pembelajaran di luar kelas (study visual) adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang menggunakan suasana di luar kelas sebagai situasi pembelajaran berbagai permainan sebagai mendia transformasi konsep-konsep yang disampaikan dalam pembelajaran (Irawan, A. Dalam Ginting ; 2005:37). Pendekatan pembelajaran di luar kelas menggunakan beberapa metode seperti penugasan, tanya jawab, dan belajar sambil melakukan atau mempraktekkan dengan situasi belajar sambil bermain. 
Study Visual kelas VI yang dilaksanakan pada hari selasa, 21 Nopember 2017 ke Jatim Park 1, merupakan kegiatan pembelajaran akhir puncak tema yaitu tema 3 (Tokoh dan Penemuan), tema 4 (Globalisasi), dan tema 5 (Wirausaha). Pemilihan lokasi ini sangat tepat karena Jatim Park 1 merupakan salah satu tempat wisata dengan konsep yang memadukan edukasi dan wisata, sehingga siswa dapat bermain dan belajar dalam satu tempat. Selain itu, edukasi yang didapatkan juga sesuai dengan pembelajaran tematik.

Disana, siswa kelas VI didampingi oleh dua orang pemandu dan mendapatkan LKS (Lembar Kerja Siswa) yang sudah disediakan oleh pihak Jatim Park 1.  Berbagai macam pengetahuan yang didapatkan antara lain : tentang sejarah pergerakan Indonesia, tokoh-tokoh penemuan, budaya/etnik nusantara, percobaan sains, bangun ruang, sentra batik, pos nusantara, dan masih banyak lagi. Setelah selesai melaksanakan pembelajaran, siswa kelas VI juga bisa menikmati wahana permainan yang memacu adrenalin dan serta berenang. Sekolah di SD Islam Surya Buana menyenangkan, mengasyikkan, dan mencerdaskan, bukan?

Oleh : Novi Eka Sulistyawati, S.Pd.
Guru Kelas VI-B
SD Islam Surya Buana Malang

Share:

Sekolah Hijau dengan 3B : (Berliterasi, Berbudaya, dan Bebas Plastik)

Alhamdulillah... segala puji hanya bagi Allah SWT atas segala rahmat, rezeki, dan kesehatan bagi semua warga SD Islam Surya Buana Malang yang telah melaksanakan dan mengikuti Ajang Kreativitas Sekolah Hijau di Kota Malang yaitu Green School Festival pada tanggal 08 November 2017. Semua pihak mulai dari siswa, guru, sampai Orang tua/wali siswa bekerja keras dan semangat untuk memberikan yang terbaik agar SD Islam Surya Buana dapat tampil secara maksimal dalam Green School Festival tahun 2017 ini. Tema yang diusung oleh SD Islam Surya Buana pada tahun 2017 ini adalah Sekolah Hijau dengan 3B (Berliterasi, Berbudaya, dan Bebas Plastik).
Tema tersebut diangkat pada tahun 2017 ini karena SD Islam Surya Buana pada tahun ini mulai menerapkan kegiatan berliterasi berbasis lingkungan hijau untuk mendidik semua siswa/i agar tanggap dan peduli terhadap lingkungan sekolahnya. Sebenarnya kegiatan literasi sudah diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya, tetapi yang berbasis lingkungan hijau baru dimulai tahun ini. Kegiatan literasi diterapkan dalam kegiatan pembelajaran menanam pohon, pembuatan mading, dan penerbitan buletin sekolah hijau, serta majalah hijau.
Buletin sekolah hijau dapat dimiliki oleh semua warga sekolah yang diberikan secara gratis. Buletin berisi hasil liputan tim jurnalistik SD Islam Surya Buana pada kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di sekolah yang menerapkan pembelajaran lingkungan hijau. Kegiatan lainnya adalah menanam pohon atau penghijauan agar sekolah tampak asri dan segar yang dilakukan oleh siswa dan guru.
Kegiatan menanam pohon atau tanaman baik tanaman hias maupun tanaman obat dilaksanakan oleh guru dan siswa yang dipandu oleh tim lingkungan hijau SD Islam Surya Buana Malang. Tujuan dari kegiatan ini adalah menciptakan siswa/i yang tanggap dan peduli terhadap lingkungan di sekolahnya. Kegiatan literasi berbasis lingkungan hijau lainnnya adalah pembuatan mading 2D yang dipasang di area-area yang mudah dilihat dan dijangkau oleh semua orang. Budaya membaca dapat meningkat dari dalam diri anak, jika suatu bacaan tersebut mempunyai daya kreatifitas yang menarik perhatian, sehingga segala informasi atau bacaan apapun yang bersifat positif dan berbasis lingkungan hijau dibuat semenarik mungkin agar meningkatkan minat baca siswa.
Menciptakan sekolah yang berbudaya adalah cita-cita SD Islam Surya Buana Malang supaya terbentuk sekolah yang berkualitas dan bermartabat. Budaya santun, budaya bersih, budaya sehat, dan budaya lainnya sudah diterapkan. Budaya santun, sapa, dan salam sudah diterapkan oleh semua siswa setiap pagi dengan berjabat tangan (salim) kepada guru. Budaya sehat diterapkan dengan pendirian kantin sehat yang terbebas dari makanan-makanan yang dapat menimbulkan penyakit bagi semua warga sekolah. Kantin sehat menjual makanan-makanan yang dibuat oleh Orang tua/wali siswa yang insyaAllah dijamin kebersihan, kesehatan, dan kehalalannya. Selain itu, kantin sehat juga memberikan pembelajaran bagi siswa untuk bersosialisasi dengan teman melalui budaya antri serta pembelajaran kejujuran dan kesabaran. Siswa mengambil sendiri makanan atau barang yang diperlukan dan mengantri untuk membayar di kasir.
SD Islam Surya Buana Malang memiliki visi yang yang salah satunya adalah mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan. Sekolah berwawasan lingkungan dengan menjaga lingkungan sekolah terbebas dari segala polusi yang membahayakan. Salah satu upaya kepedulian terhadap lingkungan adalah dengan menerapkan lingkungan Bebas Plastik. Segala jenis plastik makanan diproses secara kreatif dan didaur ulang kembali agar tidak mencemari lingkungan. Salah satu upaya nya adalah dengan menjadikan kantong kresek menjadi busana atau pakaian yang sangat luar biasa dan memiliki nilai lebih. Plastik bekas makanan atau produk yang lain serta kantong kresek dapat diolah kembali bersama tim lingkungan hijau SD Islam Surya Buana menjadi barang yang mempunyai nilai dan tidak terbuang begitu saja. Sampah plastik merupakan sampah yang tidak dapat hancur dan susah terurai. Jika dibakar, baunya akan mencemari lingkungan dan jika dikubur dalam tanah, tidak akan hancur dan terurai oleh organisme dalam tanah. Maka dari itu, SD Islam Surya Buana berupaya keras untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi barang yang memiliki nilai lebih.

Salam Hijau Lestari untuk Bumi Pertiwi, SD Islam Surya Buana Pancen Woyo-Woyo....

Oleh : Muhammad Yusuf Arifin, M.Pd.

Guru kelas VI-A
SD Islam Surya Buana Malang
Share:

Wednesday, November 22, 2017

Isu Literasi : Cerdas Mengolah Informasi dengan Budaya Literasi

Pengertian Gerakan Literasi Sekolah (GLS) menurut buku saku GLS adalah sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik. Sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang literat harus menyenangkan, ramah anak, semua warganya menunjukkan empati, kepedulian, semangat ingin tahu dan cinta pengetahuan, cakap berkomunikasi, dan dapat berkontribusi kepada lingkungan sosialnya. Untuk mewujudkan keadaan yang demikian, tentunya harus melibatkan banyak komponen. Terutama seluruh warga sekolah yaitu guru, kepala sekolah, peserta didik, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, dan komite sekolah. Komponen pendukung, yaitu orangtua serta lebih luas lagi yaitu pemangku kepentingan di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.
Ada beberapa hal yang melatarbelakangi GLS, diantaranya adalah fakta hasil survei internasional (PIRLS 2011, PISA 2009 & 2012) tentang hasil pengukuran keterampilan membaca peserta didik, Indonesia menduduki peringkat bawah. Selain itu, GLS diperlukan karena tuntutan abad 21 yaitu harus mampu memahami informasi secara analitis, kritis, dan reflektif. Pembelajaran di sekolah belum mampu mengajarkan kompetensi abad 21 tersebut. Sehingga sangat diperlukan kerjasama orangtua untuk pembiasaan membaca di lingkungan keluarga dan masyarakat.
GLS di SD Islam Surya Buana diwujudkan dengan program Kisah Inspiratif Pagi (KIP). Di dalam KIP, siswa bisa mengasah kemampuan berbahasa mereka. Tidak hanya mendengarkan kisah yang diceritakan oleh guru, tetapi juga membaca, bercerita, dan menulis kembali pesan moral yang ada dalam kisah tersebut. Selain itu, kegiatan GLS di SD Islam Surya Buana diwujudkan dengan strategi membaca di semua mata pelajaran. Selanjutnya, SD Islam Surya Buana akan merencanakan penumbuhan minat baca melalui kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum pembelajaran dimulai sesuai dengan Permendikbud No. 23 Tahun 2015. Materi buku bisa berisi tentang budi pekerti, budaya daerah, kepahlawanan, kisah nabi, nasionalisme, atau yang lainnya.
Dengan berpartisipasinya SD Islam Surya Buana dalam event tahunan Green School Festival 2017, berarti telah turut serta dalam mendukung, mengembangkan, dan memperkuat GLS. Dalam event ini, peran isu literasi dan publikasi menjadi sangat penting karena SD Islam Surya Buana bisa menginformasikan kegiatan lingkungan hijau yang ada di lingkungan sekolah. Bentuk publikasi ini bisa dilakukan lewat media sosial dan media cetak. Melalui media sosial misalnya facebook, twitter, instagram, website, dan youtube. Sedangkan melalui media cetak seperti, Buletin Mini, Mading, dan Majalah Sekolah. Dengan media-media tersebut, diharapkan SD Islam Surya Buana bisa turut serta berkontribusi untuk melestarikan bumi beserta isinya dimulai dari lingkungan sekolah. Melalui media-media tersebut, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa melestarikan lingkungan adalah hal yang sangat penting untuk dijadikan kebiasaan.
Dengan mengikuti event Green School Festival 2017, SD Islam Surya Buana mempunyai inovasi baru yaitu Buletin Mini yang diberi BuMi Surya Buana dan Majalah yang diberi nama MaJu Surya Buana. BuMi dan MaJu Surya Buana kali ini diterbitkan Special Edition dalam rangka Green School Festival 2017. Harapannya, buletin mini ini akan terbit setiap bulan dengan diisi kegiatan bulanan sekolah. Sementara majalahnya akan terbit setiap semester dengan diisi kegiatan semester sekolah. Tak hanya guru/karyawan dan siswa saja yang bisa berpartisipasi aktif mengisi media cetak ini. Tetapi orangtua juga bisa turut serta mengisi.
Media cetak berikutnya yang dimanfaatkan oleh isu literasi untuk menginformasi kegiatan sekolah hijau adalah majalah dinding (mading). SD Islam Surya Buana memiliki dua mading yang awalnya tidak terawat dan tanpa isi. Kemudian setelah dibentuk tim mading, akhirnya tim isu literasi bisa menginformasikan kegiatan sekolah hijau melalui mading tersebut. Mading tersebut berisi karya-karya dari warga sekolah. Harapan ke depan, akan dibentuk tim khusus sebagai pengisi mading. Dengan demikian, mading akan terus terisi dengan informasi-informasi up to date.
Informasi kegiatan Sekolah Hijau juga bisa diakses melalui akun media sosial SD Islam Surya Buana. Untuk instagram, facebook, dan youtube, bisa diakses melalui @sdislamsuryabuana. Untuk twitter @sdisuryabuana, dan website sekolah di www.sdislamsuryabuana.blogspot.co.id. Dengan media sosial, diharapkan informasi-informasi kegiatan sekolah akan lebih mudah diakses oleh masyarakat luas di era yang serba digital ini.
Semoga dengan dibentuknya media cetak maupun media sosial, SD Islam Surya Buana akan semakin sukses dalam mengembangkan dan memperkuat GLS. Dengan demikian, akan menghasilkan generasi pembaharu bangsa yang mempunyai kemampuan dalam mengakses, memahami, dan menggunakan informasi secara cerdas.

Tim Isu Literasi :
Shellya Khabib Dirgantari, S.Pd.I
Kusumaningsih Retno A., S.Pd.

Noval Zakky Ramadhan – Sirrin Amanih Musbihatin
Share:

Isu Inovasi Teknologi : Terobosan Unik, Pembuatan Pupuk Organik

Inovasi teknologi adalah penciptaan atau pengembangan produk-produk teknologi, baik teknologi modern maupun teknologi tradisional. Pengembangan teknologi ini bisa menggunakan potensi-potensi yang ada di lingkung
an sekitar. Teknologi yang dikembangkan tersebut selanjutnya bisa dimanfaatkan untuk pengembangan lingkungan, seperti menambah energi listrik, mengurangi  mengurangi polusi yang ada, atau mengurangi limbah-limbah.
Dalam event Green School Festival (GSF) 2017, salah satu isu  yang dibahas adalah tentang Isu Inovasi Teknologi yang membahas tentang bermacam-macam teknologi hasil pengelolaan lingkungan hijau di sekolah dengan memanfaatkan bahan atau alat ramah lingkungan sekolah secara tepat guna, sehingga penggunaannya dalam pengelolaan lingkungan hijau di sekolah lebih efektif dan efisien.
Inovasi teknologi yang dilakukan di SD Islam Surya Buana meliputi pemanfaatan daun kering dan sampah organik lainnya sebagai bahan baku olahan pupuk kompos serta memanfaatkan limbah anorganik sebagai media tanam. Siswa melakukan proses pemilahan sampah berdasarkan organik dan anorganik menjadi dua wadah yang berbeda yang selanjutnya akan diolah menjadi dua produk yang akan bermanfaat untuk lingkungan sekolah.
 Pembuatan pupuk kompos dilakukan di lingkungan sekolah, salah satunya di taman halaman sekolah. Proses pengomposan bisa dilakukan secara terus menerus selama kurang lebih 3 minggu dengan cara sampah- sampah organik di campur dengan cairan EM4 di dalamnya. Selanjutnya setiap tiga hari sekali di aduk secara merata yang bertujuan untuk memasukkan oksigen ke dalam larutan kompos dan menurunkan panas yang di akibatkan proses pengomposan. Kompos yang sudah jadi ditandai dengan aroma yang tidak bau dan warna cairan kehitaman atau berwarna coklat. Keadaan suhu tidak tinggi atau kondisi dingin. Artinya jika sudah menunjukkan tanda - tanda yang disebutkan di atas, maka hasil olahan pupuk kompos tersebut sudah siap diberikan kepada tanaman. Pada dasarnya pembuatan pupuk organik sangat lama, namun jika dibandingkan dengan proses pengomposan yang lain penggunaan cairan EM4 tergolong lebih cepat.
Pemanfaatan limbah anorganik sebagai media tanam meliputi pot yang diisi dengan campuran potongan limbah plastik dan tanah. Untuk tempatnya, siswa menggunakan plastik bekas minyak goreng dan toples plastik bekas karena dianggap lebih tebal dan tahan lama  jika digunakan untuk pot atau polibek. Bekas plastik minyak tersebut dipotong bagian atasnya dan dibersihkan serta diberi beberapa lubang di bawahnya sebagai sirkulasi air. Selanjutnya plastik yang berukuran tipis dipotong kecil-kecil dan dicampur dengan tanah dengan perbandingan satu genggam potongan plastik untuk setiap polibek. Dalam proses penanaman, sebagian tanah yang menempel pada bibit tanaman tetap diikutkan.
Dari hasil pengolahan pupuk kompos bisa digunakan untuk tanaman di lingkungan sekolah, termasuk tanaman yang menggunakan media tambahan potongan plastik sehingga bisa memperindah halaman dan lingkungan sekolah serta mengurangi polusi tanah yang berasal dari sampah plastik.
Dengan adanya pengembangan inovasi teknologi di SD Islam Surya Buana ini, diharapkan warga sekolah semakin peka terhadap lingkungan sekolah. Warga sekolah dapat semakin inovatif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang ramah lingkungan dan nyaman untuk warganya. Sekolah semakin menjadi tempat favorit anak-anak, guru, tenaga kependidikan, wali siswa, dan semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan. Sehingga mampu membantu meningkatkan motivasi belajar anak-anak, dan juga meningkatkan motivasi guru untuk terus berinovasi dalam pengembangan pendidikan.
Tim Isu Inovasi TeknologI :
Vina Ratnasari, S.S.
Titik Nur Rohmah, S.Pd.
Naura Maziidah Naafi’ah  - Fathin  Syarif Asy- Syukri 
Share:

Isu Kantin Sehat : Mau Sehat? Yuk, Pilih Makanan dengan Cermat

Salah satu isu ke-7 dalam Green School Festival 2017 adalah isu kantin sehat. Berbeda dari GSF tahun sebelumnya, isu ini merupakan isu terbaru dalam GSF 2017. Kantin sehat adalah ruang atau bangunan di sekolah yang dimanfaatkan untuk menyediakan makanan dan minuman sehat untuk melayani warga sekolah. Tujuan penyediaan layanan kantin sehat di sekolah adalah :
a. Menyediakan makanan yang aman dan bergizi;
b. Menyediakan fasilitas untuk menerapkan ilmu kesehatan dan gizi;
c. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Kantin sehat di SD Islam Surya Buana diberi nama “KSSB” (Kantin Sehat Surya Buana) yang dikelola oleh 2 orang guru dan beberapa siswa kelas 4 dan 5. Pengelola kantin sehat memiliki tugas antara lain yaitu memeriksa makanan atau minuman yang dijual harus bebas 5P (Pengenyal, Pewarna, Pengawet, Pemanis buatan, Penyedap), mendata makanan atau minuman yang dijual dari wali murid dengan sistem konsinyasi, membentuk piket siswa yang bertugas membantu penjual kantin melayani siswa.
Untuk mewujudkan “KSSB” perlu adanya kerjasama antara wali murid dan semua warga sekolah. Langkah pertama yang dilakukan adalah sosialisasi tentang kantin sehat kepada siswa, wali murid, dan seluruh warga sekolah. Kemudian menentukan menu apa saja yang akan dijual di “KSSB”, dimana menu tersebut pastinya harus bebas 5P. Kemasan makanan atau minuman harus ramah lingkungan atau tidak menggunakan plastik, stereofoam, aluminium  foil. Selain itu, makanan atau minuman harus tertutup rapat agar tetap higienis (terhindar dari lalat dan serangga lainnya). Tempat pembuangan limbah padat dan cair harus ada, memiliki ventilasi yang cukup, memiliki tempat alat-alat yang kotor dan cuci tangan. Kue yang dijual di “KSSB” bekerjasama dengan wali murid yang memiliki usaha makanan atau minuman untuk dijual dengan sistem bagi hasil. Dengan memenuhi beberapa kriteria tersebut, maka sebuah kantin dapat dikategorikan sebagai kantin sehat.
Kantin sehat selalu dinanti-nanti oleh para siswa ketika istirahat. Tidak hanya untuk membeli makanan atau minuman, akan tetapi banyak siswa yang bersenda gurau di kantin menghabiskan waktu istirahat. Dengan demikian, keberadaan kantin di sekolah tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan makan dan minum di sekolah, namun juga dapat dijadikan wahana edukasi kepada siswa tentang kebersihan, kebersamaan, kesehatan, kejujuran, saling menghargai, disiplin dan nilai-nilai yang lainnya.  

Oleh : Tim Isu Kantin Sehat
Novi Eka Sulistiawati, S.Pd.

Nadya Shafwah Azzahra dan Callysta Ochi Prameswara


Share:

Tuesday, November 21, 2017

Isu Resiko : Sekolahku Aman, Tanpa Resiko

Isu resiko adalah bagian dari sembilan isu dalam eco mapping Green School Festival 2017. Isu resiko berkaitan dengan pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan yang ada di sekolah agar selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan, sehingga tujuan pendidikan bisa tercapai dengan maksimal. Ketika sarana prasarana semakin tua, maka tingkat kerusakan tentu meningkat. Dengan demikian, sarana dan prasarana sekolah mutlak harus dijaga dan dipelihara demi keselamatan bersama  dan terwujudnya tujuan pendidikan.
Kondisi dari masalah yang ada pada isu resiko saat ini mencakup kategori masalah dengan kondisi yang berat, sedang, dan ringan. Masalah – masalah tersebut diantaranya lantai rusak di tangga menuju lantai 2, sandaran kursi lepas di kelas 2B, penyangga jendela rusak dan  handle pintu kelas lepas di kelas 5C, serta papan nama kelas yang kawat penggantungnya sudah berkarat di kelas 2C.
Dari masalah-masalah tersebut, tim isu resiko melakukan pemecahan masalah dengan memanfaatkan alat yang ada di sekolah. Seperti lantai yang rusak karena keramiknya pecah, ditambal menggunakan campuran semen, pasir, dan air. Sehingga lantai tidak berlubang dan aman untuk dilewati. Dengan menggunakan palu dan paku milik sekolah, tim isu memaku kembali sandaran kursi yang lepas. Sehingga kursi bisa dimanfaatkan kembali oleh para siswa untuk belajar dengan nyaman.
Masalah berikutnya yang ditemukan oleh tim isu adalah adanya penyangga jendela yang rusak dikarenakan paku ulir yang lepas. Sehingga para tim isu memasangkan kembali paku ulir pada penyangga jendela agar bagian tersebut bisa berfungsi kembali dengan baik. Pemecahan masalah pada handle pintu kelas yang lepas dengan memasang kembali handle tersebut dengan menggunakan paku ulir dan obeng. Sehingga siswa dan guru bisa membuka atau menutup pintu dengan nyaman.
Adanya papan nama kelas yang lepas dikarenakan kawat penggantung yang berakarat, mendorong para tim isu resiko bergegas untuk memperbaikinya. Tim isu resiko memanfaatkan kawat yang ada di sekolah untuk mengganti kawat yang sudah berkarat tersebut. Sehingga papan nama terpasang kembali dengan kuat. Hal ini dapat memudahkan para tamu yang datang ke sekolah untuk mengenali ruangan yang dilewatinya.
Dari semua masalah yang ditemukan, tim isu resiko dapat menyelesaikan dengan baik. Tidak banyak alat yang harus dibeli. Para tim isu resiko memanfaatkan alat dan bahan yang ada di sekolah. Sarana dan prasarana di sekolah menjadi terawat dan terjaga dengan baik. Sehingga seluruh warga sekolah bisa beraktifitas dengan nyaman dan aman.
 Anggota:
Maratus Sholikah, S. Pd.
Zainatul Hasna, M. Ag

Intan Ifda El Rabbani 
Nasywa Haniyah
Share:

Isu Tanaman Hijau : Ada Tanaman Hijau, Belajarku Tak Perlu Risau

Demi terciptanya lingkungan yang asri dengan udara yang sejuk, kondisi tanaman yang ada di sekolah harus diperhatikan. Lingkungan sekolah dengan tanaman hijau yang rindang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Dengan adanya lingkungan sekolah yang seperti itu, akan sangat mendukung proses belajar mengajar. Kondisi tanaman hijau yang terawat akan menciptakan rasa nyaman dan membuat warga sekolah semakin betah berada disana.
Terjaganya tanaman hijau di sekolah antara lain berfungsi untuk melestarikan flora dan fauna, pengendalian air tanah dan erosi, ameliorasi iklim, memperkecil pantulan sinar matahari, pengendalian erosi tanah, mengurangi aliran permukaan, dan mengikat tanah. Konstruksi vegetasi dapat mengatur keseimbangan air dengan cara intersepsi, infiltrasi, evaporasi dan transpirasi. Dengan demikian, penghijauan lingkungan sekolah sebagai unsur “hutan sekolah” perlu ditingkatkan secara konseptual meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan dengan mempertimbangkan aspek estetika, pelestarian lingkungan dan fungsional. Pelaksanaan harus sesuai dengan perencanaan begitu pula pemeliharaan harus dilakukan secara terus menerus.
Berkaitan dengan tanaman hijau, ada beberapa masalah yang terjadi di SD Islam Surya Buana, diantaranya adalah tanaman belum tertata dengan baik dan teratur  di depan kelas 1A dan 1B, penanggulangan yang sudah dilakukan yaitu memasang stiker ajakan untuk merawat dan menjaga tanaman. Selain itu, terdapat sampah di area taman dan di pot tanaman. Penanggulangan yang sudah dilakukan adalah meletakkan tempat sampah didekat tanaman supaya siswa tidak membuang sampah pada tanaman, tetapi di tempat sampah.
Dengan dilakukannya kegiatan tersebut, diharapkan seluruh warga sekolah menyadari pentingnya menjaga tanaman hijau. Dengan melestarikan tanaman hijau, banyak manfaat yang akan kita peroleh. Diantaranya adalah kita mendapat pasokan udara bersih yang dihasilkan oleh tanaman hijau tersebut. Semakin banyak tumbuhan hijau, semakin banyak oksigen di lingkungan sekolah. Dengan demikian, akan menjadikan warga sekolah nyaman selama berada di sekolah. Salam Hijau Lestari untuk Bumi Pertiwi!

Tim Isu Tanaman Hijau:
Yavie Ali Firdaus
Mujiono

Revalia Fitria Nur’aini - Ahmad Nadhief Islami
Share:

Isu Air dan Limbah Cair : Ada Biopori, Sekolah Kami Tidak Tergenang Lagi

Secara arti kata Green School adalah sekolah hijau. Namun dalam makna luas, diartikan sebagai sekolah yang memiliki komitmen dan secara sistematis mengembangkan program-program untuk nilai-nilai lingkungan ke dalam seluruh aktivitas sekolah. Karenanya, tampilan fisik sekolah ditata secara ekologis sehingga menjadi wahana pembelajaran bagi seluruh warga sekolah untuk bersikap arif dan berperilaku ramah lingkungan. Potensi internal sekolah seperti ketersediaan lahan, sumber daya air, energi, bentang alam, tradisi masyarakat sekitar, dan ekosistemnya merupakan objek pengembangan dalam konsep sekolah hijau. Disinilah, konsep sekolah hijau dalam menumbuhkan sikap peduli lingkungan melalui proses pembelajaran dan pembiasaan menjadi penting dan strategis. Di sekolah, proses pembelajaran mengarah pada upaya pembentukan perilaku siswa yang peduli lingkungan melalui model pembelajaran yang aplikatif dan menyentuh kehidupan sehari-hari. Lingkungan sekolah dijadikan wahana pembiasaan perilaku peduli lingkungan sehari-hari. Dengan demikian, kedua aspek tadi, menuju pada satu tujuan yaitu internalisasi atau pembiasaan perilaku peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah pemetaan masalah dan potensi, langkah selanjutnya adalah melakukan pembahasan perencanaan aksi untuk mengatasi permasalahan lingkungan hidup. Salah satu  isu tersebut adalah Air dan Limbah Cair. Air adalah senyawa yang penting bagi semua kehidupan di bumi ini. Air merupakan sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Terganggunya daur air akan menyebabkan terganggunya keseimbangan manusia. Salah satu kegiatan manusia yang dapat menyebabkan terganggunya daur air adalah penggunaan air yang berlebihan. Beberapa masalah yang terjadi di lingkungan sekolah yang berkaitan dengan air adalah diantaranya, penggunaan air yang boros, seperti membiarkan kran air terbuka padahal tidak dipakai, adanya pipa kran air yang bocor, serta seringkali limbah air hujan menggenang tidak terserap tanah atau tersalurkan ke got drainase.
Cara menanggulangi berbagai masalah yang ada, kami dari tim Isu Air dan Limbah Cair mempunyai beberapa ide, diantaranya adalah membuat biopori yang bermanfaat untuk resapan air, memperbaiki kran air yang bocor, dan membuat himbauan menghemat air di sekitar kran air.
Salah satu masalah yang sangat terlihat perubahannya di sekolah kami adalah terselesaikannya masalah limbah air hujan yang awalnya tidak bisa terserap dengan baik. Dengan adanya biopori, genangan air hujan tidak terjadi lagi di sekolah kami. Dengan mengikuti event ini, SD Islam Surya Buana mengajak seluruh warga sekolah untuk membentuk gaya hidup agar lebih peduli dan melestarikan lingkungan. Salah satunya bisa dimulai dari hal yang paling sederhana, yaitu menghemat penggunaan air. Salam Hijau Lestari untuk Bumi Pertiwi.
Tim Isu Air dan Limbah Cair
Hikmah Rachmawati, S.S., S.Pd. dan Sri Winarti, S.Psi.

Naila Rusda Maia Rahma – Alzan

Share:

Saturday, November 18, 2017

Isu Energi : Sayangi Bumi dengan Hemat Energi

Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja. Dalam segala aspek kehidupan, energi merupakan fasilitas meningkatkan kemampuan manusia untuk melakukan kerja dan manusia menggunakannya untuk tujuan konstruktif secara ekonomi dalam menjalankan kegiatan yang tidak mungkin dihadapi oleh manusia sebelum adanya teknologi energi (Liun, 2011: 312).
Energi secara umum dibagi menjadi 2, yaitu energi yang dapat diperbarui dan energi yang tidak dapat diperbarui. Sumber energi yang tidak dapat diperbarui merupakan sumber energi yang tidak dapat diisi atau dibuat kembali oleh alam dalam waktu yang singkat, seperti minyak bumi, batubara, dan sebagainya. Sedangkan energi yang dapat diperbarui adalah sumber energi yang dapat dengan cepat diisi kembali oleh alam, contohnya matahari, air, dan angin.
Kebutuhan energi semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai upaya dilakukan oleh berbagai masyarakat untuk menghemat penggunaan energi yang ada. Diantara upaya yang dilakukan adalah dengan membuat berbagai gerakan hemat energi. Gerakan hemat sebagai salah satu upaya yang dilakukan untuk menyadarkan masyarakat luas akan pentingnya energi bagi kehidupan manusia. Diantara contoh gerakan yang dilakukan adalah gerakan mematikan lampu jika sudah tidak diperlukan atau saat siang hari, lebih memilih lampu hemat energi daripada lampu pijar, dan lain sebagainya.
Upaya lain yang dilakukan sebagai wujud menghemat energi adalah dengan terobosan-terobosan baru untuk menghemat energi. Misalnya membuat gagasan tentang energi alternatif. Akibatnya, sumber alternatif energi yang digunakan khususnya pada pembangkit listrik semakin menarik perhatian. Meskipun masih hanya sebagian kecil dari permintaan energi global sumber energi alternatif yang berkembang pesat, menghadirkan investor dengan potensi peluang jangka panjang yang menarik.
Energi baru dan terbarukan telah menjadi harapan masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan energi masa depan. Energi ini dianggap berlimpah lestari dan ramah lingkungan sehingga pengembangannya sangat dinantikan agar kelak berperan menjadi andalan utama pasokan energi nasional. Energi baru sering diasosiasikan dengan energi alternatif. Segmen energi alternatif dalam industri energi mencakup berbagai sumber dari sejumlah teknologi yang dinyatakan cukup potensial, seperti pembangkit listrik tenaga air, energi angin, dan energi surya.
Tantangan bagi masyarakat masa kini tidak hanya pada masalah keterbatasan ketersediaan energi yang ada di alam, akan tetapi juga masalah kebiasaan-kebiasaan tidak baik masyarakat terkait penggunaan energi. Hal yang paling sepele yang perlu segera diatasi dalam penggunaan energi adalah perilaku boros energi, termasuk dalam hal ini kebiasaan-kebiasaan lupa mematikan alat-alat elektronik setelah tidak digunakan.
Pokok permasalahan energi yang ada di SD Islam Surya Buana Malang diantaranya adalah kebiasaan lupa mematikan lampu di siang hari. Permasalahan tersebut merupakan masalah sepele tetapi sudah membudaya di lingkungan SD Islam Burya Buana sehingga perlu diatasi sedini mungkin. Adapun solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah tersebut adalah melalui pemasangan stiker ajakan untuk menghemat energi dengan cara mematikan lampu jika sudah tidak diperlukan lagi.
Permasalahan lain yang sering terjadi adalah tidak mematikan kipas angin ketika udara tidak panas, lupa mematikan komputer setelah digunakan di laboratorium komputer, hingga lupa mematikan printer kelas. Permasalahan tersebut diatasi melalui penempelan stiker ajakan maupun pengingat. Penempelan stiker diharapkan dapat mengurangi kebiasaan-kebiasaan warga sekolah yang terkesan “boros” terhadap penggunaan energi. Solusi lain yang ditawarkan oleh SD Islam Surya Buana untuk menghemat energi adalah melaui penggunaan energi alternatif berupa Sel Surya. Sel Surya dimanfaatkan sebagai energi alternatif untuk menghidupkan lampu taman dan teras di malam hari.

Tim Isu Energi: Uswatun Hasanah, S.Psi.
A. Musthofa Malik, S.Pd.
Harisudin, S.E.
Walidatus Syifa

Zicka Viona Ismi Fadhilah
Share:

Isu Sampah dan Polusi : Sekolahku Asri, Bebas Polusi

Kata sampah dan polusi tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Mendengar kata sampah dan polusi, tentu terlintas dalam pikiran tentang setumpuk limbah menimbulkan aroma busuk menyengat dan tak elok dipandang serta menganggu kesegaran udara. sampah adalah material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya aktifitas yang cenderung merusak lingkungan dan udara disekitar.
Tim Isu Sampah
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa sampah dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan maupun bagi kelestarian lingkungan. Bila sampah dibuang tidak teratur atau ditumpuk tanpa ada pengelolaan yang baik, maka akan menimbulkan berbagai dampak kesehatan yang serius. Tumpukan sampah yang dibiarkan begitu saja akan mendatangkan serangga atau tikus yang membawa kuman penyakit.

Siswa yang tergabung dalam Isu Sampah dan Polusi
sedang membuat label nama pada tempat sampah
Di SD Islam Surya Buana ada beberapa masalah yang erat kaitannya dengan sampah dan polusi. Belum terpisahnya tempat sampah untuk sampah organik dan sampah anorganik, kamar mandi yang tidak bersih. dan polusi udara yang berasal dari asap kendaraan. Beberapa masalah tersebut akan menimbulkan dampak buruk apabila tidak segera dicari solusinya. Beberapa langkah sederhana untuk mengatasi dan mengantisipasi masalah-masalah tersebut, ada beberapa cara yang telah dilakukan oleh tim isu Sampah dan Polusi. Diantaranya, tim isu sampah dan polusi membuat tulisan (sampah organik dan sampah anorganik) pada semua tempat sampah yang ada di sekolah, melakukan pemilahan sampah (sampah basah dan sampah kering), membuat dan memberi himbauan kepada semua warga sekolah untuk menjaga kebersihan kamar mandi, membiasakan menyiram sebelum dan sesudah menggunakan kamar mandi, membuat aturan atau poster tentang area bebas asap kendaraan, serta memarkir kendaraan di tempat yang sudah disediakan. Peraturan dan kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga kebersihan dan keindahan sekolah serta membiasakan hidup bersih dan sehat yang tercantum dalam misi SD Islam Surya Buana nomor 4 yaitu membiasakan hidup bersih dan sehat.

Tim Isu Sampah Dan Polusi :
Elok Faizah, S.Pd.I.
Elisatul Evi Zuliana, S.Pd.
Agus Rubianto
Muhammad Syarief Ali Akbar
Alyayank Nuvi Apriliana Putri


Share:

Tags

SD Islam Surya Buana Malang Surya Buana Malang SDI Surya Buana Jawa Pos Radar Malang Pembelajaran Tematik GSF 2017 Green School Festival 2017 Full Day School Pembelajaran Tematik Asyik dan Menarik Pembelajaran Tematik yang Menarik Study Visual Event Radar Malang Green School Media Pembelajaran Kreatif Media Pembelajaran Tematik Business Day PPDB SD Kota Malang Penerimaan Peserta Didik Baru SD Islam Surya Buana Malang dinas pendidikan kota malang Entrepreneur Pembelajaran Berbasis Proyek Green School Festival 2018 Penguatan Pendidikan Karakter Budaya Literasi Business Event Ngalam MTs Surya Buana Perguruan Surya Buana Malang SMA Surya Buana Eco Green Park Energi Alternatif Kincir Angin GSF 2018 Gebyar Kreativitas Anak Muslim Kantin Sehat Kemdikbud PPK Peduli Terhadap Makhluk Hidup Penerimaan Peserta Didik Baru SD Kota Malang Pengelolaan Kelas Tematik YDSF visit malang BMKG Karangploso BMKG Karangploso Malang Buletin Mini Sekolah Display Kelas KBTK Surya Buana Kolej Tunku Kurshiah Malaysia Literasi Sekolah Makanan Sehat Nasionalisme SDI Surya Buana Bebas Narkoba Sekolah Hijau Seputar Malang Wisuda Tahfidz Yayasan Dana Sosial Al Falah petik jeruk visit batu Anti Narkoba BNN Kota Malang BPTP BPTP Karangploso BSM Babinsa Dinoyo Badan Narkotika Nasional Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bank Sampah Kota Malang Batik Indonesia Batik Nasional Beautiful Lombok Biofilter Anaerob Buletin Mini Daur Ulang Sampah Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Malang Dinoyo Malang Ekstrakurikuler Membatik FRSIS FRSIS 2018 Festival 2017 Gerakan Literasi HUT Kota Malang 104 HUTRI HUTRI73 Humas Pemkot Batu Industri Keramik Innopa Innopa Indonesia Inobel Jatim Park 1 Jumat untuk Lombok Kantin Sehat Surya Buana Keamanan Pangan Kelas Cerdas Kelas Menyenangkan Kemerdekaan Keramik Dinoyo Koramil Koramil Lowokwaru Lalu Lintas Literasi Literasi Teknologi Informasi Lomba Agustusan Lomba Pengelolaan Kelas Lombok Mading 3D Mading Tiga Dimensi Malang Unik Manajemen Kelas Mengetuk Pintu Surga Muharram 1439 H NKRI Ngalam Olahan Jagung Manis PJOK Parade Muharram 1439 H Parents Day Peduli Lombok Peduli Sampah Pelopor Keselamatan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Pemkot Batu Pendidikan Jasmani Peristiwa Rengasdengklok Polresta Kota Malang Potpourri Pray For Lombok Prestasi Yes Narkoba No Reuse Reduce Recycle Sampah Ekonomis Simposium Snake And Ladder Tahun Baru Hijriyah 1440 H Warisan Nenek Moyang YBCPM