Unggul dalam Prestasi, Terdepan dalam Inovasi,
Maju dalam Kreasi, dan Berwawasan Lingkungan.
  • Kolej Tunku Kurshiah Malaysia : Serunya Berkunjung ke Kompleks Sekolah Surya Buana

    Ada yang berbeda dengan Surya Buana di hari Minggu, 15 April 2018 ini. Sekolah yang biasanya sepi, hari ini mendadak rame.

  • Kolej Tunku Kurshiah Malaysia Berkunjung Ke Surya Buana dan Pemkot Batu

    Yayasan Bahana Cita Persada Malang Perguruan Surya Buana Malang, Jumat - Sabtu, 13-15 April 2018 menerima kunjungan dari Kolej Tunku Kurshiah Seremban Malaysia. 5 Cikgu beserta 29 murid disambut oleh Keluarga Besar Yayasan Bahana Cita Persada Malang tepatnya pada hari Jumat, 13 April 2018.

  • Hidup Sehat dimulai dari Makanan Sehat

    Salam sehat, SBLovers! Hari ini Rabu, 11 April 2018, SD Islam Surya Buana kedatangan tamu dari Dinas Kesehatan Kota Malang. Siswa-siswi kelas 4-5 SD Islam Surya Buana mendapat banyak ilmu tentang makanan sehat. Kegiatan Penyuluhan Keamanan Pangan yang dibuka oleh Pembina Yayasan Bahana Cita Persada, Ibunda Sri Istutik Mamiek ini juga bekerja sama dengan mahasiswa S2 Universitas Negeri Malang Jurusan Pendidikan Luar Sekolah.

  • Belajar Bijak Mengolah Sampah bersama Bank Sampah Kota Malan

    Jum'at, 6 April 2018, kembali siswa-siswi SD Islam Surya Buana menimba ilmu dari orang-orang yang berperan penting dalam menjaga lingkungan. Setelah beberapa hari yang lalu siswa-siswi belajar tentang ketertiban dari kepolisian, hari ini siswa-siswi kelas 4 dan 5 belajar tentang kebersihan lingkungan dan cara mengolah sampah agar bernilai guna dari Bank sampah Malang.

  • Belajar Tertib Lalu Lintas bersama Polresta Malang

    Pagi ini, Rabu 4 April 2018, siswa-siswi kelas 4 dan 5 SD Islam Surya Buana Malang belajar bersama dengan Polresta Malang tentang Etika Berlalu Lintas. Ipda M. Syaiku bersama Brigadir Polisi Nanang menyampaikan pentingnya bersikap santun dan saling menghargai dan menghormati antar sesama pengguna jalan atas dasar hak, kewajiban, dan kemanusiaan. Hal ini dilakukan demi terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalu lintas.

  • Celengan Cinta Untuk Sahabat di HUT Kota Malang ke-104

    (SbNews) - Berbeda dengan hari-hari biasanya, hari ini, Senin 2 April 2018, siswa-siswi SD Islam Surya Buana Malang berkostum batik dan membawa jajanan tradisional. Ya, kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kota Malang yang ke-104.

Saturday, November 9, 2019

Membuat Kudapan Salad Buah di Taman Singha


Study Visual kelas 1 kali ini bertepatan dengan Peringatan Hari Anak Internasional yang dilaksanakan pada hari Kamis, 7 November 2019. Kegiatan siswa kelas 1 kali ini adalah bermain di Taman Singha dan membuat kudapan salad buah. Kegiatan ini merupakan kegiatan puncak tema 3 dengan tema Kegiatanku. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengalaman kepada siswa dari kegiatan yang mereka lakukan. 

Usai bergabung dengan Peringatan Hari Anak Internasional di sekolah, kegiatan siswa kelas 1 dilanjutkan dengan persiapan pergi ke Taman Singha. Sekitar pukul 10.00 WIB, siswa kelas 1 sudah berbaris dengan rapi di depan sekolah didampingi oleh guru kelas masing-masing dan 3 guru PPG yang sedang bertugas mengajar di sekolah. Siswa kelas 1 berjalan kaki menuju Taman Singha. Terlihat wajah antusias para siswa kelas 1 meskipun keadaan cukup terik.
Sesampai di Taman Singha, mereka langsung menyerbu arena skateboard dan basket, adapula yang membuat bentuk-bentukan dari pasir. Mereka langsung bermain dengan suka ria bersama teman-temannya. 15 menit berlangsung, kemudian siswa kelas 1 kembali berkumpul dengan rapi untuk membuat kudapan salad buah. Sebelum membuat salad buah, para guru kelas 1 sudah menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan, seperti : semangka, melon, nata de coco, campuran mayonnaise+susu kental manis, keju parut, gelas, dan sendok plastik. Setelah mendapatkan salad buah dengan mengantre, para siswa menikmati salad buah tersebut.
Sekitar pukul 11.30 WIB, siswa kelas 1 kembali ke sekolah. Mereka diberi waktu istirahat sekitar 15 menit, kemudian dilanjutkan dengan sholat dzuhur, makan siang, istirahat dan kegiatan pembelajaran di kelas seperti biasa. Semoga kegiatan hari ini memberikan pengalaman bermakna untuk siswa kelas 1.

Ditulis Oleh : Sulis Tianingsih, S.Pd.I. dan Khodijah Zahro Atika, S.Pd.
Guru dan Wali Kelas 1C
SD Islam Surya Buana

Share:

Sehari Belajar di Luar Kelas


Tujuh November diperingati sebagai Hari Anak Internasional. Bertepatan dengan peringatan tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengadakan kegiatan secara serentak se-Indonesia dengan tema Sehari Belajar di Luar Kelas. Kira-kira ragam kegiatan apa saja, ya yang diselenggarakan oleh SD Islam Surya Buana untuk menyemarakkan peringatan tersebut? 

Bagi SBLovers tentunya belajar di luar kelas sangat sering dilaksanakan. Kegiatan belajar tersebut diberi nama Study Visual. Bahkan, hampir di setiap tema pembelajaran, para siswa SD Islam Surya Buana mengadakan pembelajaran di luar kelas. Lokasi tujuannya pun beragam. Sesuai dengan tema yang sedang mereka pelajari.
Nah, hari ini, seluruh siswa SD Islam Surya Buana mulai dari kelas 1-6 berkumpul di lapangan baru untuk belajar bersama-sama. Kegiatan tersebut tentunya diawali dengan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 Stanza, dan senam pagi. Yang berbeda di pagi hari ini, para siswa belajar tentang mitigasi bencana yang dikemas dalam lagu dan gerak.
Pagi ini juga telah dilaksanakan deklarasi Sekolah Ramah Anak yang ditandai dengan pelepasan burung oleh Ibu Kepala Sekolah beserta perwakilan ketua kelas 1-6. Kegiatan pelengkap lain pada hari ini adalah para siswa makan bersama bekal bergizi yang telah disiapkan oleh Ayah Bunda. Bermain permainan tradisional juga menjadi salah satu kegiatan hari ini. Di antaranya, engklek, ular tangga, dan congklak. 
Tak cukup sampai di situ, masing-masing tingkatan kelas juga mempunyai agenda kegiatan masing-masing. Tak lupa, kegiatan literasi tentang kegiatan hari ini juga telah dilaksanakan oleh para siswa.
Tepat hari ini juga, SD Islam Surya Buana mendapat kunjungan kerja K3S dari Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Para tamu tersebut disambut oleh tari Topeng Malangan dari siswa-siswi yang mengikuti ekstrakurikuler tari. Kegiatan dilanjutkan berkeliling melihat kondisi ruangan dan kelas sambil menuju lantai 3, tempat pertemuan dilaksanakan. Usai acara pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, paparan program sekolah, ramah tamah, dan foto bersama.
Semoga semua kegiatan yang telah dilaksanakan hari ini dapat memberikan manfaat, khususnya untuk kemajuan SD Islam Surya Buana. Semoga menjadi salah satu hari yang bermakna bagi para siswa SD Islam Surya Buana dan Bapak Ibu K3S Kabupaten Paser. Tentunya, SD Islam Surya Buana akan senantiasa berproses untuk menjadi Sekolah yang Ramah Anak.

Ditulis Oleh : Shellya Khabib Dirgantari, S.Pd.I. dan Novi Eka Sulistiwati, S.Pd.
 / Wali Kelas 6B dan D
SD Islam Surya Buana


Share:

Kunjungi The Bagong Adventure, Siswa Kelas 5 Belajar Anatomi Tubuh


Hari Rabu yang cerah, tepatnya tanggal 6 November 2019, siswa kelas 5 SD Islam Surya Buana melaksanakan kegiatan study visual yang sudah lama ditunggu yakni di Museum Tubuh, Batu. Kegiatan ini diikuti oleh 107 siswa dan 5 guru pendamping. Untuk SV kali ini merupakan gabungan dari SV tema 2-4 yang sebagian besar mempelajari tentang tubuh manusia. Selepas sholat dhuha, dengan antusias dan riang gembira seluruh siswa kelas 5 bergegas menuju angkutan yang sudah disiapkan. Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 30 menit, rombongan sampai di tempat tujuan. Seluruh siswa kelas 5 berbaris sesuai kelasnya dan mengantre dengan tertib supaya mendapat gelang tiket untuk masuk ke dalam zona-zona yang ada di dalam Museum Tubuh. Para petugas juga membagikan lembar kerja yang akan dikerjakan siswa selama kegiatan di dalam museum. Agar kegiatan di dalam berjalan lancar, para siswa dibagi menjadi 3 kelompok. 
Zona pertama yang mereka masuki adalah zona gigi. Sesuai dengan namanya, di dalam zona ini para siswa diajak untuk mengenal lebih jauh tentang gigi manusia dan juga lidah. Selesai dari zona gigi, mereka beranjak menuju zona telinga, zona hidung, zona mata, zona otak, zona paru-paru, zona jantung, zona hati, zona ginjal, dan zona usus.
Di masing-masing zona, para siswa mendapat penjelasan yang cukup detail mengenai bagian-bagian dari organ, fungsi organ, beberapa jenis penyakit yang bisa menyerang organ-organ tersebut dan cara memelihara kesehatan organ tersebut. Selain itu, para siswa juga diberi kesempatan untuk bertanya terkait materi yang disampaikan jika dirasa belum mengerti.
Para siswa juga menikmati fasilitas lainnya yang berupa zona aktifitas. Di zona ini mereka bisa mencoba beberapa profesi yang berkaitan dengan dunia kesehatan. Yang terakhir, ada zona yang tidak kalah seru yang bisa dinikmati yaitu zona cinema 3D. Di zona ini, para siswa dapat melihat film animasi yang berkaitan dengan sistem imun dalam tubuh manusia. Selesai menikmati film tersebut, seluruh siswa kelas 5 berkumpul di depan cafe gigi untuk menikmati snack box yang disediakan. Setelah makan, rombongan bergegas menuju angkutan masing-masing untuk kembali lagi ke sekolah. Dalam perjalanan tersebut, seluruh rombongan berhenti di Masjid Annur Kota Batu untuk menunaikan sholat dhuhur berjamaah.
Kegiatan study visual yang bertujuan agar para siswa lebih memahami materi terkait organ tubuh manusia ini telah berjalan dengan lancar. Seluruh siswa antusias dan menikmati perjalanan. Semoga kegiatan ini bermanfaat, memberikan pengetahuan yang mendalam terkait materi di sekolah dan sampai jumpa di kegiatan study visual berikutnya.

Ditulis Oleh : Hartutik Nurul Khasanah, S.Pd.  / Wali Kelas 5A
SD Islam Surya Buana

Share:

Bermain di Lingkunganku, Siswa Kelas 2 Kunjungi Pasar Oro-Oro Dowo


Hari Rabu, di pekan kedua bulan November ini adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh siswa kelas 2 SD Islam Surya Buana. Mereka tak sabar menanti dan sangat antusias menyambut kegiatan Study Visual dengan tema Bermain di Lingkunganku.
Study Visual kali ini tentu sangat mengasyikkan dan menjadi pengalaman baru untuk siswa kelas 2 karena dilakukan di komplek Pasar Oro-Oro Dowo. Rasa semangat dan antusias semua siswa dan guru kelas 2 ditunjukkan sejak rombongan berangkat menuju Pasar Oro-Oro Dowo. Tepat pada pukul 08.00 WIB, para rombongan menuju Pasar Oro-Oro Dowo dengan mengendarai angkutan kota yang identik dengan warna biru. Sesampai di sana, para siswa diajarkan untuk berperilaku tertib, sopan, dan saling sapa dengan penjual yang ada di pasar tersebut. Selain itu, tujuan utama Study Visual kali ini adalah mengajarkan siswa untuk belajar dan bermain di lingkungan yang jarang, bahkan belum pernah mereka kunjungi. Tidak hanya berperilaku tertib dan sopan ketika bermain di lingkungan sekolah, tetapi juga berperilaku tertib dan sopan terhadap orang lain ketika di luar lingkungan sekolah.
Saat berada di dalam pasar, para siswa dapat menerapkan perilaku tertib, sopan, dan berinteraksi dengan penjual dengan baik. Siswa dengan bergantian menanyakan barang yang akan dibeli kepada penjual, siswa juga sangat antusias ketika mereka mencari barang yang akan mereka beli. Para siswa juga belajar membiasakan berperilaku mandiri dengan bertanya kepada setiap penjual mengenai berapa harga barang yang akan mereka beli.
Adanya kegiatan ini membiasakan para siswa agar selalu sopan dan tertib saat mereka berinteraksi dengan lingkungan baru. Saling mengingatkan antarteman agar selalu tertib pada saat bermain di lingkungan luar sekolah menjadi pembelajaran yang baik untuk meningkatkan nilai mandiri siswa kedepannya.
Semoga kegiatan ini menjadi pembelajaran bermakna bagi siswa kelas 2. Semoga siswa-siswi SD Islam Surya Buana menjadi generasi unggul, yang nantinya mampu membawa Indonesia maju.

Ditulis Oleh : Tahyata Inas Syah, S.Pd.  / Guru PJOK Kelas Bawah
SD Islam Surya Buana

Share:

SD Islam Surya Buana Kembali Peroleh Juara 2 GSF 2019


Usai melalui serangkaian proses panjang, penganugerahan Green School Festival 2019 pun resmi digelar pada hari Selasa, 5 November 2019. Seperti tahun-tahun sebelumnya, supporter dari berbagai sekolah yang masuk sebagai nominasi juara memadati tribun-tribun Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang. Tak terkecuali supporter dari SD Islam Surya Buana.



Ada banyak nominasi juara dalam gelaran rutin Dinas Pendidikan Kota Malang yang bekerjasama dengan Radar Malang ini. Di antaranya, literasi dan publikasi, tata kelola lingkungan, ecoteknologi, ramah anak, favorit, Mading 3D, sekolah nonadiwiyata, dan sekolah adiwiyata.
Alhamdulillah, tahun ini, SD Islam Surya Buana berhasil membawa pulang Juara 2 Kategori Sekolah Nonadiwiyata tingkat Kota Malang Green School Festival 2019. Semoga dengan gelar juara ini, bisa menambah semangat seluruh warga sekolah untuk terus melestarikan alam mulai dari lingkungan terkecil, yaitu lingkungan sekolah. Yang terpenting lagi, proses dari festival ini menjadikan warga sekolah, khususnya siswa siswi menjadi siswa siswi yang berbudaya lingkungan. Harapan selanjutnya adalah SD Islam Surya Buana mampu berproses menuju sekolah adiwiyata tingkat Jawa Timur.

Ditulis Oleh : Shellya Khabib Dirgantari, S.Pd.I.  / Wali Kelas 6D
SD Islam Surya Buana

Share:

Thursday, October 10, 2019

Rumah Kedua, Keamanan dan Kenyamanannya Terjaga


Berbeda dengan GSF tahun sebelumnya, GSF tahun ini terdapat isu terbaru salah satunya adalah sekolah ramah anak (SRA). Hal ini merupakan tantangan baru dalam mengikuti GSF. Sekolah Ramah Anak merupakan suatu program yang mewujudkan kondisi aman, bersih, sehat, peduli, dan berbudaya lingkungan hidup, yang mampu menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya, selama anak berada di sekolah serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, dan pengawasan. Sekolah Ramah Anak mengondisikan sebuah sekolah menjadi nyaman bagi anak serta memastikan hak anak dan melindunginya, karena sekolah menjadi rumah kedua bagi anak, setelah rumahnya sendiri.
            Penerapan Sekolah Ramah Anak (SRA) dilaksanakan merujuk 6 (enam) komponen penting diantaranya adalah : (1) Adanya komitmen tertulis yang dapat dianggap kebijakan tentang SRA; (2) Pelaksanaan Proses Pembelajaran yang ramah anak; (3) Pendidik dan Tenaga Kependidikan Terlatih Hak-Hak Anak; (4) Sarana dan Prasarana yang ramah anak; (5) Partisipasi anak; (6) Partisipasi Orang Tua, Lembaga Masyarakat, Dunia Usaha, Pemangku Kepentingan Lainnya, dan Alumni.
            Kondisi yang dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan siswa di sekolah antara lain, lantai di kelas 3C dan 3D rusak. Penyebab dari lantai tersebut antara lain karena semen perekat lantai tidak berfungsi dengan baik sehingga memerlukan penggantian lantai yang baru. Dalam hal ini, sekolah bekerjasama dengan komite untuk memperbaiki lantai yang rusak. Nilai-nilai PPK yang diterapkan dalam kegiatan ini antara lain yaitu gotong royong dan integritas.
Selain itu, kantin sekolah masih menjual makanan dan minuman yang mengandung bahan pengawet dan zat adiktif lainnya, dikarenakan kurangnya sosialisasi antara pihak sekolah dengan penjual kantin tentang makanan dan minuman sehat yang harus dijual. Untuk mengatasi hal tersebut, pihak sekolah mengundang dari tim UKS untuk mengadakan sosialisasi tentang makanan dan minuman sehat kepada penjual di kantin. Selain mengadakan sosialisasi juga membuat slogan tentang makanan dan minuman sehat serta melakukan pengecekan makanan dan minuman sehat secara berkala oleh tim pengelola kesehatan kantin.
Masalah lain yang sering muncul adalah sering terjadi aliran listrik yang yang tidak stabil, sehingga mengganggu kenyamanan siswa yang sedang belajar. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sekolah perlu pengadaan genset. Hasil yang diharapkan dengan adanya solusi isu Sekolah Ramah Anak ini antara lain terwujudnya sekolah yang aman dan menyenangkan bagi peserta didik. 

Tim Isu Sekolah Ramah Anak:
Novi Eka Sulistiawati, S.Pd.
Nurul Fakhihatul Jannah Attamimi, S.Pd.
Agus Rubianto
Carissa Widya Rianti
Rafiffah Dahabiyah Ahmad

Share:

Sayangi Bumi dengan Hemat Energi


Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja. Dalam segala aspek kehidupan, energi merupakan fasilitas meningkatkan kemampuan manusia untuk melakukan kerja dan manusia menggunakannya untuk tujuan konstruktif secara ekonomi dalam menjalankan kegiatan yang tidak mungkin dihadapi oleh manusia sebelum adanya teknologi energi (Liun, 2011: 312).
Energi secara umum dibagi menjadi dua, yaitu energi yang dapat diperbarui dan energi yang tidak dapat diperbarui. Sumber energi yang tidak dapat diperbarui merupakan sumber energi yang tidak dapat diisi atau dibuat kembali oleh alam dalam waktu yang singkat, seperti minyak bumi, batubara, dan sebagainya. Sedangkan energi yang dapat diperbarui adalah sumber energi yang dapat dengan cepat diisi kembali oleh alam, contohnya matahari, air, dan angin.
Hampir semua energi yang kita gunakan sehari-hari baik itu listrik, bensin, bahkan gas untuk memasak semuanya berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Untuk itu perlu kita mulai memikirkan sumber energi alternatif sebagai salah satu langkah awal dalam memperbaiki dan mempersiapkan diri saat terjadinya krisis energi, selain itu kebutuhan energi semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai upaya dilakukan oleh berbagai masyarakat untuk menghemat penggunaan energi yang ada. Diantara upaya yang dilakukan adalah dengan membuat berbagai gerakan hemat energi.
Gerakan hemat sebagai salah satu upaya yang dilakukan untuk menyadarkan masyarakat luas akan pentingnya energi bagi kehidupan manusia. Diantara contoh gerakan yang dilakukan adalah gerakan mematikan lampu jika sudah tidak diperlukan atau saat siang hari, lebih memilih lampu hemat energi daripada lampu pijar, dan lain sebagainya.
Upaya lain yang dilakukan sebagai wujud menghemat energi adalah dengan terobosan-terobosan baru untuk menghemat energi. Misalnya membuat gagasan tentang energi alternatif. Sumber energi alternatif yang digunakan khususnya pada pembangkit listrik semakin menarik perhatian. Meskipun masih hanya sebagian kecil dari permintaan energi global sumber energi alternatif yang berkembang pesat dan berpotensi peluang jangka panjang yang menarik.
Energi baru dan terbarukan telah menjadi harapan masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan energi masa depan. Energi ini dianggap berlimpah lestari dan ramah lingkungan sehingga pengembangannya sangat dinantikan agar kelak berperan menjadi andalan utama pasokan energi nasional. Energi baru sering diasosiasikan dengan energi alternatif. Segmen energi alternatif dalam industri energi mencakup berbagai sumber dari sejumlah teknologi yang dinyatakan cukup potensial, seperti pembangkit listrik tenaga air, energi angin, dan energi surya. 


Tantangan bagi masyarakat masa kini tidak hanya pada masalah keterbatasan ketersediaan energi yang ada di alam, akan tetapi juga masalah kebiasaan-kebiasaan tidak baik masyarakat terkait penggunaan energi. Hal yang paling sederhana yang perlu segera diatasi dalam penggunaan energi adalah perilaku boros energi, termasuk dalam hal ini kebiasaan-kebiasaan lupa mematikan alat-alat elektronik setelah tidak digunakan.
Pokok permasalahan energi yang ada di SD Islam Surya Buana Malang diantaranya adalah kebiasaan lupa mematikan lampu di siang hari, kebiasaan ini harus segera diubah, karena dampaknya sangat merugikan, adapun solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah tersebut adalah melalui pemasangan stiker ajakan untuk menghemat energi dengan cara mematikan lampu jika sudah tidak diperlukan, melakukan sosialisasi pentingnya menghemat energi, serta membuat jadwal piket mematikan lampu di tiap kelas.
Permasalahan lain yang sering terjadi adalah tidak mematikan kipas angin ketika udara tidak panas, lupa mematikan AC ketika tidak digunakan, lupa mematikan komputer setelah digunakan di laboratorium komputer, hingga lupa mematikan printer kelas. Permasalahan tersebut diatasi dengan membuat tata tertib penggunaan AC dan ditempel di tempat yang strategis dan penempelan stiker yang berisi ajakan maupun pengingat untuk hemat energi di dekat kipas angina, komputer, dan printer.
Dengan kegiatan penempelan stiker dan sosialisasi diharapkan dapat mengurangi kebiasaan-kebiasaan warga sekolah yang terkesan “boros” terhadap penggunaan energi. Solusi lain yang ditawarkan oleh SD Islam Surya Buana untuk menghemat energi adalah melalui penggunaan energi alternatif berupa Sel Surya dan kincir angin tenaga bayu.
Dengan lokasi bangunan yang strategis yaitu berlantai 3, hal ini berpotensi angin di atap lumayan besar begitu pula sinar matahari yang melimpah. Sel Surya dan kincir angin dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan energi yang dihasilkan harapannya dapat menghidupkan lampu taman dan teras di malam hari. Hal ini tentunya dapat dikembangkan sehingga kedepannya penggunaan dari energi alternatif ini dapat mengurangi ketergantungan dari energi listrik.

           
Ditulis Oleh Tim Isu Energi :
Hartutik Nurul K., S.Pd.
Elisatul Evi Zuliana, S.Pd.I.
Yavie Ali Firdaus, S.S.
Almaz Laiqa Putri Petir
Nagiza Fortuna Az-zahra
Ihya Haedar Rosyadi
Dafa Akbar Maulidanor

Share:

TATA KELOLA LINGKUNGAN SEKOLAH



            Isu Tata Kelola Lingkungan Sekolah merupakan salah satu bentuk tanggung jawab dalam pengelolaan program dan penggunaan dana BOS melalui prioritas pada program kegiatan pengembangan lingkungan hijau. Hal ini didasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2019 tentang Teknis Bantuan Operasional Sekolah yang nantinya harus ada bentuk laporan dalam penggunaan tersebut. Salah satu bentuk transpransi penggunaan bantuan operasional sekolah berbasis lingkungan adalah melalui pemetaan lingkungan sekolah yang diantara tujuannya yaitu memberikan gambaran capaian keberhasilan pengelolaan anggaran operasional sekolah dalam meningkatkan mutu standar nasional pendidikan.
      
      Untuk mengembangkan lingkungan sekolah yang hijau, tim isu Tata Kelola Lingkungan Sekolah menemukan kondisi baru yang berada di lapangan samping sekolah yaitu adanya sebuah taman sekolah yang baru. Dalam perencanaan di awal tahun ajaran baru, pengadaan taman hijau ini belum masuk di dalam perencanaan tersebut,  akan tetapai taman ini bisa terealisasi pengadaannya. Hal ini disebabkan oleh kondisi darurat kemacetan lalu lintas untuk arus mobilitas kendaraan para orang tua yang menjemput para siswa saat pulang sekolah dan optimisme pihak sekolah di dalam memutuskan penyediaan lahan parkir yaitu adanya dukungan kuat dari komite sekolah. Dari penyebab tersebut, bisa didapatkan  solusi yakni dengan dibuatkan laporan anggaran sekolah untuk program lingkungan sekolah hijau dan menerapkan program 1 siswa 1 tanaman apabila ada siswa yang datang terlambat.

            Selain itu, tim Isu Tata Kelola Lingkungan Sekolah juga menemukan sebuah potensi yang berkaitan dengan pengelolaan hubungan sekolah dengan masyarakat yaitu dengan melibatkan kerjasama para stakeholder dalam penerimaan, penyusunan rencana, penggunaan, pelaksanaan, dan laporan penggunaan dana bantuan operasional sekolah. Stakeholder yang dimaksud adalah komite paguyuban, guru, siswa, dan pemerhati pendidikan khususnya yang terkait dengan lingkungan. Sehingga munculah sebuah ide untuk mengangkat potensi ini yaitu dengan cara pembuatan taman sekolah bersama komite. Taman tersebut bisa diadakan di lingkungan sekitar sekolah baik dalam bentuk taman horizontal ataupun taman vertical (vertical garden) di masing-masing kelas.

                                                            Ditulis Oleh Tim Isu Tata Kelola Lingkungan Sekolah :
                                                                                    Titik Nur rohmah, S.Pd .
                                                                                    Ma’ratus Sholihah, S.Pd.

Share:

Sunday, October 6, 2019

Kesan Selayang Pandang Green School Festival 2019


Setiap tahun, sejak dimulaianya event Green School Festival Kota Malang 4 tahun yang lalu, SD Islam Surya Buana selalu berpartisipasi aktif menjadi peserta. Bahkan, pada tahun pertama SD Islam Surya Buana mendapat juara Kategori Sekolah Non Adiwiyata. Kali ini, kami kembali ikut meramaikan event bergengsi Dinas Pendidikan Kota Malang yang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Malang.
Banyak hal yang berubah sejak kami mengikuti event ini. Beberapa masalah yang ada di tahun pertama, pelan-pelan pihak sekolah berusaha untuk mengatasinya secara bertahap. Masalah yang ada di SD Islam Surya Buana pada awalnya bisa dikatakan cukup kompleks. Seperti masalah pada isu sampah dan polusi, tanaman hijau, air dan limbah cair, sekolah sehat, hingga pada literasi dan publikasi media sosial sekolah.
Diantara hal-hal yang telah ditangani di beberapa isu merupakan hasil dari pemetaan tiap isu GSF. Contohnya pada isu sampah dan polusi. Dulunya, SD Islam Surya Buana memiliki masalah pada polusi kendaraan bermotor yang disebabkan oleh kendaraan wali murid. Banyak wali murid yang mengantar dan menjemput para siswa dengan membawa kendaraan bermotor masuk ke halaman sekolah. Kemudian, sejak 2 tahun yang lalu sekolah membuat peraturan baru, bahwa pengantar dan penjemput siswa dilarang masuk ke halaman, cukup sampai di gerbang sekolah saja. Hal itu mampu mengatasi masalah polusi yang sempat membuat kurang nyamannya warga sekolah. Hingga saat ini peraturan tersebut masih berlaku dan halaman sekolah terbebas dari polusi kendaraan bermotor.
Selain masalah polusi, isu tanaman hijau juga memiliki masalah pada terbatasnya lahan untuk menanam tanaman hijau. Sejak mengikuti event ini, masalah tersebut juga telah terpecahkan. Dengan adanya vertical garden, hidoponik, dan aquaponik, lingkungan sekolah mampu menjadi indah, rindang, dan nyaman karena banyak tanaman hijau.
Adanya inovasi IPAL juga telah hadir untuk menyelesaikan masalah air dan limbah cair. Tim isu air dan limbah cair berhasil menciptakan inovasi baru untuk mengolah air bekas kegiatan siswa agar dapat dimanfaatkan lagi.
Adanya beberapa terobosan baru yang terus dilakukan untuk mengurangi masalah dan mengembangkan potensi yang dimiliki sekolah mampu menjadikan lingkungan sekolah semakin nyaman untuk ditempati dan indah untuk dipandang. Namun, tidak dapat dipungkiri sekecil apapun dan sehebat apapun kita menyelesaikan masalah, akan ada masalah-masalah baru yang muncul. Adanya beberapa isu tambahan di event GSF 2019 ini juga membantu pihak sekolah untuk mengkaji ulang bagian-bagian sekolah yang perlu dibenahi dan dikembangkan.
Masalah yang kami temukan pada event GSF 2019 ini juga masih ada di beberapa titik. Namun, tidak sebanyak pada tahun pertama kami mengikuti GSF. Seperti pada isu tata kelola lingkungan sekolah yang baru ada di GSF tahun ini yang di dalamnya memaparkan tentang Sekolah Unggulan dan Transparan dalam penggunaan anggaran BOSNAS dan BOSDA. Selebihnya, SD Islam Surya Buana banyak menemukan potensi-potensi yang bisa digali untuk mewujudkan lingkungan hijau dimulai dari sekolah.
SD Islam Surya Buana juga aktif mengampanyekan pembelajaran lingkungan hijau melalui berbagai media. Ada media berupa yel-yel ataupun lagu yang bertemakan lingkungan hijau. Ada juga media kampanye yang memanfaatkan media sosial sekolah, seperti facebook, instagram, youtube, website, twitter, dan whatsapp grup di masing-masing kelas.
Pihak sekolah tentunya sangat bersyukur dan sangat antusias menyambut event tahunan ini. Karena dengan mengikuti event ini, banyak perubahan positif yang ada di lingkungan sekolah. Terlebih lagi, tujuan utama untuk menumbuhkan karakter cinta lingkungan, dan kesadaran individu untuk turut serta menjaga bumi dimulai dari diri sendiri diharapkan akan muncul melalui kegiatan semacam ini. Semoga warga sekolah senantiasa konsisten dalam menjaga bumi, dimulai dari hal yang sangat sederhana, dan dari lingkungan yang terkecil. Salam Hijau Lestari Untuk Bumi Pertiwi.

Ditulis Oleh : Ririn Nafiatin, S.Pd.I.
Koordinator GSF 2019 / SD Islam Surya Buana

Share:

Tags

SD Islam Surya Buana Malang Surya Buana Malang SDI Surya Buana Jawa Pos Radar Malang Pembelajaran Tematik GSF 2017 Green School Festival 2017 Full Day School Pembelajaran Tematik Asyik dan Menarik Pembelajaran Tematik yang Menarik Study Visual Event Radar Malang Green School Media Pembelajaran Kreatif Media Pembelajaran Tematik Business Day PPDB SD Kota Malang Penerimaan Peserta Didik Baru SD Islam Surya Buana Malang dinas pendidikan kota malang Entrepreneur Pembelajaran Berbasis Proyek Green School Festival 2018 Penguatan Pendidikan Karakter Budaya Literasi Business MTs Surya Buana Perguruan Surya Buana Malang SMA Surya Buana Eco Green Park Energi Alternatif Kincir Angin Event Ngalam GSF 2018 Kantin Sehat Kemdikbud PPK Peduli Terhadap Makhluk Hidup Penerimaan Peserta Didik Baru SD Kota Malang Pengelolaan Kelas Tematik YDSF visit malang BMKG Karangploso BMKG Karangploso Malang Buletin Mini Sekolah Display Kelas Gebyar Kreativitas Anak Muslim KBTK Surya Buana Kolej Tunku Kurshiah Malaysia Literasi Sekolah Makanan Sehat Nasionalisme SDI Surya Buana Bebas Narkoba Sekolah Hijau Seputar Malang Wisuda Tahfidz Yayasan Dana Sosial Al Falah petik jeruk visit batu Anti Narkoba BNN Kota Malang BPTP BPTP Karangploso BSM Babinsa Dinoyo Badan Narkotika Nasional Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bank Sampah Kota Malang Batik Indonesia Batik Nasional Beautiful Lombok Biofilter Anaerob Buletin Mini Daur Ulang Sampah Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Malang Dinoyo Malang Ekstrakurikuler Membatik FRSIS FRSIS 2018 Festival 2017 Gerakan Literasi HUT Kota Malang 104 HUTRI HUTRI73 Humas Pemkot Batu Industri Keramik Innopa Innopa Indonesia Inobel Jatim Park 1 Jumat untuk Lombok Kantin Sehat Surya Buana Keamanan Pangan Kelas Cerdas Kelas Menyenangkan Kemerdekaan Keramik Dinoyo Koramil Koramil Lowokwaru Lalu Lintas Literasi Literasi Teknologi Informasi Lomba Agustusan Lomba Pengelolaan Kelas Lombok Mading 3D Mading Tiga Dimensi Malang Unik Manajemen Kelas Mengetuk Pintu Surga Muharram 1439 H NKRI Ngalam Olahan Jagung Manis PJOK Parade Muharram 1439 H Parents Day Peduli Lombok Peduli Sampah Pelopor Keselamatan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Pemkot Batu Pendidikan Jasmani Peristiwa Rengasdengklok Polresta Kota Malang Potpourri Pray For Lombok Prestasi Yes Narkoba No Reuse Reduce Recycle Sampah Ekonomis Simposium Snake And Ladder Tahun Baru Hijriyah 1440 H Warisan Nenek Moyang YBCPM